KEUANGANDIGITAL.COM — Kementerian Luar Negeri RI memastikan pemantauan intensif terhadap warga negara Indonesia di Yaman dan Arab Saudi menyusul eskalasi serangan kelompok Houthi di kawasan tersebut. Sebanyak 74 pelajar WNI masih bertahan di Makkah, sementara tiga orang lainnya telah berhasil keluar dari wilayah itu.
Juru Bicara Kemlu Vahd Nabyl Achmad Mulachela menyatakan pihaknya terus mengikuti perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah. Pemantauan dilakukan melalui sejumlah perwakilan RI yang wilayah kerjanya mencakup Yaman dan Arab Saudi.
Pernyataan itu disampaikan Nabyl di Kantor Kemlu, Kamis (17/9/2026), menanggapi pertanyaan soal kondisi WNI di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
KBRI Muscat Jadi Ujung Tombak Pemantauan Wilayah Yaman
Untuk Yaman, pemantauan WNI dilakukan oleh KBRI Muscat yang wilayah kerjanya mencakup negara tersebut. Sementara untuk Arab Saudi, Kemlu mengandalkan KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah.
"Dan terkait dengan isu pelindungan WNI sendiri, kita perlu melakukan pemantauan KBRI yang berada di Muscat yang saat ini mencakup wilayah Yaman, wilayah kerjanya dan juga KBRI Riyadh dan KBRI Jeda untuk memastikan kondisi WNI yang berada di sana," ujar Nabyl.
Ketiga perwakilan itu bertugas memastikan kondisi WNI di wilayah masing-masing tetap terpantau, terutama setelah serangan Houthi ke Arab Saudi beberapa waktu terakhir.
Indonesia Dorong Deeskalasi Konflik di Timur Tengah
Nabyl menegaskan Indonesia berharap situasi di Timur Tengah dapat diselesaikan secara damai. Pemerintah mendorong adanya deeskalasi konflik agar tidak semakin meluas.
"Kemudian tadi pertanyaan mengenai yang terakhir yang terkait dengan kondisi di Yaman, memang ini isu yang kita lihat bahwa pada dasarnya kita mengharapkan situasi di Timur Tengah ini bisa diselesaikan secara damai, jika mendorong adanya deeskalasi konflik," kata Nabyl.
Posisi Indonesia itu sejalan dengan sikap lama politik luar negeri yang mengedepankan penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik.
74 Pelajar WNI Masih Bertahan di Makkah
Selain kondisi WNI di Yaman, Kemlu membeberkan jumlah WNI yang berada di Kota Makkah, Arab Saudi. Nabyl menyebut awalnya terdapat 77 WNI di kota suci itu.
Tiga orang di antaranya telah berhasil keluar dari wilayah tersebut. "WNI di kota Makkah ada 77 orang tetapi yang tiga orang sudah bisa keluar. Jadi masih ada 74 pelajar," ujarnya.
Data itu menjadi acuan Kemlu dalam memetakan kebutuhan perlindungan bagi WNI yang masih berada di Arab Saudi.
Imbauan untuk WNI: Pantau Hotline dan Arahan Pemerintah
Nabyl mengimbau WNI di kawasan terdampak untuk terus mengikuti informasi dan arahan yang disampaikan pemerintah. Hal ini terutama terkait perkembangan kondisi keamanan yang bisa berubah cepat.
"Dihimbau para WNI memperhatikan imbauan-imbauan yang diberikan pemerintah dan agar terus memperhatikan hotline-hotline yang bisa dihubungi apabila ada kondisi yang darurat," kata Nabyl.
Kemlu memastikan pemantauan melalui perwakilan RI di kawasan akan terus berjalan. WNI yang menghadapi kondisi darurat diminta segera menghubungi hotline yang telah disediakan.