JAKARTA - Sorotan terhadap Dean Huijsen kini menguat di Santiago Bernabeu.
Bek muda yang didatangkan dengan status bintang masa depan itu justru menghadapi fase sulit hanya enam bulan setelah resmi berseragam Real Madrid. Ekspektasi besar yang menyertainya perlahan bergeser menjadi tanda tanya, seiring performa yang dinilai belum konsisten dan mulai memicu keraguan internal maupun eksternal.
Ketika Real Madrid mengumumkan transfer Dean Huijsen pada Mei 2025, publik menaruh harapan tinggi. Nilai transfer fantastis dan usia yang masih sangat muda membuatnya diproyeksikan sebagai fondasi pertahanan jangka panjang Los Blancos. Namun, realitas sepak bola level elite kerap tak sejalan dengan rencana di atas kertas. Adaptasi, tekanan, dan tuntutan hasil instan menjadi ujian yang kini sedang dihadapi Huijsen.
Situasi ini tak hanya berdampak di level klub. Penurunan performa di Real Madrid ikut menyeret namanya dalam perdebatan di Timnas Spanyol. Menjelang Piala Dunia 2026, posisinya di skuad La Roja mulai dipertanyakan, menempatkan Huijsen dalam periode krusial sepanjang karier profesionalnya.
Transfer Besar dan Ekspektasi Tinggi Bernabeu
Kedatangan Dean Huijsen ke Real Madrid pada 1 Juni 2025 menandai salah satu transfer paling disorot musim itu. Los Blancos mengaktifkan klausul rilis senilai £50 juta atau sekitar €59,5 juta dari Bournemouth. Angka tersebut menjadikannya bek termahal dalam sejarah klub, sebuah status yang otomatis membawa tekanan besar.
Real Madrid menilai Huijsen sebagai investasi strategis. Klub telah memantau perkembangannya sejak masih di akademi Málaga, sebelum ia merantau ke Italia dan Inggris. Kontrak hingga Juli 2030 menegaskan keyakinan manajemen bahwa Huijsen akan menjadi bagian penting dari proyek jangka panjang pertahanan Madrid.
Namun, ekspektasi tinggi di Bernabeu sering kali menjadi pedang bermata dua. Setiap kesalahan kecil bisa diperbesar, terutama bagi pemain muda. Dalam konteks inilah, performa Huijsen yang dinilai menurun mulai memicu keraguan, baik dari pengamat maupun sebagian pendukung.
Performa Menurun dan Tekanan Internal Klub
Enam bulan pertama Huijsen di Real Madrid tak sepenuhnya berjalan sesuai rencana. Meski sempat menunjukkan potensi, konsistensinya dipertanyakan seiring beberapa penampilan yang dinilai di bawah standar. Adaptasi terhadap intensitas La Liga dan tuntutan taktik Real Madrid menjadi tantangan nyata.
Lingkungan kompetitif di ruang ganti Los Blancos juga menambah tekanan. Real Madrid memiliki standar tinggi, terutama di lini pertahanan yang selalu diisi pemain berpengalaman. Dalam situasi seperti ini, kesabaran sering kali menjadi barang langka, meski klub dikenal memberi ruang berkembang bagi talenta muda.
Keraguan terhadap Huijsen mulai berkembang seiring evaluasi performa tim secara keseluruhan. Bagi Real Madrid, hasil di lapangan selalu menjadi prioritas utama. Ketika kontribusi seorang pemain belum sesuai ekspektasi, spekulasi mengenai masa depannya pun sulit dihindari.
Dampak Langsung ke Timnas Spanyol
Penurunan performa Huijsen di level klub berdampak langsung ke peluangnya bersama Timnas Spanyol. Pelatih Luis de la Fuente dihadapkan pada dilema besar menjelang Piala Dunia 2026. Konsistensi dan performa di klub menjadi salah satu tolok ukur utama dalam menentukan komposisi skuad nasional.
Nama Dean Huijsen yang semula dipandang sebagai aset jangka panjang La Roja kini berada dalam posisi rawan. Penurunan performa signifikan di Real Madrid mengubah peta persaingan, terutama di sektor bek tengah yang dikenal kompetitif di Spanyol.
Situasi ini menempatkan Huijsen dalam tekanan ganda. Ia bukan hanya berjuang mengamankan tempat di klub sebesar Real Madrid, tetapi juga mempertahankan peluang tampil di panggung terbesar sepak bola dunia bersama tim nasional.
Perjalanan Panjang Karier Sebelum Bernabeu
Sebelum tiba di Madrid, perjalanan karier Dean Huijsen terbilang impresif. Ia memulai langkah dari akademi Costa Unida CF dan Málaga, sebelum direkrut Juventus pada 2021. Di Italia, Huijsen berkembang melalui tim U17, U19, dan Juventus Next Gen, hingga mencatat debut senior pada Oktober 2023.
Pada Januari 2024, Juventus meminjamkannya ke AS Roma tanpa opsi pembelian. Masa pinjaman ini memberi Huijsen pengalaman penting di level tertinggi sepak bola Eropa. Namun, pertimbangan keuangan membuat Juventus akhirnya melepasnya secara permanen.
Bournemouth kemudian menjadi pelabuhan berikutnya. Ditransfer pada 30 Juli 2024 dengan kontrak enam tahun senilai €15,2 juta, Huijsen langsung mencuri perhatian di Premier League. Ia menjalani debut pada 17 Agustus 2024 dan mencatat sejarah sebagai pencetak gol termuda Bournemouth di Premier League pada 5 Desember 2024.
Masa Depan yang Kini Dipertaruhkan
Pengumuman resmi Real Madrid pada 17 Mei 2025 menjadi puncak perjalanan transfer Huijsen. Bergabung dengan kontrak jangka panjang hingga 2030, ia datang sebagai simbol masa depan lini belakang Los Blancos. Namun, enam bulan pertama di Bernabeu menunjukkan bahwa talenta saja belum cukup tanpa konsistensi.
Kini, masa depan Dean Huijsen berada di titik persimpangan. Real Madrid masih dikenal sebagai klub yang mampu membentuk pemain muda menjadi bintang dunia, tetapi tuntutan hasil cepat selalu membayangi. Bagi Huijsen, periode ini menjadi ujian karakter, mental, dan kemampuan beradaptasi.
Dengan sorotan tajam dari klub dan tim nasional, setiap pertandingan ke depan memiliki arti besar. Apakah Huijsen mampu bangkit dan menjawab keraguan, atau justru tersisih dari rencana jangka panjang, akan sangat ditentukan oleh responsnya dalam waktu dekat.