Pasar Otomotif

Pasar Otomotif Indonesia Mulai Pulih Penjualan Mobil Naik Jelang Momentum Lebaran

Pasar Otomotif Indonesia Mulai Pulih Penjualan Mobil Naik Jelang Momentum Lebaran
Pasar Otomotif Indonesia Mulai Pulih Penjualan Mobil Naik Jelang Momentum Lebaran

JAKARTA - Industri otomotif nasional mulai menunjukkan perkembangan yang cukup positif pada awal tahun 2026. 

Setelah sempat menghadapi berbagai tantangan dalam beberapa waktu terakhir, tren penjualan kendaraan kini mulai bergerak naik. Momentum menjelang bulan Ramadan dan Lebaran menjadi salah satu faktor yang memberikan dorongan bagi meningkatnya permintaan kendaraan di pasar domestik.

Kebutuhan masyarakat terhadap mobilitas biasanya meningkat saat memasuki periode tersebut. Banyak konsumen mulai mempertimbangkan pembelian kendaraan baru untuk mendukung perjalanan mudik maupun aktivitas keluarga selama libur panjang.

Situasi ini juga berdampak langsung terhadap kinerja penjualan sejumlah produsen otomotif di Indonesia. Data penjualan yang tercatat pada Februari 2026 menunjukkan adanya peningkatan baik dari sisi distribusi kendaraan ke dealer maupun penjualan langsung kepada konsumen.

Kondisi tersebut menjadi sinyal awal bahwa pasar otomotif nasional mulai mengalami pemulihan. Pelaku industri pun berharap tren positif ini dapat terus berlanjut sepanjang tahun.

Penjualan mobil nasional mulai meningkat

Pasar otomotif nasional mulai menunjukkan sinyal pemulihan pada Februari 2026. Momentum menjelang Lebaran disebut menjadi salah satu faktor yang turut mendorong peningkatan kinerja penjualan kendaraan.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo, Jongkie Sugiarto, mengatakan bahwa terjadi kenaikan cukup signifikan terhadap penjualan mobil pada Februari tahun ini.

Peningkatan tersebut terlihat baik dari sisi distribusi kendaraan dari pabrikan ke dealer maupun penjualan dari dealer kepada konsumen.

Data Gaikindo mencatat distribusi mobil secara wholesales mencapai 81.159 unit pada Februari 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 12,2 persen secara tahunan dibandingkan dengan Februari 2025 yang tercatat sebanyak 72.344 unit.

Sementara itu, penjualan ritel atau distribusi dari dealer kepada konsumen mencapai 78.219 unit. Angka tersebut meningkat 11,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka 69.872 unit.

Kenaikan juga terlihat secara bulanan

Selain meningkat secara tahunan, penjualan mobil pada Februari 2026 juga mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.

Distribusi wholesales tercatat naik sebesar 22,1 persen secara bulanan dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 66.472 unit.

Sementara itu, penjualan ritel meningkat sebesar 16,7 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di angka 67.009 unit.

Jongkie menjelaskan bahwa salah satu faktor yang memengaruhi peningkatan penjualan pada Februari adalah mulai membaiknya aktivitas produksi kendaraan pada awal tahun.

Dengan produksi yang semakin lancar, proses distribusi kendaraan ke dealer maupun kepada konsumen juga dapat berjalan lebih baik.

"Kemungkinan produksi mobil mulai lancar di awal tahun sehingga delivery juga demikian," ujar Jongkie kepada Bisnis, Senin (9/3/2026).

Sepanjang dua bulan pertama 2026, distribusi mobil secara wholesales tercatat mencapai 147.631 unit. Angka tersebut meningkat sekitar 9,9 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai 134.299 unit.

Adapun penjualan ritel selama Januari hingga Februari 2026 tercatat sebanyak 145.228 unit, naik 8,45 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 133.901 unit.

Gaikindo pun berharap pemulihan pasar otomotif ini dapat terus berlanjut dalam beberapa tahun ke depan.

"Semoga terus berlanjut sampai tahun-tahun ke depan," pungkas Jongkie.

Suzuki catat lonjakan penjualan kendaraan

Salah satu produsen otomotif yang mencatatkan peningkatan penjualan pada Februari 2026 adalah PT Suzuki Indomobil Sales.

Deputy to Four Wheel Sales and Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales Donny Saputra mengatakan bahwa penjualan mobil Suzuki mengalami kenaikan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.

Penjualan ritel Suzuki tercatat meningkat sekitar 64 persen secara bulanan. Lonjakan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, salah satunya tren musiman menjelang Ramadan dan Lebaran.

Menurut Donny, pada periode tersebut konsumen biasanya mulai mempersiapkan kendaraan untuk kebutuhan mobilitas keluarga.

"Pertama, faktor musiman. Adanya tren peningkatan permintaan kendaraan menjelang bulan Ramadan dan persiapan Lebaran, di mana konsumen cenderung melakukan pembelian lebih awal untuk mobilitas keluarga," ujar Donny kepada Bisnis, Selasa (10/3/2026).

Selain faktor musiman, peningkatan penjualan juga didukung oleh meningkatnya permintaan dari segmen fleet. Kondisi ini sejalan dengan membaiknya aktivitas di sektor logistik dan operasional bisnis.

Data Gaikindo menunjukkan distribusi wholesales Suzuki pada Februari 2026 mencapai 9.659 unit. Angka tersebut melonjak sekitar 247 persen secara bulanan dibandingkan Januari yang mencapai 2.783 unit.

Sementara itu, penjualan ritel Suzuki pada Februari tercatat sebanyak 9.035 unit, meningkat sekitar 64 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Donny juga menjelaskan bahwa penjualan Suzuki pada awal 2026 masih didominasi oleh produk rakitan lokal.

Model produksi dalam negeri memberikan kontribusi sekitar 93 persen terhadap total penjualan ritel Suzuki selama Januari hingga Februari 2026 yang telah melampaui 14.500 unit.

Kontributor terbesar berasal dari model New Carry dengan porsi sekitar 56 persen, disusul New XL7 sebesar 17 persen serta Fronx sekitar 16 persen.

Model-model tersebut diproduksi di fasilitas Suzuki di Cikarang untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus mendukung ekspor ke berbagai negara.

Honda mengandalkan model Brio

Peningkatan penjualan pada Februari 2026 juga dirasakan oleh PT Honda Prospect Motor.

Sales and Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy mengatakan bahwa kenaikan penjualan dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat menjelang mudik Lebaran.

"Salah satu faktor yang mendorong kenaikan penjualan pada bulan Februari adalah mulai meningkatnya kebutuhan mobilitas konsumen menjelang periode mudik," ujar Billy saat dihubungi Bisnis.

Selain itu, sejumlah produk yang diperkenalkan pada awal tahun 2026 juga mulai memberikan kontribusi terhadap kinerja penjualan Honda.

Beberapa model yang mendapatkan penyegaran pada ajang Indonesia International Motor Show 2026 antara lain Honda BR-V N7X, CR-V Hybrid, WR-V, serta Brio Satya.

Distribusi wholesales Honda pada Februari 2026 tercatat sebanyak 5.385 unit. Angka tersebut meningkat sekitar 34 persen dibandingkan Januari yang mencapai 4.016 unit.

Sementara itu, penjualan ritel Honda mencapai 4.688 unit pada Februari, meningkat sekitar 10,74 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Billy mengatakan bahwa Honda Brio masih menjadi kontributor terbesar terhadap penjualan perusahaan.

"Pada Februari 2026, Honda Brio menyumbang lebih dari 50 persen dari total penjualan, termasuk varian Brio Satya S CVT. Sementara itu, Honda HR-V berkontribusi sekitar 20 persen dari total penjualan kami," ujarnya.

Daihatsu kuat di segmen kendaraan niaga

PT Astra Daihatsu Motor juga mencatatkan kinerja penjualan yang cukup kuat pada Februari 2026.

Direktur Marketing dan Corporate Communication PT Astra Daihatsu Motor Sri Agung Handayani mengatakan bahwa penjualan Daihatsu pada Februari mencapai 12.336 unit.

Angka tersebut meningkat sekitar 10,12 persen dibandingkan Januari 2026 yang tercatat sebanyak 11.202 unit.

“Capaian pada Februari 2026 ini memperkuat konsistensi Daihatsu dalam memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia, baik untuk penggunaan harian maupun menunjang aktivitas usaha," ujar Sri Agung dalam keterangannya.

Segmen mobil penumpang memberikan kontribusi sekitar 51 persen terhadap total penjualan Daihatsu.

Pada segmen low cost green car, model Daihatsu Sigra dan Ayla mencatatkan penjualan sebanyak 3.906 unit.

Sementara itu, model Terios pada segmen SUV medium membukukan penjualan sebanyak 1.351 unit.

Di sisi lain, segmen kendaraan niaga memberikan kontribusi sebesar 49 persen terhadap total penjualan Daihatsu.

Gran Max Pick Up mencatatkan penjualan sebanyak 4.010 unit, sedangkan Gran Max Mini Bus mencapai 2.033 unit.

Menurut Sri Agung, capaian tersebut menunjukkan bahwa Gran Max masih menjadi tulang punggung Daihatsu di segmen kendaraan komersial.

Model ini banyak dimanfaatkan oleh pelaku usaha, mulai dari UMKM hingga perusahaan yang membutuhkan kendaraan operasional untuk mendukung aktivitas bisnis mereka.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index