KEUANGANDIGITAL.COM — Bitcoin pulih dari level terendah USD 75.972 dan kembali mendekati USD 78.000, menandai hari ketiga kenaikan beruntun. Reli kali ini digerakkan altcoin, dengan HYPE dari Hyperliquid melonjak lebih dari 11% ke hampir USD 89 dan ZEC naik 8% ke sekitar USD 1.472. Total nilai pasar kripto global ikut menguat 2% menjadi sekitar USD 2,66 triliun.
Pergerakan bitcoin sepanjang sesi perdagangan Amerika Serikat sempat menyentuh USD 75.972 sebelum berbalik arah dan menutup seluruh penurunan tersebut. Harga aset kripto terbesar itu kini bertengger tepat di bawah USD 78.000, level yang menandai kenaikan tiga hari berturut-turut.
Penguatan tidak hanya terjadi pada bitcoin. Hampir seluruh koin likuid ikut terangkat, dan tidak ada satu pun dari 40 koin paling likuid yang tercatat melemah pada periode ini.
HYPE hingga ZEC Memimpin Penguatan
Hyperliquid mencatat lonjakan terbesar di antara koin-koin utama. Token HYPE naik lebih dari 11% ke hampir USD 89 pada Jumat pagi waktu Asia, berdasarkan data CoinDesk.
Zcash menyusul dengan kenaikan 8% ke sekitar USD 1.472. Solana menguat 6% ke sedikit di atas USD 106, sementara BNB dan Dogecoin masing-masing bertambah sekitar 4%.
XRP, ether, dan bitcoin kompak naik 2%. TRX menjadi yang paling tertinggal dengan kenaikan di bawah 1%.
Altcoin Season Index Masih Rendah
Kepala analis pasar FxPro, Alex Kuptsikevich, menilai pelaku pasar mulai mengalihkan perhatian ke altcoin meski indeks altcoin season masih lesu.
"Trader dengan hati-hati mengalihkan fokus mereka ke altcoin," ujar Kuptsikevich, seperti dikutip dari analisisnya.
Di antara kelompok koin likuid, NEAR memimpin dengan kenaikan 30%. UNI menyusul di posisi kedua dengan 26%, lalu APT sebesar 18%.
Ditopang Pasar Saham dan Sikap The Fed
Reli kripto berjalan seiring penguatan pasar saham dan naiknya selera risiko secara global. Momentum ini muncul sehari setelah The Fed menaikkan suku bunga sebesar seperempat poin.
Kenaikan suku bunga tersebut berlalu tanpa reaksi pasar yang sempat diantisipasi pelaku pasar tradisional. Kondisi itu memberi ruang bagi aset berisiko, termasuk kripto, untuk bergerak naik.
Bitcoin Masih Terjebak di Batas Atas Rentang
Bitcoin kini menghadapi batas atas rentang perdagangannya di sekitar USD 82.000. Level itu menjadi ujian berikutnya jika tekanan beli berlanjut.
Kuptsikevich memperkirakan aksi ambil untung menjelang akhir pekan akan menunda upaya menembus level tersebut. Pelaku pasar cenderung mengunci keuntungan lebih dulu sebelum mengambil posisi baru.
Dengan total kapitalisasi pasar kripto di USD 2,66 triliun, pergerakan akhir pekan akan menentukan apakah reli tiga hari ini berlanjut atau berhenti di batas rentang.