JAKARTA - Kinerja badan usaha milik negara kembali menjadi sorotan dalam agenda resmi pemerintah.
Dalam momentum peresmian layanan publik, Presiden menyampaikan capaian finansial yang disebut mengalami lonjakan signifikan. Pernyataan tersebut menegaskan optimisme terhadap arah pengelolaan perusahaan pelat merah. Data dividen pun menjadi dasar klaim peningkatan tersebut.
Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan bahwa hasil usaha atau dividen dari BUMN telah meningkat 4 kali lipat hanya dalam setahun pemerintahannya. Presiden mengatakan bahwa Indonesia sedang diambang kebangkitan. BUMN yang selama sekian tahun tidak pernah untung, kemudian mengalami penguatan. Pernyataan ini disampaikan di hadapan publik dalam acara resmi kenegaraan.
“Dalam satu tahun pemerintahan kita hasil BUMN naik 4 kali lipat. Dari Rp89 triliun tahun 2024 naik 4 kali, dan ini akan naik terus hanya dengan manajemen yang baik, kepemimpinan yang baik, semangat tidak mau mencuri,” ujar Prabowo dalam peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di SPPG Palmerah pada hari ini, Jumat. Ia menekankan pentingnya tata kelola yang bersih. Kepemimpinan disebut menjadi faktor utama peningkatan tersebut.
Komitmen Pengelolaan Kekayaan Negara
Prabowo pun mengatakan pemerintah berupaya menjaga lembaga yang mengelola kekayaan negara agar beroperasi secara maksimal. Menurutnya, pengelolaan aset negara harus dilakukan secara bertanggung jawab. Pemerintah ingin memastikan setiap BUMN memberikan kontribusi optimal. Integritas menjadi landasan utama kebijakan.
"Jagalah kehormatan, kepentingan, dan keselamatan Indonesia. Kalau teruskan praktik-praktik yang merugikan bangsa dan rakyat, pemerintah gunakan segala kekuatan yang ada pada pemerintah tanpa pandang bulu," kata Prabowo. Pernyataan tersebut menjadi penegasan sikap tegas pemerintah. Tidak ada toleransi terhadap praktik yang merugikan negara.
Pesan tersebut juga mencerminkan komitmen penguatan tata kelola perusahaan negara. Pemerintah menekankan pentingnya manajemen profesional. Transparansi dan akuntabilitas diharapkan terus ditingkatkan. Langkah ini diyakini berdampak pada peningkatan kinerja keuangan.
Data Setoran Dividen Tahun 2024
Adapun, mengacu data Kementerian Keuangan, setoran dividen BUMN yang masuk dalam pos kekayaan negara dipisahkan, mencapai Rp86,38 triliun per Desember 2024. Realisasi itu tumbuh 5,93% secara tahunan (year on year/YoY) atau mencerminkan 100,62% dari target pemerintah. Angka ini menunjukkan capaian yang melampaui target. Kontribusi BUMN terhadap kas negara tetap signifikan.
Capaian setoran dividen BUMN pada 2024 terbesar dari himpunan bank milik negara (Himbara). Setoran dividen dari Himbara mencapai Rp49,59 triliun, tumbuh 21,43%. Perbankan menjadi penyumbang utama dividen. Kinerja sektor keuangan memperkuat pendapatan negara.
Jika berkaca pada setahun sebelumnya atau 2023, setoran dividen dari BUMN ke negara mencapai Rp82,1 triliun. Sementara, realisasi setoran dividen BUMN ke kas negara pada 2022 mencapai Rp40,59 triliun. Perbandingan ini menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Fluktuasi angka mencerminkan dinamika ekonomi dan kinerja korporasi.
Tren Dividen dan Klaim Kenaikan
Pernyataan Presiden mengenai kenaikan empat kali lipat mengacu pada perbandingan tertentu dalam periode pemerintahannya. Angka Rp89 triliun tahun 2024 disebut sebagai dasar perhitungan. Klaim tersebut disampaikan dalam konteks optimisme kebangkitan ekonomi nasional. Pemerintah menilai pengelolaan yang lebih baik mampu mendorong lonjakan hasil usaha.
Data historis menunjukkan bahwa pada 2022 setoran dividen berada di angka Rp40,59 triliun. Kemudian meningkat menjadi Rp82,1 triliun pada 2023. Pada 2024, realisasinya mencapai Rp86,38 triliun menurut Kementerian Keuangan. Angka-angka ini menjadi rujukan evaluasi kinerja BUMN.
Pemerintah berharap tren peningkatan terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Optimalisasi manajemen dan efisiensi operasional dinilai sebagai kunci. Pengawasan terhadap praktik yang merugikan negara juga diperketat. Dengan demikian, kontribusi BUMN terhadap penerimaan negara dapat semakin besar.
Pernyataan Presiden sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah menempatkan BUMN sebagai motor penggerak ekonomi. Dividen yang meningkat dianggap mencerminkan penguatan kinerja. Di tengah tantangan global, stabilitas perusahaan negara dinilai penting. Pemerintah pun menegaskan komitmen menjaga tata kelola demi keberlanjutan pertumbuhan.