JAKARTA - Menjelang Lebaran, berbagai persiapan dilakukan pemerintah untuk memastikan perjalanan masyarakat menuju kampung halaman berjalan lancar.
Tradisi mudik yang setiap tahun dinantikan selalu memicu lonjakan mobilitas masyarakat dari kota-kota besar menuju berbagai daerah di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah terus menghadirkan kebijakan serta program pendukung agar perjalanan pemudik dapat berlangsung aman, nyaman, dan lebih terjangkau.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyediakan program mudik gratis dengan berbagai moda transportasi. Program ini tidak hanya membantu masyarakat menghemat biaya perjalanan, tetapi juga bertujuan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang berpotensi menimbulkan kemacetan di jalur mudik.
Selain program transportasi gratis, pemerintah juga mempersiapkan dukungan infrastruktur jalan yang memadai. Sejumlah ruas jalan tol baru bahkan akan difungsionalkan sementara untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas selama periode mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.
Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam memastikan mobilitas masyarakat selama masa libur Lebaran dapat berjalan dengan lebih tertib dan efisien.
Antusiasme masyarakat terhadap program mudik gratis
Program mudik gratis lintas moda transportasi mendapat sambutan yang cukup tinggi dari masyarakat. Ribuan orang mulai mendaftarkan diri untuk mengikuti program ini sejak pendaftaran dibuka menjelang Lebaran.
Program tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk pulang kampung tanpa harus mengeluarkan biaya transportasi. Selain itu, momen ini juga dimanfaatkan oleh banyak orang untuk berkumpul bersama keluarga setelah menjalani aktivitas di perantauan.
Bagi sebagian masyarakat, mudik tidak hanya menjadi perjalanan pulang ke kampung halaman. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan keluarga dan meraih keberkahan Ramadan dengan berkumpul serta berbuka puasa bersama orang-orang tercinta.
Program mudik gratis ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus membantu mengurangi kepadatan kendaraan di jalur darat.
Program mudik lintas moda transportasi
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut salah satu program utama yang disiapkan pemerintah adalah mudik gratis lintas moda transportasi. Program ini melibatkan berbagai sarana transportasi seperti bus, kereta api, kapal laut, hingga fasilitas pengangkutan sepeda motor.
"Kenapa sepeda motor? Diharapkan dengan kita memberikan fasilitas (mudik gratis), paling tidak kita mengurangi penggunaan sepeda motor di jalan," ujar Dudy dikutip dari Antara.
Program pengangkutan sepeda motor dengan kereta api atau yang dikenal sebagai Motis juga mendapat respons yang cukup tinggi dari masyarakat. Hingga awal Maret 2026, jumlah sepeda motor yang didaftarkan telah mencapai 9.529 unit dari total kuota 11.900 unit.
Jumlah penumpang yang mendaftar dalam program tersebut juga cukup besar. Tercatat sudah ada 18.382 orang yang mendaftar dari total kuota yang disediakan sebanyak 28.196 orang.
Data tersebut menunjukkan bahwa program mudik gratis menjadi pilihan menarik bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan dengan lebih aman dan nyaman.
Pendaftaran moda transportasi lainnya juga tinggi
Selain kereta api, program mudik gratis melalui bus juga mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Hingga saat ini, jumlah peserta yang mendaftar untuk moda transportasi bus telah mencapai 15.550 orang.
Jumlah tersebut hampir memenuhi kuota yang tersedia, yaitu sebanyak 15.834 penumpang. Hal ini menunjukkan bahwa transportasi darat masih menjadi pilihan utama bagi sebagian masyarakat dalam melakukan perjalanan mudik.
Sementara itu, program mudik gratis menggunakan kapal laut juga terus diminati. Hingga saat ini tercatat sudah ada 5.933 peserta yang mendaftar dari total kuota sebanyak 69.232 penumpang.
Pemerintah juga memberikan stimulus tambahan berupa diskon tiket pesawat domestik. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan harga tiket yang lebih terjangkau selama periode mudik.
"Begitu pun dengan diskon tiket pesawat, semoga stimulus ini dapat membantu masyarakat mendapatkan harga tiket lebih terjangkau," tambah Dudy.
Perkiraan pergerakan pemudik tahun ini
Pemerintah memproyeksikan pergerakan masyarakat selama Lebaran tahun 2026 mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu jumlah pemudik mencapai 146,4 juta orang, maka tahun ini diperkirakan sekitar 143,9 juta orang.
Penurunan tersebut diperkirakan berada pada kisaran sekitar 1,7 persen. Meskipun demikian, jumlah pergerakan masyarakat tetap sangat besar sehingga berbagai persiapan tetap diperlukan.
Puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada tanggal 16 dan 18 Maret. Sementara itu, arus balik diperkirakan berlangsung pada periode 25 hingga 27 Maret.
Pemerintah juga menerapkan kebijakan work from anywhere atau WFA yang diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan perjalanan pada waktu-waktu tertentu.
Dengan kebijakan tersebut, masyarakat memiliki fleksibilitas dalam menentukan waktu perjalanan sehingga tidak semuanya melakukan perjalanan pada waktu yang sama.
Tambahan ruas tol fungsional untuk kelancaran perjalanan
Selain penyediaan transportasi umum, kesiapan infrastruktur jalan juga menjadi perhatian penting pemerintah. Untuk mendukung kelancaran perjalanan mudik, Kementerian Pekerjaan Umum menyiapkan sejumlah ruas tol yang akan difungsionalkan sementara.
Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti menyebutkan bahwa terdapat tambahan sepuluh ruas tol fungsional yang disiapkan untuk mendukung arus mudik dan arus balik Lebaran.
"Kami menyiapkan tambahan 10 ruas tol fungsional sepanjang 290,855 km," ujar Diana.
Beberapa ruas tol yang akan difungsionalkan antara lain Tol Sigli-Banda Aceh Seksi 1, Tol Palembang-Betung Seksi 1 hingga 4, Probolinggo-Banyuwangi Seksi 1 hingga 3, serta Solo-Yogyakarta Seksi Prambanan-Purwomartani.
Selain itu terdapat pula ruas Tol Yogyakarta-Bawen Seksi Ambarawa-Bawen yang akan membantu mengurai kepadatan lalu lintas selama periode mudik.
Kesiapan infrastruktur jalan tol dan fasilitas pendukung
Kementerian Pekerjaan Umum memastikan kesiapan berbagai infrastruktur jalan dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Baik jalan tol maupun jalan nasional dipersiapkan secara menyeluruh agar dapat menampung lonjakan kendaraan.
Saat ini terdapat 76 ruas jalan tol yang telah beroperasi dengan total panjang mencapai 3.115,98 kilometer. Infrastruktur tersebut juga didukung oleh berbagai fasilitas pendukung untuk kenyamanan pengguna jalan.
Sebanyak 136 Tempat Istirahat dan Pelayanan atau rest area tersedia di sepanjang jalan tol untuk membantu pemudik beristirahat selama perjalanan.
Selain itu, terdapat pula 189 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum serta 539 gerbang tol yang siap melayani pengguna jalan.
Di sisi lain, PT Wijaya Karya Serang-Panimbang juga akan mengoperasikan secara fungsional Seksi 2 Tol Serang-Panimbang secara gratis mulai H-7 hingga H+7 Lebaran, yaitu pada 12 hingga 26 Maret 2026 setiap hari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB.
Direktur Utama PT Wijaya Karya Serang-Panimbang menegaskan bahwa pengoperasian ruas tol tersebut bertujuan mempermudah akses menuju berbagai destinasi wisata di Banten.
"Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna jalan. Fungsional Seksi 2 ini diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas serta memperlancar arus kendaraan selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026," ujarnya.