Imlek 2026

Imlek 2026 Makanan Pembawa Hoki Sambut Tahun Kuda Api

Imlek 2026 Makanan Pembawa Hoki Sambut Tahun Kuda Api
Imlek 2026 Makanan Pembawa Hoki Sambut Tahun Kuda Api

JAKARTA - Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan warna merah, lampion, serta meja makan penuh sajian bermakna simbolis. 

Pada 2026, semangat itu terasa semakin kuat karena masyarakat menyambut Tahun Kuda Api yang dipercaya membawa energi besar. Di balik kemeriahannya, tradisi kuliner tetap menjadi pusat perayaan.

Tahun Baru Imlek datang dengan berbagai tradisinya. Salah satunya adalah kebiasaan menyantap makanan-makanan yang dianggap mendatangkan hoki di tahun baru, termasuk Tahun Kuda Api 2026. Keyakinan ini diwariskan turun-temurun dan masih dijaga hingga kini.

Beberapa orang biasanya memakannya di malam sebelum Imlek, namun ada juga yang menyantapnya bersama keluarga di hari tahun baru. Anggapan bahwa sajian-sajian ini akan mendatangkan keberuntungan berakar pada kepercayaan yang telah diketahui dari satu generasi ke yang lainnya.

Berikut tiga makanan pembawa hoki di Tahun Baru Imlek yang dipercaya membawa kemakmuran, kebersamaan, serta kelimpahan di sepanjang tahun.

Dumpling Simbol Kemakmuran

Menurut pemilik restoran dan penulis Annie Shi, perayaan Tahun Baru Imlek tidak akan lengkap tanpa kudapan lezat ini, yang merupakan simbol kemakmuran. Ia mengatakan pada Real Simple, "Bentuk pangsit mengingatkan kita pada batangan emas tradisional dan dipercaya membawa lebih banyak kemakmuran di tahun baru."

Sherry menambahkan, "Karena bentuk pangsit menyerupai emas. Jadi, ketika kita memakan emas itu, kita seperti, 'Oh, kita sedang mengonsumsi kekayaan, kita sedang menarik kekayaan.'" Makna simbolik ini membuat dumpling menjadi sajian wajib di banyak keluarga.

Bagian terbaik dari kebiasaan ini adalah rasa dumpling yang lezat. Digoreng atau dikukus, metode penyajian apapun membuat pangsit-pangsit kecil lezat ini jadi bagian dari perayaan Tahun Baru Imlek yang menyenangkan.

Selain nilai simboliknya, dumpling juga mempererat kebersamaan karena sering dibuat bersama anggota keluarga. Proses membentuk dan mengisi pangsit menjadi momen interaksi hangat sebelum pergantian tahun.

Tuanzi Lambang Kebersamaan

Tuanzi adalah hidangan daerah yang populer di Huarong, Provinsi Hunan, dan di Provinsi Hubei. Hidangan ini berupa bola-bola nasi ketan, yang lebih dikenal sebagai bola-bola nasi manis atau tang yuan.

Seperti kebanyakan hidangan tradisional hari raya, terdapat perbedaan rasa dan cara penyajian di setiap daerah. Tapi, pentingnya bola-bola nasi ini sebagai bagian dari perayaan Tahun Baru Imlek bersifat universal.

Seperti yang dijelaskan Smithsonian Magazine, "makanan penutup berbentuk bola" ini adalah "representasi yang dapat dimakan dari bulan yang bersinar di atas kepala." Cheryl Lu-Lien Tan, penulis A Tiger in the Kitchen: A Memoir of Food and Family, mengatakan pada media tersebut, "Diterjemahkan sebagai 'bola sup,' tang yuan melambangkan kebersamaan dan pertemuan keluarga."

Dia melanjutkan, "Hidangan Tahun Baru Imlek ini dikaitkan dengan frasa Tionghoa yang terdengar mirip, 'tuan yuan' ('reuni'), dan ucapan keberuntungan yang menyertainya, 'tuan tuan yuan yuan,' yang berarti reuni setelah perpisahan." Tan menekankan bahwa memakan tang yuan "diyakini dapat mendatangkan kemakmuran dan keberuntungan di tahun baru."

Tekstur kenyal dan rasa manisnya menjadi simbol keharmonisan keluarga. Dalam budaya Tionghoa, kebersamaan adalah inti dari perayaan Imlek, sehingga tuanzi memegang peran penting di meja makan.

Ikan dan Makna Kelimpahan

Terakhir, jika Anda makan ikan, secara tradisional ikan utuh yang dikukus, Anda akan menarik keberuntungan sepanjang tahun. Tidak seperti pangsit dan bola nasi yang bentuknya melambangkan keberuntungan, alasan ikan menjadi simbol keberuntungan sedikit lebih rumit.

Menurut Food Republic, kata "ikan" dan "kelimpahan" memiliki pengucapan yang sama dalam bahasa Mandarin, itulah sebabnya menyajikan ikan utuh menjadi simbol kekayaan yang akan datang di tahun mendatang. Menurut Sherry, "Yu" terdengar seperti kata untuk ikan, dan seperti yang dicatat Food Republic, itu juga berarti "kita memiliki kelimpahan."

Tradisi menyajikan ikan utuh juga melambangkan keutuhan dan kesinambungan rezeki. Biasanya, sebagian ikan disisakan sebagai simbol harapan agar keberuntungan tetap berlanjut.

Dengan demikian, ikan bukan sekadar lauk, tetapi doa simbolik yang tersaji di atas meja makan keluarga saat Imlek.

Makna Tahun Kuda Api

Tahun Kuda Api dikaitkan dengan energi yang kuat, keberanian, dan momentum dalam budaya Tiongkok. Secara tradisional, kuda membawa muatan positif, yang dikaitkan dengan kesuksesan, kemakmuran, dan kemajuan.

Namun, menurut ahli feng shui yang berbasis di Sydney, Mina Zheng, tahun 2026 berbeda, sebagaimana diberitakan oleh ABC News melalui abc.net.au. Tahun ini berada di bawah pengaruh api, elemen yang memperkuat segala sesuatu yang disentuhnya, baik untuk kebaikan maupun keburukan.

Api secara historis dikaitkan tidak hanya dengan kehangatan dan cahaya, tapi juga kehancuran dan perebutan kekuasaan, kata Zheng. Ia mengatakan, meski perang tidak memilih tahun astrologi tertentu, ia berpendapat bahwa tahun-tahun api sering kali bertepatan dengan periode ketidakstabilan yang meningkat dan perubahan cepat yang telah dimulai.

Mengesampingkan politik internasional, Zheng mengatakan tahun kuda membawa peluang. Api juga dikaitkan dengan pencerahan, cinta, dan kebangkitan spiritual. Namun "Anda membutuhkan keseimbangan."

Kuncinya adalah tetap membumi, kata Zheng, menambahkan bahwa energi kuda bersifat naluriah dan tidak dapat diprediksi, sehingga mudah kehilangan fokus. Untuk menjalani tahun ini dengan aman, ia merekomendasikan untuk terhubung kembali dengan alam dan tetap membumi dalam kenyataan.

Melalui hidangan simbolik seperti dumpling, tuanzi, dan ikan, masyarakat tidak hanya merayakan pergantian tahun, tetapi juga merawat harapan akan kemakmuran dan kebersamaan. Di Tahun Kuda Api 2026, tradisi kuliner kembali menjadi jembatan antara kepercayaan, budaya, dan doa untuk masa depan yang lebih baik.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index