JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Jumat 13 Februari 2026 dengan tekanan jual yang cukup signifikan.
Pada pukul 09.17 WIB, IHSG terkoreksi 86,23 poin atau 1,04 persen ke level 8.179,12. Kondisi ini menandai penurunan setelah beberapa hari reli tipis.
Indeks sempat dibuka di posisi 8.240,01 dan menyentuh level tertinggi di 8.241,21. Namun, tekanan jual investor mendorong IHSG turun hingga titik terendah 8.173,69 pada sesi awal perdagangan. Volatilitas ini menunjukkan ketidakpastian pasar menjelang long weekend.
Pergerakan Pasar dan Aktivitas Perdagangan
Data IDX Mobile mencatat volume perdagangan mencapai 6,225 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 2,613 triliun dan frekuensi 450,7 ribu kali. Kapitalisasi pasar tercatat Rp 14.834 triliun, mencerminkan aktivitas yang masih tinggi meski IHSG melemah.
Jumlah saham yang menguat hanya 156, sementara 440 saham terkoreksi dan 362 saham stagnan. Pelemahan mayoritas saham ini menjadi pendorong utama turunnya IHSG di awal perdagangan.
Saham Top Gainers Menjadi Penopang Kinerja Pasar
Meski IHSG berada di zona merah, beberapa saham justru mencatatkan kenaikan signifikan. Saham PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) memimpin top gainers dengan lonjakan 26,57 persen ke level 181.
Disusul PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) naik 24,79 persen ke 3.020. Saham PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) meningkat 24,40 persen ke 515, sementara PT Jakarta International Hotels & Development Tbk (JIHD) melonjak 21,48 persen ke 820.
Saham PT Indospring Tbk (INDS) juga ikut menguat 17,75 persen ke 2.090. Pergerakan ini menunjukkan bahwa meski indeks melemah, peluang cuan tetap ada di saham tertentu dengan momentum positif.
Saham Terlemah dan Faktor Tekanan Jual
Di sisi lain, top losers didominasi oleh saham PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) yang turun 14,91 persen ke 1.940. Tekanan jual pada saham ini mencerminkan koreksi profit taking dan sentimen negatif sektor terkait.
Saham PT Hillcon Tbk (HILL) melemah 13,98 persen ke 80, disusul Indo Premier Investment Management (XISC) turun 13,80 persen ke 756. Selain itu, Danareksa Investment Management (XDIF) terkoreksi 13,46 persen ke 450 dan Indo Premier Investment Management (XIML) melemah 12,86 persen ke 210.
Analisis Sentimen Investor dan Faktor Global
Koreksi IHSG di awal perdagangan dipicu oleh kombinasi aksi ambil untung menjelang long weekend dan tekanan sentimen global. Investor asing melakukan net sell, sementara volatilitas bursa internasional turut menekan pergerakan pasar domestik.
Sentimen dari sektor properti, tekstil, dan pengelolaan investasi masih menjadi sorotan. Saham unggulan dengan kinerja fundamental baik mampu mencatatkan penguatan signifikan, menandai peluang diversifikasi portofolio bagi investor yang tetap optimistis.
Strategi Menghadapi Volatilitas IHSG Hari Ini
Pelaku pasar disarankan memantau saham top gainers dan top losers untuk menentukan strategi trading yang tepat. Stop loss dan target profit harus diperhatikan, terutama di tengah pergerakan indeks yang fluktuatif.
Investor jangka panjang dapat memanfaatkan koreksi IHSG sebagai momentum akumulasi saham unggulan, sementara trader harian tetap harus waspada terhadap tekanan jual mendadak. Kombinasi analisis teknikal dan fundamental menjadi kunci menghadapi pasar yang bergerak liar.