KEUANGANDIGITAL.COM — Roberto De Zerbi menyatakan bertanggung jawab penuh atas performa buruk Tottenham Hotspur setelah kalah 2-3 dari Aston Villa di Tottenham Hotspur Stadium. Kekalahan tersebut membuat Spurs masih tertahan di zona degradasi dengan dua poin dari lima laga Premier League musim ini.
Meski tampil dominan, Tottenham kesulitan menciptakan peluang berbahaya di kotak penalti lawan. Gawang mereka justru bobol di masa injury time lewat gol Johann Mazambi.
Dua Gol Beruntun Villa di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, situasi tuan rumah makin sulit. Nicolas Jackson dan John McGinn mencetak gol beruntun yang membuat Tottenham tertinggal 0-3.
Conor Gallagher dan Jan Paul van Hecke sempat memperkecil kedudukan, tapi gol hiburan itu tak cukup menyelamatkan Spurs dari kekalahan 2-3. Tottenham tercatat baru bisa mencetak gol untuk pertama kalinya di laga ini.
Dua Poin dari Lima Laga, Spurs di Posisi ke-18
Kekalahan tersebut menempatkan Tottenham di posisi ke-18 atau zona degradasi dengan koleksi dua poin dari lima pertandingan. Mereka sudah tiga kali kalah dan baru mencetak gol di laga kontra Villa.
Catatan itu dinilai jauh dari harapan mengingat Tottenham membelanjakan lebih dari 300 juta paun sepanjang musim panas lalu. Posisi De Zerbi sebagai manajer pun mendapat sorotan tajam.
Manajemen Tottenham dikenal tidak segan memecat pelatih jika performa tim dinilai buruk. Tekanan terhadap De Zerbi diprediksi terus meningkat jika Spurs gagal meraih kemenangan dalam waktu dekat.
De Zerbi: Saya Bertanggung Jawab Penuh
De Zerbi mengakui performa timnya belum cukup dan menyatakan siap bertanggung jawab penuh untuk memperbaikinya. Ia menekankan aspek perjuangan sebagai kunci yang hilang dari permainan Tottenham.
"Kami harus lebih kuat. Kami harus berusaha lebih baik lagi dari yang sekarang. Sepakbola memang soal taktik, tapi perlu ada perjuangan, darah, siapa yang paling ingin merebut bola. Tanpa itu, akan sulit memenangi laga," ujar De Zerbi kepada Sky Sports.
"Sebagai pelatih, saya bertanggung jawab penuh. Saya bisa bekerja lebih baik lagi dan lebih keras. Saya bisa jelaskan apa pendapat saya soal performa dan apa yang bisa kami lakukan. Tapi pada akhirnya, saya tidak bisa mengubah apapun soal sikap," sambungnya.
Tottenham akan menghadapi tekanan besar untuk segera bangkit. Dua poin dari lima laga membuat posisi mereka di Premier League semakin tidak aman.