JAKARTA - KA Bandara Adi Soemarmo (BIAS) kembali mencatat kinerja positif setelah enam bulan penambahan pemberhentian di Stasiun Palur.
Layanan ini menghubungkan Bandara Adi Soemarmo dengan Madiun dan Caruban, menjadi moda transportasi utama bagi masyarakat setempat.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyebutkan, pada periode 17 Agustus 2025 hingga 17 Februari 2026, volume penumpang KA BIAS mencapai 411.379 orang. Dari total tersebut, 200.019 penumpang naik dan 211.360 turun, menandai peningkatan yang signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
Periode Agustus 2024 hingga Februari 2025 hanya mencatat 190.415 penumpang, dengan 92.128 naik dan 98.287 turun. Data ini menunjukkan pertumbuhan 116 persen secara keseluruhan, menegaskan minat masyarakat terhadap layanan kereta api yang aman dan nyaman.
Pertumbuhan tersebut juga menunjukkan bahwa penambahan pemberhentian di Stasiun Palur berhasil menarik lebih banyak penumpang. Hal ini menjadi bukti strategi operasional KA BIAS efektif dalam meningkatkan aksesibilitas transportasi publik.
Peran Strategis Stasiun Palur dalam Mobilitas Regional
Stasiun Palur mencatat peran penting dalam peningkatan volume penumpang KA BIAS. Dari total penumpang enam bulan terakhir, 30.090 orang naik dan turun di stasiun ini, dengan 10.298 naik dan 19.792 turun.
Angka tersebut menunjukkan bahwa Stasiun Palur menjadi simpul transportasi yang semakin diminati. Kehadirannya mempermudah akses bagi masyarakat di sekitarnya yang ingin memanfaatkan kereta api sebagai alternatif transportasi.
Selain meningkatkan mobilitas, Stasiun Palur juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal. Peningkatan lalu lintas penumpang membuka peluang bagi bisnis sekitar stasiun, seperti transportasi lanjutan, jasa makanan, dan ritel.
Stasiun ini kini menjadi titik penting dalam jaringan KA BIAS, mendukung integrasi moda transportasi serta kenyamanan penumpang selama perjalanan lintas kota dan bandara.
Kepercayaan Masyarakat Terhadap Layanan Kereta Api
Feni menekankan bahwa kenaikan volume penumpang merupakan bukti kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap layanan KAI. Masyarakat semakin memandang kereta api sebagai pilihan transportasi publik yang aman, tepat waktu, dan terjangkau.
Pertumbuhan signifikan juga memperlihatkan bahwa masyarakat menghargai integrasi antara moda transportasi, terutama bagi mereka yang mengakses Bandara Adi Soemarmo dari kota-kota sekitar. Layanan KA BIAS menjadi solusi mobilitas yang berkelanjutan dan nyaman.
Keberhasilan ini mendorong KAI untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memastikan ketepatan jadwal, serta menghadirkan fasilitas yang mendukung kenyamanan penumpang. Peningkatan layanan juga penting untuk mempertahankan loyalitas masyarakat.
Feni menambahkan, kepercayaan publik menjadi indikator bahwa strategi pengembangan transportasi publik di Daop 6 Yogyakarta berjalan efektif, terutama setelah penambahan pemberhentian strategis.
Dampak Positif Terhadap Konektivitas dan Ekonomi Lokal
Kehadiran KA BIAS tidak hanya meningkatkan mobilitas penumpang, tetapi juga memperkuat konektivitas wilayah. Rute yang menghubungkan bandara, kota, dan daerah sekitar Stasiun Palur membantu masyarakat melakukan perjalanan lebih efisien.
Selain itu, peningkatan penumpang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Usaha mikro dan jasa transportasi lanjutan di sekitar stasiun mendapatkan manfaat dari meningkatnya arus penumpang.
Integrasi KA BIAS dengan moda transportasi lain juga mendukung efisiensi perjalanan, mempersingkat waktu tempuh, serta mengurangi kemacetan di jalur darat. Semua ini menjadi nilai tambah bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
Pertumbuhan ekonomi lokal sejalan dengan tujuan KAI menghadirkan transportasi publik yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga berdampak positif bagi masyarakat luas.
Evaluasi dan Peningkatan Kualitas Layanan KA BIAS
Ke depan, KAI Daop 6 Yogyakarta berencana terus mengevaluasi dan meningkatkan layanan KA BIAS. Aspek yang menjadi fokus adalah operasional, kenyamanan, dan integrasi dengan moda transportasi lain agar perjalanan penumpang semakin lancar.
Feni menegaskan, evaluasi ini mencakup penjadwalan keberangkatan, fasilitas stasiun, dan kualitas armada. Tujuannya memastikan layanan tetap aman, tepat waktu, dan dapat diandalkan untuk semua penumpang.
Peningkatan kualitas juga berarti menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih baik. Dengan demikian, masyarakat dapat memanfaatkan kereta api untuk berbagai keperluan, mulai dari perjalanan bisnis, wisata, hingga akses ke bandara.
KAI terus berkomitmen menjadikan KA BIAS sebagai pilihan utama transportasi publik di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, sejalan dengan program mobilitas berkelanjutan pemerintah.
Komitmen KAI Daop 6 Yogyakarta terhadap Mobilitas Publik
KAI Daop 6 Yogyakarta menekankan komitmennya menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau. KA BIAS menjadi simbol integrasi antar moda transportasi yang memudahkan perjalanan masyarakat.
Feni menyampaikan bahwa keberhasilan pertumbuhan penumpang KA BIAS menjadi motivasi untuk terus memperluas jaringan layanan, memperkuat konektivitas antarkota, dan meningkatkan kualitas fasilitas di stasiun dan kereta.
Dengan strategi ini, KAI berupaya menjadi solusi mobilitas berkelanjutan, mendukung pertumbuhan ekonomi, serta memberikan kemudahan akses transportasi bagi masyarakat di wilayah Daop 6 Yogyakarta dan sekitarnya.
Peningkatan layanan, integrasi moda, dan komitmen terhadap keselamatan perjalanan diharapkan menjadikan KA BIAS sebagai pilihan utama masyarakat dalam jangka panjang.