JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan kembali menjadi perhatian pelaku pasar menjelang perdagangan Kamis, 19 Februari 2025.
Setelah menutup sesi sebelumnya di zona hijau, optimisme terhadap lanjutan tren kenaikan mulai menguat. Dukungan arus dana asing turut memberi sentimen positif bagi indeks acuan Bursa Efek Indonesia tersebut.
Pada perdagangan Rabu sebelumnya, IHSG ditutup menguat 1,19 persen ke posisi 8.310. Kinerja ini mencerminkan respons positif pasar terhadap berbagai sentimen domestik maupun global. Aktivitas investor asing juga menunjukkan kepercayaan yang cukup kuat terhadap pasar saham Indonesia.
Sepanjang perdagangan kemarin, investor asing membukukan net buy sebesar Rp 1,44 triliun di seluruh pasar. Nilai beli bersih ini menjadi salah satu faktor pendorong yang menopang penguatan indeks. Dengan modal tersebut, IHSG diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan tren positifnya.
Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG berpeluang menguat di area 8.377-8.440. Meski begitu, pelaku pasar tetap diimbau mencermati potensi koreksi lanjutan. Rentang koreksi yang perlu diwaspadai berada di kisaran 8.098-8.155.
Proyeksi Teknikal Dan Area Waspada
“Best case apabila IHSG mampu bertahan di atas 8.172, maka IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya untuk membentuk bagian dari wave (c) dari wave [x] ke rentang 8.377-8.440. Namun, waspadai akan adanya lanjutan koreksi ke 8.098-8.155,” ujar Herditya dalam analisis hariannya.
Ia menambahkan bahwa posisi teknikal saat ini masih memberikan peluang kenaikan selama level kunci mampu dipertahankan. Area support IHSG berada di 7.863 dan 7.712. Sementara itu, resistance terdekat tercatat di 8.354 dan 8.517.
Selain analisis dari MNC Sekuritas, Tim Riset Sinarmas Sekuritas juga menilai IHSG menunjukkan kekuatan teknikal. Mengutip Kontan.co.id, mereka melihat indeks berhasil menembus level kuat 8.251. Keberhasilan melewati area tersebut membuka peluang uji resistance berikutnya.
Menurut Sinarmas Sekuritas, IHSG berpotensi mencoba resistance di 8.360 dan selanjutnya 8.408. Untuk level penopang, support terdekat berada di rentang 8.227–8.170. Dynamic Support di area 8.000 diharapkan mampu menopang pergerakan indeks.
Sentimen Global Dan Domestik Penggerak Pasar
Dari faktor eksternal, pelaku pasar tengah mencermati risalah FOMC The Fed yang memberikan hasil beragam. Beberapa pejabat bank sentral Amerika Serikat tersebut mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga di masa mendatang. Namun keputusan tetap bergantung pada perkembangan data ekonomi seperti inflasi dan tenaga kerja.
Di sisi lain, terdapat pula pejabat The Fed yang menginginkan pemangkasan suku bunga lanjutan. Perbedaan pandangan ini memunculkan dinamika tersendiri di pasar global. Investor domestik pun menimbang dampaknya terhadap arus modal dan stabilitas pasar keuangan.
Dari dalam negeri, perhatian pasar tertuju pada posisi utang luar negeri Indonesia. Pada kuartal IV 2025, ULN tercatat naik sekitar 4,1 miliar dollar AS menjadi 431,7 miliar dollar AS. Kenaikan tersebut dipengaruhi peningkatan utang sektor publik.
Selain data tersebut, pelaku pasar juga menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Penentuan suku bunga acuan menjadi agenda penting pada Kamis ini. Selama lima bulan terakhir, Bank Indonesia mempertahankan BI rate di level 4,75 persen.
Rekomendasi Saham Dari MNC Sekuritas
Di tengah peluang penguatan IHSG, sejumlah saham direkomendasikan untuk dicermati. MNC Sekuritas memberikan beberapa pilihan dengan pendekatan teknikal. Strategi yang disarankan mayoritas adalah buy on weakness.
Saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) ditutup di Rp 1.450 dan direkomendasikan buy on weakness. BUVA berada pada bagian awal wave (5) dari wave [C], yang mengindikasikan potensi tren penguatan apabila didukung volume dan momentum yang memadai.
Saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk ditutup di posisi Rp 1.965 dan juga direkomendasikan buy on weakness. COIN teridentifikasi berada pada bagian wave 4 dari wave (C). Posisi ini umumnya mencerminkan fase koreksi terbatas sebelum berpotensi melanjutkan kenaikan.
Sementara itu, saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) berada di harga penutupan Rp 430 dengan rekomendasi buy on weakness. INET diperkirakan tengah berada pada bagian wave C dari wave (B), yang berarti saham ini masih dalam fase korektif, namun berpeluang mengakhiri koreksi dan membentuk fase penguatan.
Pilihan Spekulatif Dan Target Harga
Untuk saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), harga penutupan tercatat di Rp 10.900 dengan rekomendasi speculative buy. PANI berada di awal wave [v] dari wave 1, yang membuka peluang kenaikan lanjutan. Posisi ini dinilai menarik bagi investor dengan toleransi risiko lebih tinggi.
Selain rekomendasi dari MNC Sekuritas, Sinarmas Sekuritas juga membagikan pandangan teknikal. Untuk saham INDY, rekomendasi yang diberikan adalah speculative buy. Last price berada di 3,800 dengan target price 3,910 – 4,020.
Entry price INDY berada di rentang 3,650 – 3,810 dengan stop loss di 3,500. Sementara itu, saham ELSA juga mendapat rekomendasi speculative buy. Last price ELSA tercatat di 805 dengan target price 830 – 855.
Entry price ELSA berada pada kisaran 775 – 810 dan stop loss di 740. Dengan berbagai rekomendasi tersebut, investor diharapkan tetap memperhatikan manajemen risiko. Pergerakan IHSG yang berpeluang menguat tetap harus diimbangi kewaspadaan terhadap potensi koreksi.