Bahlil Bungkam Usai Ratas Istana, Fahd A Rafiq Jadi Tersangka KPK

Bahlil Bungkam Usai Ratas Istana, Fahd A Rafiq Jadi Tersangka KPK

KEUANGANDIGITAL.COM — Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menolak berkomentar soal penetapan kadernya, Fahd A Rafiq, sebagai tersangka oleh KPK. Ia hanya bergegas menuju mobilnya usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (16/9/2026) malam.

Bahlil Lahadalia memilih bungkam saat awak media mencecarnya dengan pertanyaan mengenai status hukum Fahd A Rafiq. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu terus melangkah menuju mobil yang sudah menunggu di halaman parkir Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (16/9/2026) malam.

Pertanyaan soal sikap Partai Golkar terhadap kadernya yang tersangkut kasus korupsi tidak ditanggapi. Bahlil hanya melontarkan satu kalimat singkat sebelum masuk kendaraan.

"Maaf ya, saya lagi ada rapat lagi ya," kata Bahlil tanpa menghentikan langkahnya.

Ditembak Wartawan Usai Ratas di Istana

Momen itu terjadi beberapa saat setelah Bahlil mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri lainnya. Ratas tersebut berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu malam.

Begitu keluar dari area rapat, awak media sudah menunggu. Pertanyaan soal Fahd A Rafiq langsung dilayangkan. Namun Bahlil tetap diam dan terus berjalan menuju mobilnya.

Hingga ia masuk kendaraan, tidak ada pernyataan resmi yang keluar dari mulutnya. Sikap itu meninggalkan tanda tanya soal posisi Partai Golkar terhadap kader yang kini berstatus tersangka.

Fahd A Rafiq Ditetapkan Tersangka KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Fahd A Rafiq sebagai tersangka. Penetapan itu menjadi dasar pertanyaan wartawan kepada Bahlil selaku ketua umum partai.

Fahd dikenal sebagai kader Partai Golkar. Status tersangka yang disandangnya membuat publik menunggu langkah partai, apakah akan memberikan pendampingan hukum atau mengambil sikap lain.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari KPK maupun Partai Golkar mengenai detail dugaan pelanggaran yang menjerat Fahd. Belum ada pula informasi soal pasal yang disangkakan.

Golkar Belum Bersuara

Sikap Bahlil yang memilih diam bukan hal baru dalam situasi serupa. Sejumlah pimpinan partai kerap menunda komentar ketika kadernya berurusan dengan penegak hukum.

Namun tekanan publik biasanya tetap mengalir. Partai dituntut menjelaskan apakah akan mencabut dukungan, menonaktifkan kader, atau menunggu proses hukum selesai.

Hingga Rabu malam, belum ada pernyataan tertulis dari Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar. Kantor partai juga belum menggelar konferensi pers terkait penetapan tersangka Fahd A Rafiq.

Proses hukum terhadap Fahd masih berjalan. Status tersangka belum berkekuatan hukum tetap sampai ada putusan pengadilan. Publik menunggu apakah Golkar akan buka suara dalam waktu dekat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index