IHSG

IHSG Dibuka Melemah ke Level 8.092 Awal Pekan Ini

IHSG Dibuka Melemah ke Level 8.092 Awal Pekan Ini
IHSG Dibuka Melemah ke Level 8.092 Awal Pekan Ini

JAKARTA - Sentimen global kembali membayangi pasar saham domestik pada awal pekan. 

Indeks Harga Saham Gabungan pada pagi ini dibuka ke zona merah. Pada pembukaan perdagangan Senin, 2 Maret 2026, IHSG berada di posisi 8.092,905.

Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.19 WIB, IHSG langsung melemah 188,957 poin setara 2,29 persen ke level 8.046,528. IHSG berada di level tertinggi 8.132,094 dan terendah 8.039,508.

Pergerakan ini menunjukkan tekanan jual terjadi sejak awal sesi. Fluktuasi yang cukup lebar dalam waktu singkat mencerminkan kehati-hatian investor.

Koreksi tersebut menempatkan IHSG kembali di bawah tekanan teknikal. Pelaku pasar memantau perkembangan eksternal sebagai penentu arah selanjutnya.

Mayoritas Saham Melemah dan Transaksi Capai Triliunan Rupiah

Adapun sebanyak 68 saham emiten menguat pada perdagangan pagi ini. Sementara, 632 saham lainnya melemah dan 37 saham stagnan.

Komposisi ini memperlihatkan dominasi tekanan jual di hampir seluruh sektor. Hanya sebagian kecil saham yang mampu bertahan di zona hijau.

Untuk sementara, total transaksi yang tercatat sebanyak Rp6,562 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 12,037 miliar saham. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp14.451,046 triliun.

Nilai transaksi yang cukup besar menandakan aktivitas pasar tetap ramai meski indeks terkoreksi. Investor terlihat aktif melakukan penyesuaian portofolio.

Tekanan Wall Street dan Data Inflasi AS

Riset harian Samuel Sekuritas menyebutkan, pasar AS ditutup melemah pada Jumat, 27 Februari 2026. Dow Jones Industrial Average turun 1,05 persen, S&P 500 melemah 0,43 persen, dan Nasdaq Composite anjlok 0,92 persen.

Wall Street turun setelah data terbaru Producer Price Index (PPI) tercatat jauh lebih tinggi dari perkiraan. Kondisi ini menambah kekhawatiran terhadap inflasi yang persisten.

Tekanan inflasi tersebut memperpanjang daftar faktor yang memicu volatilitas pasar bulan ini. Pelaku pasar global menjadi lebih berhati-hati dalam mengambil posisi.

Sentimen negatif dari Amerika Serikat kerap berdampak pada pasar berkembang, termasuk Indonesia. Arus modal asing pun berpotensi terpengaruh oleh kondisi tersebut.

Pergerakan Bursa Asia dan Proyeksi IHSG

Pasar Asia ditutup menguat pada Jumat, 27 Februari 2026. Indeks Hang Seng naik 0,95 persen, Nikkei menguat 0,16 persen, dan Shanghai bertambah 0,39 persen. IHSG naik tipis ke 8,235.49, dengan net sell asing sebesar Rp694,2 miliar.

Adapun di perdagangan Senin pagi ini, 2 Maret 2026, Nikkei dibuka melemah sebesar 2,52 persen. Pergerakan ini menunjukkan sentimen regional juga berbalik arah.

Fluktuasi di kawasan Asia menambah ketidakpastian arah pasar domestik. Investor cenderung menunggu stabilitas sebelum kembali masuk secara agresif.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, kami memperkirakan IHSG akan melemah di tengah ketidakpastian di pasar global dan regional,” sebut analis Samuel Sekuritas dalam risetnya.

Proyeksi tersebut menegaskan bahwa tekanan eksternal masih menjadi faktor dominan. Investor diharapkan mencermati dinamika global sebelum menentukan langkah investasi selanjutnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index