JAKARTA - Langkah ekspansi kendaraan listrik di Indonesia kembali mendapat dorongan baru.
Produsen EV asal Vietnam, VinFast, resmi menjalin kolaborasi strategis untuk memasok ratusan unit kendaraan listrik ke pasar domestik. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya mempercepat adopsi transportasi ramah lingkungan di sektor komersial.
Kesepakatan tersebut melibatkan Riline Velocity Express dan PT Sentrik Persada Nusantara terkait potensi pengadaan 400 unit Limo Green untuk armada operasional di Indonesia. Kolaborasi ini menandai keseriusan pelaku industri transportasi dalam mengintegrasikan kendaraan listrik ke dalam lini bisnis mereka.
CEO VinFast Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto mengatakan kerja sama ini mencerminkan tingginya minat pelaku industri terhadap Limo Green, sekaligus mendukung percepatan transisi ke transportasi ramah lingkungan di Indonesia.
"Dipilihnya Limo Green secara bersamaan oleh dua perusahaan transportasi besar di Indonesia menjadi bukti kuat kesesuaian model ini dalam memenuhi kebutuhan operasional komersial," ujar Kariyanto dalam keterangannya, Rabu.
Melalui nota kesepahaman tersebut, VinFast berencana mendistribusikan Limo Green kepada Riline Velocity Express dan PT Sentrik Persada Nusantara masing-masing sebanyak 200 unit. Pengiriman akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan agenda ekspansi armada kedua perusahaan, baik untuk layanan transportasi penumpang maupun penyewaan kendaraan segmen B2B.
Spesifikasi Limo Green Dukung Operasional Intensif
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat elektrifikasi armada mitra sekaligus meningkatkan efisiensi dan pengendalian biaya operasional jangka panjang. Menilik spesifikasi singkatnya, MPV listrik berkapasitas tujuh penumpang ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan operasional transportasi penumpang dan layanan jasa.
Secara dimensi, kendaraan tersebut memiliki panjang 4.740 mm, lebar 1.872 mm, tinggi 1.729 mm, serta jarak sumbu roda 2.840 mm dengan konfigurasi tiga baris kursi. Konfigurasi tersebut dirancang untuk memberikan kenyamanan optimal bagi penumpang sekaligus fleksibilitas penggunaan dalam berbagai skenario operasional.
Model ini menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate LFP dan diklaim memiliki jarak tempuh hingga 450 kilometer dalam sekali pengisian daya, yang dinilai dapat mendukung pola operasional armada dengan intensitas penggunaan tinggi. Daya jelajah tersebut menjadi faktor penting dalam menunjang efisiensi layanan transportasi komersial.
Kehadiran Limo Green diharapkan mampu menjawab kebutuhan perusahaan transportasi yang membutuhkan kendaraan dengan biaya operasional kompetitif dan daya tahan tinggi. Dengan teknologi baterai yang stabil, model ini diproyeksikan dapat mengurangi frekuensi pengisian daya harian.
Dukungan Mitra dan Transformasi Mobilitas Berkelanjutan
"Limo Green tidak hanya meningkatkan kualitas layanan melalui efisiensi operasional dan optimalisasi biaya, tetapi juga menjadi fondasi bagi kami untuk berperan aktif dalam mendorong transformasi mobilitas berkelanjutan di Indonesia," imbuh Michael Rudolf, General Manager Riline Velocity Express.
Pernyataan tersebut menegaskan komitmen mitra dalam mendukung agenda transportasi hijau nasional. Elektrifikasi armada dinilai bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan strategis untuk menekan emisi dan meningkatkan daya saing bisnis transportasi.
Dengan pengadaan 400 unit secara bertahap, kedua perusahaan transportasi tersebut diharapkan mampu memperluas cakupan layanan berbasis kendaraan listrik. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa adopsi EV di sektor komersial kian mendapat tempat.
Kolaborasi ini memperlihatkan model kemitraan yang saling menguntungkan antara produsen kendaraan dan operator transportasi. Sinergi tersebut diyakini mampu mempercepat penetrasi EV sekaligus menciptakan ekosistem yang lebih matang.
Investasi dan Penguatan Ekosistem Dalam Negeri
Sebagai informasi, VinFast telah merealisasikan investasi lebih dari US$300 juta dengan kapasitas produksi perdana sekitar 50.000 unit per tahun. Fasilitas manufaktur VinFast yang berlokasi di Subang, Jawa Barat, dibangun di atas lahan seluas 171 hektare.
Investasi tersebut menunjukkan komitmen jangka panjang perusahaan dalam menggarap pasar Indonesia. Dengan kapasitas produksi yang memadai, perusahaan optimistis dapat memenuhi permintaan domestik maupun regional.
Pada saat yang sama, VinFast menyatakan terus memperkuat ekosistem pendukungnya di dalam negeri, mulai dari perluasan jaringan dealer dan layanan purnajual di sejumlah wilayah. Perseroan juga menjajaki pengembangan infrastruktur pengisian daya melalui kolaborasi dengan pengembang jaringan pengisian global V-Green.
Selain itu, VinFast menggandeng sejumlah perbankan dan lembaga pembiayaan guna menyediakan skema kepemilikan kendaraan yang lebih beragam bagi konsumen maupun mitra usaha. Upaya tersebut diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan sekaligus mempercepat adopsi kendaraan listrik di berbagai segmen pasar Indonesia.