Real Madrid

Real Madrid Masih Mencari Pengatur Irama Permainan Dengan Ruben Neves Dipertimbangkan

Real Madrid Masih Mencari Pengatur Irama Permainan Dengan Ruben Neves Dipertimbangkan
Real Madrid Masih Mencari Pengatur Irama Permainan Dengan Ruben Neves Dipertimbangkan

JAKARTA - Perjalanan Real Madrid dalam dua musim terakhir memperlihatkan satu persoalan yang belum benar-benar terselesaikan, yakni absennya sosok pengatur tempo di lini tengah. 

Setelah Toni Kroos memilih pensiun pada 2024 dan klub berpisah dengan Luka Modric, jantung permainan Los Blancos mengalami perubahan besar. Kondisi tersebut memunculkan diskusi panjang tentang arah pembangunan skuad, khususnya di sektor gelandang bertahan dan penghubung permainan.

Di permukaan, Real Madrid terlihat tetap kompetitif dengan deretan gelandang muda bertalenta. Namun, di balik hasil positif yang masih diraih, muncul kerinduan akan figur berpengalaman yang mampu mengendalikan ritme laga. Perdebatan ini kian menarik ketika nama Ruben Neves mulai masuk radar internal klub, menambah dinamika di tengah keyakinan manajemen terhadap komposisi skuad yang ada.

Warisan Kroos Dan Modric Belum Tergantikan

Kepergian Toni Kroos dan Luka Modric meninggalkan jejak besar dalam cara Real Madrid membangun serangan. Keduanya bukan sekadar gelandang, tetapi juga otak permainan yang mengatur tempo, arah bola, dan kestabilan tim. Kehilangan dua figur tersebut membuat Madrid harus beradaptasi dengan pendekatan berbeda.

Arda Guler menjadi satu-satunya tambahan di lini tengah dalam periode tersebut. Meski memiliki kreativitas tinggi, Guler lebih dikenal sebagai gelandang serang, bukan pengatur permainan dari kedalaman. Situasi ini memunculkan pertanyaan, apakah Madrid memang membutuhkan jenderal lapangan tengah dengan karakter klasik seperti Kroos dan Modric.

Manajemen klub menilai bahwa sepak bola modern menuntut fleksibilitas. Mereka percaya bahwa peran pengatur tempo bisa dibagi ke beberapa pemain, bukan bergantung pada satu sosok sentral seperti era sebelumnya.

Keyakinan Pada Generasi Gelandang Saat Ini

Real Madrid saat ini memiliki stok gelandang yang melimpah dan berkualitas. Nama-nama seperti Eduardo Camavinga, Federico Valverde, Jude Bellingham, dan Aurelien Tchouameni dianggap mampu mengisi berbagai peran di lini tengah. Ditambah Arda Guler sebagai opsi kreatif, manajemen merasa kebutuhan tim sudah terpenuhi.

Keempat gelandang utama tersebut menawarkan energi, agresivitas, serta kemampuan menyerang dan bertahan yang seimbang. Filosofi ini sejalan dengan visi klub untuk membangun tim yang lebih dinamis dan atletis. Dari sudut pandang manajemen, mendatangkan gelandang baru justru berpotensi mengganggu keseimbangan yang sedang dibangun.

Meski demikian, tidak semua pihak sepakat. Sebagian staf pelatih menilai bahwa pengalaman dan ketenangan tetap dibutuhkan, terutama dalam laga-laga besar yang menuntut kontrol permainan tinggi.

Perbedaan Pandangan Di Internal Klub

Perbedaan pandangan di tubuh Real Madrid menjadi cerita menarik tersendiri. Xabi Alonso, yang sempat dikaitkan dengan peran lebih besar dalam perencanaan tim, dikabarkan menginginkan satu profil gelandang berbeda. Namun, rencana tersebut tidak pernah terwujud.

Pelatih sementara Alvaro Arbeloa secara terbuka menyatakan kepuasannya terhadap komposisi skuad saat ini. Ia menilai para gelandang muda Madrid mampu berkembang seiring waktu dan belajar mengelola pertandingan besar dengan pengalaman yang terus bertambah.

Di balik pernyataan resmi tersebut, laporan internal menyebutkan bahwa diskusi soal kebutuhan gelandang berpengalaman tetap berlangsung. Perdebatan ini menjadi bukti bahwa Madrid masih mencari formula terbaik untuk menjaga dominasi di level tertinggi.

Ruben Neves Muncul Sebagai Opsi Ideal

Di tengah dinamika tersebut, nama Ruben Neves mulai mencuat sebagai kandidat kuat. Gelandang asal Portugal itu dinilai memiliki atribut yang sesuai dengan kebutuhan Real Madrid, terutama dalam hal visi bermain, distribusi bola, dan kepemimpinan di lapangan.

Menurut laporan Cadena SER, staf kepelatihan melihat Neves sebagai sosok yang mampu memberi dimensi baru. Pengalamannya di Premier League bersama Wolverhampton Wanderers dan perannya sebagai andalan Al-Hilal menunjukkan kematangan yang jarang dimiliki gelandang seusianya.

Neves sendiri dikabarkan sangat terbuka dengan peluang bergabung ke Santiago Bernabeu. Melalui agennya, pemain berusia 28 tahun itu disebut antusias jika mendapat kesempatan mengenakan seragam putih Real Madrid, bahkan sejak bursa transfer Januari.

Sikap Hati Hati Florentino Perez

Meski ketertarikan terhadap Ruben Neves mulai menguat, keputusan akhir tetap berada di tangan Florentino Perez. Presiden Real Madrid dikenal sangat selektif dalam kebijakan transfer, terutama pada bursa musim dingin.

Kontrak Neves yang akan berakhir pada Juni mendatang justru menjadi bahan pertimbangan. Manajemen ragu apakah ia bisa langsung memberikan dampak instan, kekhawatiran yang kerap membuat Madrid memilih menahan diri dari belanja besar di tengah musim.

Di sisi lain, Al-Hilal telah menyiapkan tawaran perpanjangan kontrak untuk mempertahankan sang gelandang. Situasi ini membuat masa depan Neves semakin menarik untuk diikuti dalam beberapa bulan ke depan.

Persimpangan Penting Untuk Real Madrid

Real Madrid kini berada di persimpangan penting dalam menentukan arah pembangunan lini tengah. Bertahan dengan kepercayaan penuh pada para gelandang muda berarti melanjutkan proyek jangka panjang yang sudah berjalan. Namun, risiko kehilangan kontrol permainan di laga-laga krusial tetap ada.

Sebaliknya, mendatangkan Ruben Neves bisa menjadi solusi jangka menengah untuk menjaga keseimbangan tim. Kehadirannya berpotensi menjadi jembatan antara pengalaman dan energi muda yang dimiliki Madrid saat ini.

Keputusan Florentino Perez dan jajaran direksi akan sangat menentukan. Apakah Los Blancos memilih konsistensi dengan filosofi yang ada, atau mengambil langkah berani demi memastikan lini tengah tetap menjadi kekuatan utama, waktu akan segera memberikan jawabannya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index