KEUANGANDIGITAL.COM — McLaren memastikan bakal memproduksi SUV pertamanya sebelum 2030, mengakhiri bertahun-tahun penolakan terhadap segmen tersebut. Keputusan ini menyertai investasi £500 juta untuk memperluas operasional manufaktur di Inggris. Fasilitas perakitan baru akan dibangun terpisah dari basis produksi Woking.
McLaren resmi mengumumkan rencana masuk ke segmen SUV. Langkah itu disampaikan bersamaan dengan pengumuman investasi besar perusahaan di Inggris.
Dana segar senilai £500 juta dialokasikan untuk memperluas kapasitas manufaktur. Investasi ini juga disebut akan membuka sedikitnya 1.000 lapangan pekerjaan hingga 2032.
Fasilitas Perakitan Baru di Inggris
McLaren menyiapkan pabrik perakitan baru yang lokasinya terpisah dari markas produksi di Woking. Fasilitas tersebut nantinya menangani generasi model McLaren berikutnya, termasuk SUV berorientasi performa.
Chief Operating Officer McLaren, Michael Straughan, mengatakan perusahaan tengah mempertimbangkan penggunaan konstruksi carbon tub. Teknologi itu selama ini identik dengan mobil-mobil supercar McLaren.
Bila diterapkan, SUV McLaren akan membawa salah satu ciri konstruksi khas mobil sport mereka. Namun, McLaren belum mengungkap spesifikasi mesin maupun tenaga SUV tersebut.
Berpotensi Jadi Rival Ferrari Purosangue
SUV McLaren diprediksi bersaing dengan Ferrari Purosangue dan Aston Martin DBX. Model ini juga disebut membuka kemungkinan hadirnya McLaren dengan konfigurasi mesin depan dan penggerak seluruh roda.
Rencana SUV sebenarnya bukan hal baru. Pada dekade sebelumnya, manajemen McLaren berulang kali menolak gagasan tersebut karena dianggap tidak sesuai identitas sebagai produsen supercar.
Arah berubah setelah McLaren berada di bawah kepemimpinan Michael Leiters. Sebelum bergabung, Leiters bekerja di Ferrari dan Porsche, termasuk terlibat dalam pengembangan Cayenne dan Purosangue.
Desain Masih Spekulatif
McLaren sebelumnya mengklaim pernah diperlihatkan sebuah SUV dengan tampilan menyerupai Porsche Cayenne Turbo GT. Desain itu digambarkan lebih berotot dan memakai pelek berukuran 24 inci.
Informasi tersebut belum menjadi gambaran resmi desain final SUV McLaren. Hingga kini, belum ada detail visual yang dikonfirmasi pabrikan.
Strategi Mesin Berubah
Selain SUV, McLaren mengubah strategi pengembangan mesin. Mesin tidak lagi diproduksi oleh Ricardo, melainkan akan dirancang dan dibuat secara internal.
Dua mesin hybrid beserta transmisinya saat ini sudah masuk tahap pengembangan. Langkah ini menandai pergeseran besar dalam rantai produksi McLaren.
Pada 2025, McLaren disebut hanya memproduksi sekitar 2.000 mobil dari seluruh modelnya. Segmen SUV dianggap punya potensi penjualan jauh lebih besar.
SUV pertama McLaren dijadwalkan hadir sebelum 2030. Model ini berpotensi membuka era baru bagi McLaren di luar segmen supercar.