JAKARTA - Harapan investor terhadap pembagian dividen kembali mengemuka menjelang Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tahun ini.
PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) memastikan besaran dividen untuk tahun buku 2025 akan diputuskan dalam forum resmi pemegang saham. Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung pada 31 Maret 2026.
Keputusan final mengenai pembagian dividen akan ditentukan melalui persetujuan pemegang saham dalam RUPST. Dengan demikian, angka pasti yang akan dibagikan kepada investor belum dapat diumumkan saat ini. Manajemen menegaskan seluruh proses akan mengikuti mekanisme tata kelola perusahaan yang berlaku.
Wakil Direktur Utama Bank Danamon, Honggo Widjojo Kangmasto, menyampaikan bahwa perseroan belum dapat memastikan nominal dividen. Ia menegaskan keputusan tersebut sepenuhnya menunggu hasil pembahasan dan persetujuan dalam RUPST. Pernyataan itu disampaikan dalam paparan kinerja keuangan secara virtual pada Kamis 19 Februari 2026.
“Ini tentunya tidak bisa dijawab secara eksak karena tentunya kita menunggu hasil RUPS,” ujar Honggo dalam paparan tersebut. Penjelasan ini menegaskan bahwa manajemen tidak ingin berspekulasi sebelum forum resmi digelar. Transparansi menjadi prinsip utama dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Kebijakan Dividen Konsisten Tiga Puluh Lima Persen
Meski belum ada kepastian nominal, Honggo mengungkapkan bahwa perseroan selama beberapa tahun terakhir konsisten menerapkan kebijakan pembagian dividen sekitar 35 persen dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Kebijakan ini menjadi referensi penting bagi investor. Konsistensi tersebut mencerminkan komitmen perseroan dalam memberikan imbal hasil kepada pemegang saham.
Kebijakan pembagian 35 persen tersebut menjadi acuan dalam memperkirakan potensi dividen tahun ini. Dengan laba yang meningkat pada 2025, investor mulai menghitung kemungkinan nilai dividen yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, manajemen tetap menegaskan keputusan final berada di tangan pemegang saham.
Jika melihat kinerja sepanjang tahun buku 2025, Bank Danamon mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp 4 triliun. Angka ini meningkat 14 persen secara tahunan atau year-on-year dibandingkan periode sebelumnya. Peningkatan tersebut menjadi salah satu faktor yang memicu optimisme pasar.
Pertumbuhan laba itu mencerminkan kinerja bisnis yang solid sepanjang tahun. Selain ekspansi organik, hasil tersebut juga dipengaruhi oleh penggabungan usaha antara Mandala Multifinance dan Adira Finance yang efektif sejak Oktober 2025. Integrasi tersebut memberikan kontribusi terhadap penguatan lini pembiayaan.
Kinerja Operasional dan Profitabilitas Menguat
Chief Financial Officer Danamon, Theresia Adriana, menjelaskan bahwa pertumbuhan laba bersih didukung peningkatan pendapatan operasional serta pengelolaan biaya yang efektif. Strategi efisiensi dan penguatan bisnis inti menjadi penopang utama kinerja keuangan. Perusahaan tetap fokus menjaga keseimbangan antara ekspansi dan kualitas aset.
“Pada aspek profitabilitas, Danamon mencatatkan laba bersih tahun berjalan konsolidasian setelah pajak dan kepentingan minoritas sebesar Rp 4 triliun tumbuh 14 persen YoY dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” kata Theresia. Pernyataan ini menegaskan tren positif yang berhasil dipertahankan sepanjang 2025. Stabilitas operasional menjadi fondasi pertumbuhan tersebut.
Selain laba bersih, laba operasional sebelum pencadangan atau pre-provision operating profit (PPOP) tercatat sebesar Rp 9,6 triliun. Nilai ini meningkat 4 persen secara tahunan. Kinerja tersebut menunjukkan pendapatan operasional tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi.
Theresia menambahkan bahwa pertumbuhan laba bersih juga didorong perbaikan biaya kredit atau cost of credit yang membaik 10 persen secara tahunan. Perbaikan tersebut sejalan dengan kualitas aset yang tetap terjaga. Dengan risiko kredit yang lebih terkendali, ruang profitabilitas menjadi lebih optimal.
Rekam Jejak Dividen dan Perhatian Investor
Sebagai gambaran, pada tahun buku 2024 Bank Danamon membagikan dividen tunai sebesar Rp 113,85 per saham. Total nilai dividen tersebut sekitar Rp 1,1 triliun. Jumlah ini setara dengan 35 persen dari laba bersih perseroan yang mencapai Rp 3,2 triliun pada periode tersebut.
Rekam jejak tersebut menjadi patokan bagi investor dalam membaca potensi pembagian dividen tahun buku 2025. Dengan laba yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, potensi kenaikan nominal dividen menjadi sorotan. Namun, keputusan akhir tetap menunggu hasil RUPST.
Investor kini mencermati jadwal RUPST pada akhir Maret mendatang sebagai momentum penting. Forum tersebut tidak hanya membahas dividen, tetapi juga berbagai agenda strategis perusahaan. Keputusan yang diambil akan memengaruhi persepsi pasar terhadap prospek perseroan ke depan.
Dengan kinerja laba yang tumbuh dua digit serta konsistensi kebijakan pembagian dividen, Bank Danamon berada dalam posisi yang relatif solid. Meski demikian, manajemen tetap berhati-hati dan menyerahkan keputusan final kepada pemegang saham. Kepastian besaran dividen baru akan terjawab setelah RUPST resmi digelar pada 31 Maret 2026.