RNTH Waran Terstruktur BEI Naik 161% jadi Rp26,1 Miliar, IDX80 Jadi Pemicu

Sabtu, 19 September 2026 | 15:40:00 WIB
RNTH Waran Terstruktur BEI Naik 161% jadi Rp26,1 Miliar, IDX80 Jadi Pemicu

KEUANGANDIGITAL.COM — Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) waran terstruktur di Bursa Efek Indonesia melonjak menjadi Rp26,1 miliar sepanjang Januari–Agustus 2026, dari sebelumnya hanya Rp10 miliar pada 2025. Lonjakan hampir tiga kali lipat itu dipicu perluasan underlying dari IDX30 ke IDX80. Pencatatan waran dengan underlying IDX80 kini mencapai 370 seri, jauh melampaui IDX30 yang hanya 256 seri.

Bursa Efek Indonesia mencatat akselerasi transaksi waran terstruktur sepanjang delapan bulan pertama 2026. Kepala Unit Pengembangan Bisnis Produk Terstruktur BEI Pradapaningsih menyampaikan angka tersebut dalam acara Hari Waran Terstruktur Indonesia 2026, Sabtu (19/9/2026).

Perluasan underlying terbukti mengubah lanskap produk derivatif ini. Sebelumnya, waran terstruktur hanya boleh memakai konstituen IDX30 sebagai acuan. Sejak IDX80 dibuka sebagai underlying, penerbit berlomba menerbitkan instrumen baru.

Permintaan Investor Second Liner Jadi Motor Utama

Pradapaningsih menyebut lonjakan RNTH mencerminkan pola transaksi investor yang menyukai saham-saham lapis kedua. Permintaan terhadap waran ber-underlying IDX80 ternyata jauh lebih tinggi dari perkiraan awal.

"Kalau kita lihat nih perkembangannya, kenapa 2026 melonjak? Seperti yang saya bilang, IDX80 dibuka, instrumennya diterbitkan oleh para penerbit, dan ternyata demand-nya sangat tinggi, sehingga di tahun ini sampai Agustus itu sudah hampir 3 kali lipat," katanya.

Pada Januari 2026, nilai transaksi harian waran terstruktur sempat hampir menyentuh Rp1 triliun. Capaian itu sejalan dengan kinerja indeks saham yang masih punya tenaga untuk rally di awal tahun.

Pencatatan IDX80 Lampaui IDX30

Data BEI menunjukkan pergeseran komposisi pencatatan yang tajam. Sepanjang Januari–Agustus 2026, tercatat 370 seri waran terstruktur dengan underlying IDX80.

Jumlah itu melampaui pencatatan waran ber-underlying IDX30 yang hanya 256 seri. Realisasi IDX30 tersebut turun dibandingkan 2025 yang mencapai 344 penerbitan.

Penerbit masih menyiapkan tambahan produk hingga akhir tahun. Pradapaningsih menyebut hasil surveinya ke sejumlah penerbit menunjukkan masih ada 100–200 waran terstruktur yang akan terbit.

"Dan di tahun ini, kemarin saya survei ke penerbit, mungkin masih ada 100–200 waran terstruktur lagi yang akan terbit. Jadi cukup tinggi jumlahnya," ujarnya.

Bergantung pada Tenaga Indeks ke Depan

Keberlanjutan lonjakan RNTH waran terstruktur erat kaitannya dengan arah indeks saham. Saat indeks bergerak kencang, minat investor pada instrumen derivatif biasanya ikut menguat.

"Kalau indeksnya kencang, mudah-mudahan transaksi waran terstruktur juga mengikuti dan bahkan lebih lagi. Itu kita harap ke depannya," kata Pradapaningsih.

Bagi investor, pertumbuhan waran terstruktur membuka alternatif lindung nilai dan spekulasi berleverage tanpa harus menebus saham acuan secara langsung. Namun produk ini tetap menyimpan risiko waktu dan volatilitas yang lebih tinggi dibanding saham biasa.

Bagi penerbit sekuritas, perluasan underlying ke IDX80 memperbesar keranjang produk yang bisa dijual ke nasabah. Angka 370 pencatatan IDX80 dalam delapan bulan menunjukkan kompetisi penerbitan bergeser ke saham lapis kedua.

Terkini