Joan Mir

Joan Mir Nilai Honda Masih Tertinggal Usai Bandingkan Kecepatan Ducati Tes Sepang

Joan Mir Nilai Honda Masih Tertinggal Usai Bandingkan Kecepatan Ducati Tes Sepang
Joan Mir Nilai Honda Masih Tertinggal Usai Bandingkan Kecepatan Ducati Tes Sepang

JAKARTA - Hasil tes pramusim MotoGP di Sepang memberi dua rasa berbeda bagi Joan Mir. 

Di satu sisi, pembalap Honda itu merasa ada progres yang patut diapresiasi dari RC213V versi terbaru. Namun di sisi lain, pengamatan langsung terhadap performa Ducati membuatnya kembali sadar bahwa jarak dengan pabrikan asal Italia tersebut masih cukup lebar. Perbandingan kecepatan inilah yang menjadi sorotan utama Mir setelah rangkaian tes berakhir.

Pada hari terakhir pengujian, Mir menjalani simulasi Sprint yang menurutnya berjalan cukup solid. Ia mampu menjaga konsistensi waktu putaran dan merasakan motor yang lebih stabil dibanding musim lalu. Akan tetapi, ketika melihat catatan lap para pembalap Ducati, khususnya Alex Marquez, rasa puas itu langsung berubah menjadi evaluasi mendalam soal posisi Honda saat ini.

Simulasi Sprint Jadi Tolok Ukur Nyata

Berbeda dengan sesi time attack, simulasi Sprint memberikan gambaran lebih realistis tentang performa motor dalam kondisi balapan. Di momen inilah Mir merasa jarak Honda dengan Ducati terlihat semakin jelas. Meski ia bisa mempertahankan ritme yang baik, kecepatan lawan masih berada di level berbeda.

"Simulasinya bagus, tapi kalau melihat kecepatan para pembalap Ducati, terutama Alex (Marquez), kami masih jauh," ujar Mir jujur.

Ia menjelaskan bahwa sepanjang simulasi, dirinya mampu mencatat waktu konsisten di kisaran 1 menit 58 detik. Catatan tersebut menurutnya bukanlah kecepatan yang buruk. Namun, Ducati dinilai kembali membuat lompatan besar di pramusim ini, sehingga standar persaingan ikut naik.

Kilasan Cepat di Sesi Time Attack

Pada hari kedua tes, Mir sempat menjadi pusat perhatian. Ia mencatatkan waktu 1 menit 56 detik dalam sesi time attack, sebuah hasil yang membawanya ke puncak timesheet harian. Capaian itu juga membuatnya finis kelima secara keseluruhan setelah tiga hari pengujian di Sepang.

Meski terlihat impresif, Mir menegaskan bahwa time attack tidak selalu mencerminkan kondisi balapan sesungguhnya. Ia menilai performa satu lap cepat masih bisa diraih, tetapi menjaga kecepatan tersebut dalam jarak panjang tetap menjadi tantangan besar bagi Honda.

"Itu hampir seperti time attack!" kata Mir saat menyinggung catatan awal simulasi Sprint Alex Marquez yang menorehkan waktu 1 menit 57,295 detik.

Selisih Waktu yang Sulit Dikejar

Jika lap terakhir Mir dihapus agar jarak simulasi sama-sama 10 lap seperti yang dijalani Ducati, selisih waktunya dengan Alex Marquez mencapai 9,096 detik. Jarak tersebut setara dengan posisi keenam pada Sprint Race MotoGP Sepang Oktober lalu, sebuah indikator jelas tentang gap performa.

Mir menjelaskan bahwa dengan motor Honda, mencetak waktu sangat cepat di satu lap sering berujung pada penurunan drastis di lap berikutnya. Hal ini berkaitan erat dengan kondisi ban yang cepat habis saat dipaksa berada di batas maksimal.

"Kalau saya membuat waktu seperti itu, lap berikutnya bisa menjadi 2 menit 01 detik karena ban akan benar-benar habis. Biasanya memang seperti itu yang terjadi saat time attack," jelasnya.

Evolusi Kecil yang Terasa di Banyak Area

Meski tertinggal, Mir tidak sepenuhnya pesimistis. Ia menilai RC213V terbaru mengalami peningkatan kecil di banyak sektor. Perubahan tersebut mungkin tidak spektakuler, tetapi cukup membantu dirinya mencatat waktu lap yang lebih baik dan merasa lebih nyaman di atas motor.

"Kami tidak membuat perubahan besar, tetapi evolusi kecil di banyak sektor membantu kami meningkat sedikit dan mencatat waktu lap yang lebih baik," ujarnya.

Namun, Mir juga menekankan bahwa tidak ada satu area pun yang melonjak drastis. Perbaikan yang terjadi bersifat menyeluruh, tetapi masih belum cukup untuk menutup jarak dengan Ducati yang terus melaju.

Grip Masih Jadi Pekerjaan Rumah Utama

Ketika ditanya soal kelemahan terbesar Honda saat ini, Mir menjawab tanpa ragu.

"Grip. Kami masih sangat tertinggal," tegas Mir.

Menurut juara dunia MotoGP 2020 itu, grip memengaruhi hampir semua aspek performa motor. Dengan grip yang lebih baik, pembalap bisa mengontrol spin, menjaga degradasi ban, dan mempertahankan kecepatan lebih konsisten sepanjang balapan. Tanpa itu, sulit untuk bersaing di level teratas.

Ia juga mengungkapkan bahwa Honda tidak sempat melakukan time attack murni pada hari terakhir tes karena beberapa komponen tidak bekerja dengan baik. Kondisi tersebut memaksa tim menyesuaikan program pengujian.

Optimisme Terukur Menatap Musim Baru

Meski menyadari keterbatasan, Mir tetap menyimpan optimisme. Ia menilai jika balapan digelar dalam waktu dekat, Honda masih punya peluang bersaing di papan atas, meski dengan batasan realistis.

"Kalau ada balapan besok, saya rasa kami bisa bersaing untuk posisi lima besar, mungkin empat besar, tetapi tidak lebih dari itu," kata rider berusia 28 tahun tersebut.

Rekan setim Mir, Luca Marini, menutup tes sebagai pembalap Honda terbaik berikutnya dengan finis di posisi ke-13. Tes pramusim terakhir MotoGP akan berlangsung di Buriram pada 21–22 Februari. Setelah itu, Honda harus menentukan spesifikasi mesin final untuk musim 2026, seiring perubahan status konsesi mereka dari peringkat D ke C.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index