Wisata Ramadan

Tren Wisata Ramadan 2026 Iftar Hiking dan Jelajah Pasar Malam

Tren Wisata Ramadan 2026 Iftar Hiking dan Jelajah Pasar Malam
Tren Wisata Ramadan 2026 Iftar Hiking dan Jelajah Pasar Malam

JAKARTA - Ramadan 2026 tidak hanya menghadirkan suasana spiritual yang mendalam, tetapi juga memunculkan dinamika baru dalam dunia pariwisata global. 

Bulan suci yang identik dengan ibadah dan refleksi diri kini turut membentuk pola perjalanan unik di berbagai belahan dunia. Dari pegunungan Asia Barat hingga pasar malam Asia Tenggara, Ramadan menjadi momentum wisata yang sarat pengalaman budaya.

Ramadan sudah di depan mata. Di antara suasana tenang nan khusyuk dalam sujud-sujud terpanjang, periode ini juga sekaligus menandai perayaan yang lebih meriah dan diwarnai nuansa budaya dari seluruh dunia. Tradisi keagamaan berpadu dengan kebiasaan sosial yang membentuk lanskap perjalanan khas bulan suci.

Melansir Travel Daily Media, Selasa, bagi umat Muslim yang bepergian selama bulan ini, bahkan bagi pelancong non-Muslim yang bepergian ke negara-negara di mana Islam adalah agama mayoritas, ini menjadi kesempatan untuk merasakan tradisi yang dipraktikkan di berbagai belahan dunia.

Perjalanan Ramadhan kontemporer ditandai dengan perayaan malam hari yang mengubah hidangan buka puasa dari senja hingga subuh menjadi pesta bagi indra, bersama pengalaman mendalam yang membawa sentuhan warna lokal pada perayaan dan membuka jalan bagi pemahaman budaya yang lebih baik.

Keajaiban Musim Dingin

Tidak seperti Ramadan yang datang di puncak musim panas, perayaan tahun ini akan berlangsung dalam cuaca akhir musim dingin dan awal musim semi yang sejuk dan menyenangkan. Ini terutama di destinasi Asia Barat, seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Cuaca yang lebih sejuk memunculkan lebih banyak aktivitas luar ruangan, termasuk tren baru yang menarik untuk tahun ini: iftar hiking. Namun perlu diingat, pendakian iftar bukanlah aktivitas olahraga, melainkan lebih berakar pada tradisi dan semangat komunitas.

Ini adalah latihan ibadah setelah salat tarawih dan melibatkan kelompok yang terdiri hingga 30 peserta. Di UEA, pendakian semacam itu dapat dilakukan di pegunungan, seperti Jebel Al Mebrah dan Jabal Qada’ah.

Kombinasi udara sejuk, panorama alam, dan kebersamaan menjadikan aktivitas ini berbeda dari sekadar perjalanan biasa. Iftar hiking menjadi simbol bagaimana Ramadan dirayakan dengan sentuhan baru tanpa meninggalkan nilai tradisi.

Nokturna Ramadan

Bagi para pencinta olahraga, semakin banyak kota di negara-negara mayoritas Muslim yang mengalami peningkatan aktivitas antara pukul 10 malam hingga sekitar pukul 2 pagi. Aktivitas ini terlihat jelas di pusat kebugaran, gimnasium, bahkan lapangan untuk berbagai macam olahraga.

Sementara itu, di Malaysia dan Indonesia, malam Ramadan diisi dengan kunjungan ke pasar malam yang menawarkan berbagai macam barang. Mulai dari hidangan lokal yang lezat, permainan tradisional, hingga berbagai barang dagangan dan hiburan ramah keluarga.

Kawasan seperti Bukit Bintang di Malaysia menjadi contoh hidup bagaimana suasana malam Ramadan berubah menjadi pusat kuliner dan interaksi sosial. Lampu-lampu terang dan aroma makanan menciptakan atmosfer khas yang hanya muncul setahun sekali.

Fenomena nokturna ini menunjukkan pergeseran ritme kehidupan selama Ramadan. Siang hari cenderung tenang, sementara malam berubah menjadi ruang publik yang hidup dan penuh aktivitas.

Waktu untuk Promosi

Anda tidak perlu menjadi seorang Muslim untuk menyelami aspek budaya selama Ramadan. Banyak agen perjalanan dan online travel agent menawarkan paket wisata diskon ke destinasi utama selama periode ini.

Hotel dan berbagai bentuk akomodasi lain pun menawarkan diskon menarik. Tarif dapat turun hingga 50 persen dalam dua minggu pertama Ramadan, menjadikannya peluang ideal bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman berbeda dengan biaya lebih hemat.

Diskon dan promosi ini turut mendorong pertumbuhan pariwisata Ramadan secara global. Kombinasi harga terjangkau dan pengalaman budaya yang autentik menjadi daya tarik kuat bagi pelancong internasional.

Catatan bagi Pelancong

Anda juga dapat memperhatikan pengecer dan tempat makan di destinasi yang menjalankan ibadah Ramadan karena mereka menawarkan menu khusus atau barang-barang diskon sepanjang periode tersebut. Hal ini menjadi bagian dari kemeriahan sekaligus strategi bisnis musiman.

Sebagai catatan tambahan, pelancong diminta mempelajari adat dan tradisi setempat jika bepergian ke destinasi yang sedang menjalankan ibadah Ramadan. Penting untuk mengetahui etiket mengenai pakaian dan perilaku, terutama di tempat umum atau tempat ibadah.

Sepanjang Ramadan, perlu diingat bahwa jam operasional bisnis mungkin berkurang. Sebagian besar restoran mungkin buka menjelang jam berbuka puasa dan layanan yang lebih lambat juga mungkin terjadi.

Rencanakan hari Anda dengan cermat karena jam-jam sore di destinasi Muslim ditandai dengan lalu lintas yang lebih padat menjelang matahari terbenam. Penyesuaian jadwal menjadi kunci agar perjalanan tetap nyaman.

Salah satu aspek terindah dari pariwisata Ramadan adalah penekanan pada pertukaran budaya. Musim ini menjadi undangan bagi orang-orang dari berbagai latar belakang untuk terhubung melalui pengalaman bersama.

Bagi umat Muslim, ini adalah waktu untuk merenungkan iman, memperkuat ikatan komunitas, dan terlibat dalam kegiatan amal. Bagi wisatawan non-Muslim, ini adalah kesempatan menyaksikan dan berpartisipasi dalam tradisi yang telah membentuk banyak budaya selama berabad-abad.

Seiring pertumbuhan pariwisata global, perjalanan Ramadan menyediakan jalan untuk menyelami budaya secara lebih dalam. Ketika dirayakan di berbagai penjuru dunia, waktu sakral ini mampu menjembatani perbedaan, menumbuhkan pemahaman, dan merayakan hubungan antarmanusia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index