JAKARTA - Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia mulai menunjukkan dampak nyata terhadap pola perjalanan masyarakat, termasuk saat musim mudik Lebaran.
Jika sebelumnya kendaraan berbahan bakar konvensional mendominasi perjalanan jarak jauh, kini mobil listrik mulai menjadi pilihan bagi sebagian masyarakat. Tren ini mendorong kebutuhan infrastruktur pengisian daya yang semakin luas di sepanjang jalur perjalanan utama.
Menyadari perubahan tersebut, berbagai pihak mulai melakukan persiapan agar perjalanan mudik menggunakan kendaraan listrik tetap berjalan lancar. Infrastruktur pengisian daya menjadi salah satu aspek paling penting yang harus dipastikan tersedia di berbagai titik strategis.
PT PLN (Persero) sebagai penyedia utama infrastruktur listrik nasional mengambil langkah besar untuk memastikan kesiapan tersebut. Melalui penguatan jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU, perusahaan berupaya memberikan dukungan maksimal bagi para pengguna kendaraan listrik.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional. Dengan infrastruktur yang semakin memadai, masyarakat diharapkan semakin percaya diri menggunakan kendaraan listrik, termasuk untuk perjalanan jarak jauh seperti mudik Lebaran.
Kesiapan infrastruktur pengisian kendaraan listrik
PT PLN (Persero) memastikan kesiapan infrastruktur kendaraan listrik untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 Hijriah. Perusahaan menyiapkan ribuan fasilitas pengisian daya yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Secara keseluruhan, PLN menyiapkan 4.769 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum yang tersebar di 3.097 titik strategis di seluruh Indonesia. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan listrik saat mudik Lebaran 2026.
Executive Vice President Niaga dan Pemasaran PLN, Nayusrizal, menyampaikan bahwa perusahaan berkomitmen penuh dalam mendukung pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.
“Kami memastikan kesiapan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik di seluruh jalur mudik utama. PLN telah menyiapkan ribuan SPKLU yang tersebar di berbagai lokasi strategis untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat selama perjalanan mudik Lebaran,” ujar Nayusrizal, dikutip Jumat.
Dengan ketersediaan fasilitas pengisian daya yang semakin luas, pengguna kendaraan listrik diharapkan dapat melakukan perjalanan dengan lebih nyaman.
Lonjakan jumlah pemudik kendaraan listrik
PLN memproyeksikan jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan listrik pada Lebaran 2026 akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Diperkirakan sekitar 23 ribu kendaraan listrik akan digunakan masyarakat untuk perjalanan mudik tahun ini.
Angka tersebut meningkat sekitar 1,6 kali lipat dibandingkan dengan periode mudik pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan semakin meningkatnya minat masyarakat terhadap penggunaan kendaraan listrik.
Lonjakan tersebut juga menjadi sinyal bahwa ekosistem kendaraan listrik di Indonesia mulai berkembang. Tidak hanya digunakan untuk perjalanan sehari-hari, kendaraan listrik kini mulai dimanfaatkan untuk perjalanan jarak jauh.
Oleh karena itu, PLN terus melakukan berbagai upaya untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional. Salah satunya melalui pengembangan infrastruktur SPKLU, layanan digital, serta kerja sama dengan berbagai mitra.
“Dengan kesiapan infrastruktur dan layanan yang kami siapkan, PLN berharap masyarakat dapat merasakan pengalaman mudik dengan kendaraan listrik yang aman, nyaman, dan bebas hambatan,” kata Nayusrizal.
Penguatan SPKLU di jalur utama mudik
Sebagai bagian dari strategi mendukung mobilitas pemudik, PLN memberikan perhatian khusus pada jalur mudik utama yang menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia.
Perusahaan menyiagakan sebanyak 1.681 unit SPKLU yang tersebar di 994 titik sepanjang jalur mudik utama Sumatra, Jawa, dan Bali. Jumlah ini mengalami peningkatan hampir dua kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Dengan penambahan fasilitas tersebut, jarak antar SPKLU di jalur mudik kini menjadi lebih dekat. Rata-rata jarak antar fasilitas pengisian daya hanya sekitar 22 kilometer.
Kondisi ini memungkinkan pengguna kendaraan listrik lebih mudah menemukan tempat pengisian daya selama perjalanan. Hal tersebut juga dapat membantu mengurangi kekhawatiran pengguna kendaraan listrik saat melakukan perjalanan jarak jauh.
Selain menyiapkan fasilitas pengisian daya, PLN juga menugaskan lebih dari 5.000 personel untuk siaga selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026.
Para petugas tersebut akan bekerja selama 24 jam dengan sistem pergantian shift untuk memastikan layanan tetap berjalan optimal.
SPKLU mobile dan pengisian daya berkapasitas besar
Untuk meningkatkan kualitas layanan, PLN juga menghadirkan fasilitas tambahan berupa SPKLU Mobile. Fasilitas ini berfungsi sebagai unit pengisian daya bergerak yang dapat membantu kendaraan listrik yang mengalami kendala di tengah perjalanan.
Sebanyak 15 unit SPKLU Mobile disiapkan dan ditempatkan di berbagai titik strategis seperti exit tol. Unit ini bersifat borderless sehingga dapat bergerak lintas kota maupun provinsi.
Selain itu, PLN juga melakukan penambahan 149 unit SPKLU baru dengan kapasitas besar antara 180 hingga 200 kilowatt. Infrastruktur ini ditempatkan di berbagai jalur mudik dan lokasi strategis untuk mempercepat proses pengisian daya kendaraan listrik.
Sebanyak 54 unit di antaranya telah terpasang sejak Desember 2025, sementara sisanya akan dipasang hingga mendekati periode mudik Lebaran.
Penguatan infrastruktur ini juga dilakukan di beberapa koridor perjalanan penting seperti jalur selatan Pulau Jawa, jalur penghubung utara dan selatan Pulau Jawa, serta ruas tol Medan-Binjai dan Medan-Pematang Siantar.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pengisian daya sekaligus mengurangi potensi antrean kendaraan listrik.
Pengembangan SPKLU center dan layanan digital
Selain memperbanyak titik pengisian daya, PLN juga mengembangkan fasilitas SPKLU Center yang berfungsi sebagai pusat pengisian daya berkapasitas besar.
Saat ini telah terdapat 19 SPKLU Center yang beroperasi di berbagai lokasi. Delapan di antaranya berada di rest area jalan tol, sementara sebelas lainnya berada di area non rest area.
Dengan adanya SPKLU Center, jarak antar pusat pengisian daya dapat dipadatkan dari sekitar 300 kilometer menjadi sekitar 150 hingga 200 kilometer.
PLN juga mengoptimalkan layanan digital melalui aplikasi PLN Mobile. Aplikasi ini memberikan berbagai kemudahan bagi pengguna kendaraan listrik selama perjalanan.
Melalui fitur Trip Planner, pengguna dapat memperoleh rekomendasi lokasi SPKLU yang sesuai dengan rute perjalanan mereka.
Selain itu terdapat fitur AntreEV yang memungkinkan pengguna memantau antrean pengisian daya secara real time. Fitur ini membantu pengemudi memperkirakan waktu pengisian sehingga perjalanan dapat direncanakan dengan lebih baik.
PLN juga menyediakan layanan hotline khusus selama 24 jam yang dapat diakses melalui aplikasi PLN Mobile maupun WhatsApp.
Dengan berbagai kesiapan infrastruktur, dukungan personel siaga, serta layanan digital yang semakin lengkap, PLN optimistis perjalanan mudik menggunakan kendaraan listrik pada Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih lancar dan nyaman.