JAKARTA - Perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap kendaraan mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir.
Jika sebelumnya kepemilikan mobil menjadi tujuan utama, kini sebagian konsumen mulai mempertimbangkan model penggunaan kendaraan yang lebih fleksibel. Konsep berlangganan kendaraan pun muncul sebagai alternatif baru bagi masyarakat yang ingin menikmati mobil tanpa harus memiliki secara langsung.
Tren ini juga mulai berkembang di Indonesia seiring meningkatnya minat terhadap kendaraan listrik. Sejumlah produsen otomotif mencoba menawarkan pendekatan baru dalam penggunaan kendaraan, termasuk melalui sistem langganan yang memberikan berbagai kemudahan bagi pengguna.
Salah satu produsen yang mulai menerapkan konsep tersebut adalah Hyundai Motors Indonesia. Perusahaan ini menghadirkan program berlangganan mobil listrik yang memungkinkan pelanggan menggunakan kendaraan tanpa harus melalui proses pembelian konvensional.
Program tersebut mulai menunjukkan respons positif dari masyarakat. Tidak lama setelah diluncurkan, layanan langganan kendaraan listrik ini berhasil menarik minat konsumen pertama yang memutuskan menggunakan skema tersebut.
Program Hyundai Subscribe mulai diminati
Hyundai Motors Indonesia atau HMID mengumumkan bahwa program langganan mobil listrik yang mereka luncurkan pada Februari lalu telah mendapatkan pelanggan pertama. Program yang diberi nama Hyundai Subscribe ini menjadi salah satu inovasi perusahaan dalam menghadirkan solusi mobilitas yang lebih fleksibel bagi konsumen.
Konsumen pertama yang menggunakan layanan ini bernama Deny dengan nomor pelanggan 001. Ia memilih menggunakan mobil listrik Hyundai melalui sistem langganan dengan jangka waktu cukup panjang.
Deny memutuskan berlangganan kendaraan listrik Hyundai Ioniq 5 selama 60 bulan. Keputusan tersebut menunjukkan bahwa program berlangganan kendaraan listrik mulai mendapat tempat di kalangan masyarakat.
Peluncuran program Hyundai Subscribe sebelumnya dilakukan pada ajang pameran otomotif Indonesia International Motor Show atau IIMS 2026. Program ini menjadi salah satu strategi Hyundai dalam memperluas akses masyarakat terhadap kendaraan listrik.
Solusi bagi konsumen yang tidak ingin repot memiliki mobil
Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto menjelaskan bahwa program langganan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan konsumen yang ingin menggunakan mobil listrik tanpa harus menghadapi berbagai tanggung jawab kepemilikan kendaraan.
Menurutnya, masih ada sebagian masyarakat yang tertarik menggunakan mobil listrik namun belum siap menghadapi berbagai biaya tambahan yang biasanya muncul setelah membeli kendaraan.
Program Hyundai Subscribe memberikan solusi bagi konsumen yang tidak ingin khawatir mengenai nilai jual kembali kendaraan, biaya servis, maupun pengurusan dokumen kendaraan.
Melalui sistem langganan ini, pengguna tidak perlu memikirkan berbagai hal seperti asuransi kendaraan, pengurusan BPKB dan STNK, hingga pembayaran pajak kendaraan.
Dengan demikian, konsumen dapat fokus menggunakan kendaraan tanpa harus memikirkan berbagai kewajiban administratif yang biasanya melekat pada kepemilikan mobil.
Perubahan perilaku konsumen di Indonesia
General Manager Solusi Mobilitas Hyundai Motors Indonesia Wahyu Seto menjelaskan bahwa program ini dikembangkan berdasarkan hasil studi internal perusahaan mengenai perilaku konsumen di Indonesia.
Menurut studi tersebut, terdapat perubahan pola pikir di kalangan masyarakat yang mulai bergeser dari konsep memiliki kendaraan menuju konsep berlangganan kendaraan.
Fenomena ini disebut cukup menonjol di kawasan Asia Tenggara, bahkan Indonesia disebut sebagai pasar dengan potensi perubahan terbesar dalam pola konsumsi tersebut.
Perubahan ini dipengaruhi oleh keinginan konsumen untuk mendapatkan kenyamanan, kemudahan akses, serta fleksibilitas dalam menggunakan kendaraan.
Sejauh ini, Seto mengatakan bahwa permintaan terhadap program langganan mobil ini cukup tinggi. Hingga saat ini, tercatat sudah lebih dari 50 konsumen yang menunjukkan minat terhadap layanan tersebut.
"Keuntungannya adalah pelanggan tak terbebani proses kepemilikan, tak ada DP, beban kepemilikan, dan bebas angsuran," kata Seto.
Ia juga menambahkan bahwa seluruh biaya layanan sudah termasuk berbagai kebutuhan kendaraan.
"Biaya bulanan sudah termasuk asuransi, STNK, servis, kalau kenapa-kenapa diganti minimal mobil sama atau di atasnya," ujar dia lagi.
Penambahan model kendaraan dalam program langganan
Ketika pertama kali diluncurkan di ajang IIMS 2026, program Hyundai Subscribe hanya menyediakan dua model kendaraan listrik sebagai pilihan utama bagi konsumen.
Dua model tersebut adalah Hyundai Ioniq 5 dan Hyundai Ioniq 5 N yang dikenal sebagai kendaraan listrik populer di pasar global.
Biaya langganan untuk kendaraan ini dimulai dari sekitar Rp15 juta per bulan khusus bagi pelanggan yang mendaftar selama pameran IIMS 2026.
Namun setelah program berjalan, perusahaan menerima berbagai masukan dari konsumen yang menginginkan pilihan kendaraan lebih beragam.
Menanggapi hal tersebut, Hyundai kemudian memutuskan memperluas pilihan model kendaraan dalam program langganan ini.
"Berdasarkan feedback ini kami menghadirkan rencana Hyundai Subscribe plan yang baru. Kami menambah line up Kona EV dengan periode 12-60 bulan dengan harga start dari 16 juta," kata Seto.
Dengan adanya tambahan model ini, konsumen memiliki lebih banyak opsi kendaraan listrik sesuai kebutuhan mereka.
Ekspansi layanan hingga mobil nonlistrik
Selain menambah pilihan kendaraan listrik, Hyundai Motors Indonesia juga memperluas program langganan ke kendaraan nonlistrik. Langkah ini dilakukan untuk menjangkau konsumen yang mungkin belum siap beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik.
Salah satu model yang masuk dalam program langganan tersebut adalah Stargazer Cartenz. Mobil ini ditawarkan melalui skema langganan dengan biaya mulai dari sekitar Rp6 juta per bulan.
Perluasan layanan tidak berhenti pada kendaraan baru saja. Hyundai juga menyediakan opsi langganan untuk mobil bekas tertentu yang masih berada dalam kondisi baik.
Beberapa model yang tersedia dalam kategori ini antara lain Hyundai Ioniq 6 dan Hyundai Santa Fe. Kendaraan tersebut dapat disewa melalui sistem langganan dengan periode yang lebih singkat.
Periode langganan untuk kendaraan bekas ini dimulai dari tiga bulan. Biaya langganannya masing-masing dimulai dari sekitar Rp19 juta untuk Ioniq 6 dan Rp11 juta untuk Santa Fe.
Melalui berbagai pilihan kendaraan tersebut, Hyundai berharap program langganan ini dapat menjangkau lebih banyak segmen konsumen di Indonesia.
Inovasi layanan ini juga menjadi bagian dari upaya Hyundai dalam menghadirkan solusi mobilitas modern yang lebih fleksibel serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat masa kini.