Penerbangan

Penerbangan Bone Morowali Mulai Rp500 Ribuan Tingkatkan Konektivitas Wilayah Timur

Penerbangan Bone Morowali Mulai Rp500 Ribuan Tingkatkan Konektivitas Wilayah Timur
Penerbangan Bone Morowali Mulai Rp500 Ribuan Tingkatkan Konektivitas Wilayah Timur

JAKARTA - Pembukaan jalur udara baru kembali memperluas akses transportasi di kawasan timur Indonesia. 

Bandara Arung Palakka kini resmi melayani rute yang menghubungkan Bone, Sulawesi Selatan, dengan Morowali, Sulawesi Tengah. Kehadiran rute ini diharapkan menjadi solusi mobilitas yang lebih cepat dan efisien bagi masyarakat di dua wilayah tersebut.

Rute Bone Morowali mulai beroperasi pada 26 Februari 2026 dan dilayani maskapai Fly Jaya dengan harga tiket di kisaran Rp500 ribuan. Tarif tersebut dinilai kompetitif untuk perjalanan antardaerah yang selama ini ditempuh melalui jalur darat dengan waktu sangat panjang. Dengan waktu tempuh singkat, pilihan transportasi udara menjadi alternatif yang menarik.

Kehadiran penerbangan ini tidak hanya mempersingkat jarak, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru. Arus penumpang yang lebih lancar diyakini mampu mendukung aktivitas bisnis, pekerjaan, hingga kunjungan keluarga. Bandara Arung Palakka pun semakin memperkuat perannya sebagai penghubung kawasan.

Komitmen Tingkatkan Konektivitas Antarwilayah

Kepala UPBU Arung Palakka, Andi Indar Gunawan, membenarkan hal tersebut saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis 19 Februari 2026. Ia menegaskan bahwa pembukaan rute ini merupakan bagian dari upaya memperluas jaringan konektivitas udara. Langkah tersebut sekaligus menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat di beberapa kabupaten yang terhubung.

“Ini demi konektivitas antarwilayah. Tentunya untuk menunjang mobilitas penumpang dari tiga kabupaten yang terhubung dengan rute ini,” katanya. Pernyataan itu menegaskan bahwa keberadaan penerbangan baru tidak sekadar menambah jadwal, melainkan memperkuat hubungan antarwilayah secara strategis.

Ia menambahkan, meski rute Morowali masih baru, minat masyarakat terhadap layanan penerbangan cukup tinggi. Antusiasme tersebut terlihat dari respons warga yang menyambut baik pembukaan jalur udara ini. Hal ini menjadi indikator bahwa kebutuhan perjalanan cepat semakin meningkat.

“Kalau bicara diminati, semua rute diminati. Intinya ada konektivitas. Tapi sejauh ini yang paling menonjol tetap Bone Kendari dan Bone Balikpapan, ada juga Bone Makassar,” ujarnya. Dengan demikian, rute Bone Morowali diharapkan menyusul kesuksesan rute lain yang lebih dulu ramai penumpang.

Jadwal Penerbangan Dan Waktu Tempuh Singkat

Penerbangan Bone Morowali akan beroperasi dua kali seminggu, yakni setiap Kamis dan Minggu. Jadwal ini disusun untuk menyesuaikan kebutuhan penumpang sekaligus memastikan keberlanjutan layanan. Frekuensi tersebut dinilai cukup untuk tahap awal operasional.

Jadwal keberangkatan dari Morowali pukul 08.25 WITA dan tiba di Bone pukul 09.35 WITA. Penerbangan pagi memberi keleluasaan bagi penumpang untuk melanjutkan aktivitas di hari yang sama. Ketepatan waktu menjadi salah satu faktor penting dalam layanan penerbangan regional.

Sebaliknya, penerbangan dari Bone dijadwalkan berangkat pukul 10.05 WITA dan tiba di Morowali pukul 11.15 WITA. “Waktu tempuh hanya sekitar 1 jam 10 menit,” ujarnya. Durasi perjalanan yang relatif singkat ini menjadi keunggulan utama dibandingkan perjalanan darat.

Tiket penerbangan dapat dibeli melalui situs resmi Fly Jaya maupun platform pemesanan perjalanan daring. Kemudahan akses pembelian tiket secara digital diharapkan semakin memudahkan masyarakat dalam merencanakan perjalanan. Sistem pemesanan daring juga membuat proses lebih praktis dan cepat.

Dampak Ekonomi Dan Harapan Ke Depan

Andi Indar berharap kehadiran rute Bone Morowali dapat mendukung mobilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kedua daerah. Aktivitas perdagangan, industri, dan jasa diyakini akan terdorong dengan akses transportasi yang lebih baik. Konektivitas udara menjadi fondasi penting dalam pembangunan wilayah.

“Semoga masyarakat merasakan manfaatnya, dan ke depan semakin banyak konektivitas yang bisa kita buka,” tutupnya. Harapan tersebut mencerminkan komitmen untuk terus memperluas jaringan penerbangan di masa mendatang. Pembukaan rute baru dinilai sebagai langkah awal menuju integrasi wilayah yang lebih kuat.

Selain mendukung sektor ekonomi, rute ini juga mempermudah perjalanan sosial dan keluarga. Banyak warga yang selama ini kesulitan pulang kampung karena jarak dan kondisi perjalanan darat. Kini, alternatif transportasi yang lebih cepat telah tersedia.

Antusiasme Pekerja Tambang Sambut Rute Baru

Sementara itu, seorang pekerja tambang di Morowali, Syahrul Ashar 28, menyambut antusias pembukaan rute baru tersebut. Ia mengaku selama ini harus menempuh perjalanan darat yang panjang dan melelahkan setiap kali pulang kampung ke Bone. Pengalaman tersebut menjadi alasan kuat mengapa penerbangan ini dinanti.

Menurut Syahrul, terdapat tiga jalur darat yang biasa ditempuh para pekerja tambang. Jalur memutar membutuhkan waktu hingga 24 jam dengan kondisi jalan relatif baik. Jalur danau memakan waktu sekitar 15 jam.

Sementara jalur hutan menjadi yang tercepat, sekitar 12 jam. Namun kondisi jalannya rusak dan cukup berisiko. Biaya sewa mobil bervariasi.

Mulai Rp400 ribu hingga Rp450 ribu, tergantung jenis kendaraan dan jalur yang dipilih. “Kalau lewat darat capek sekali, kadang sampai 24 jam. Ada jalur pintas lewat hutan tapi jalannya rusak. Jadi lebih bagus dan efisien pakai pesawat. Saya sudah tidak sabar menunggu rute ini dibuka,” tandasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index