JAKARTA - Dukungan terhadap penguatan ekosistem usaha penyelenggaraan kegiatan dan acara terus mengalir dari Kementerian Pariwisata melalui inisiasi program Event by Indonesia serta Karisma Event Nusantara (KEN).
"Di mana program ini sebagai upaya terkait dengan diselenggarakannya event berkualitas yang menjadi ciri khas Indonesia, yang mengangkat nama Indonesia di kancah global," kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Pada kesempatan konferensi pers terkait progres program prioritas dan peningkatan daya saing pariwisata nasional tersebut, Widiyanti menggarisbawahi bahwa pelaksanaan sebuah acara memberikan dampak instan bagi kemajuan destinasi wisata.
Ia menilai, kehadiran berbagai gelaran dan aktivitas mampu membuka peluang kerja sekaligus kesempatan usaha bagi masyarakat setempat, pekerja seni, hingga pelaku bisnis, yang pada akhirnya memicu efek domino ekonomi di kawasan wisata.
Sebagai langkah konkret mendukung sektor ini, Event by Indonesia diluncurkan berupa wadah digital yang menyediakan informasi menyeluruh seputar aneka perhelatan di tanah air.
Melalui platform tersebut, masyarakat maupun turis dapat dengan mudah memantau kalender kegiatan mendatang, membeli tiket, memesan akomodasi, melihat susunan acara dan pengisi acara, hingga memperbarui informasi seputar kegiatan terkini.
Di sisi lain, Karisma Event Nusantara atau KEN dioptimalkan untuk mewadahi ekspresi budaya serta ruang kolaborasi melalui pelaksanaan berbagai acara di tingkat daerah.
Widiyanti mengungkapkan, rangkaian acara dalam kalender KEN 2026 yang bergulir sejak 1 Januari sampai 20 Juni 2026 telah sukses memikat hingga 2,46 juta wisatawan.
Selama periode tersebut, aktivitas pariwisata ini berhasil menggerakkan 7.204 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta menyerap 61.868 tenaga kerja yang terdiri dari pelaku seni dan anggota komunitas.
Nilai perputaran roda ekonomi yang tercipta dari seluruh rangkaian acara selama paruh pertama tahun ini dilaporkan menembus angka Rp196,97 miar.
Widiyanti juga memaparkan bahwa sepanjang 1 Januari hingga 20 Juni 2026, Kementerian Pariwisata telah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan 17 agenda berskala nasional dan delapan agenda bertaraf internasional.
Penyelenggaraan seluruh agenda nasional dan internasional itu tercatat melibatkan sebanyak 1.326 UMKM beserta lebih dari 18.016 pekerja seni dan anggota komunitas, sekaligus mendatangkan lebih dari 614.731 pengunjung.
Menteri Pariwisata memproyeksikan bahwa kehadiran sederet festival serta pertunjukan musik dalam skala masif di paruh kedua tahun 2026 akan memberikan dampak ekonomi yang jauh lebih besar.
Sejumlah pagelaran besar yang siap dihelat pada semester kedua tahun 2026 ini di antaranya adalah konser grup BTS yang mengusung tajuk "ARIRANG" BTS, konser The Weeknd bertajuk "After Hours Til Dawn Tour", hingga festival musik We The Fest.
Selain festival, ceruk bisnis pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions/MICE) diakui turut menyumbang keuntungan ekonomi yang sangat signifikan.
"Hingga akhir Juni terdapat 11 MICE yang sudah kami beri dukungan dan dua di antaranya sudah selesai dikaji dapatnya," kata Menteri Pariwisata.
"Dua event ini menghasilkan potensi transaksi yang fantastis, sebesar Rp485,5 miar, serta potensi devisa sekitar Rp347,6 miar," ia menambahkan.
Menteri Pariwisata merasa sangat optimis bahwa berbagai pergelaran dan aktivitas yang diagendakan hingga penghujung tahun 2026 bakal menyokong pertumbuhan ekonomi nasional secara positif.
Masyarakat yang ingin mengetahui jadwal lengkap kalender acara tahun 2026 dapat mengunjungi laman Visit Indonesia pada situs resmi indonesia.travel, lalu memilih menu Calendar of Events untuk informasi lebih mendalam.
"Kami mengajak masyarakat untuk menjadikan Calendar of Events tersebut sebagai referensi, temukan event yang sesuai dengan minat, luangkan waktu untuk menikmati berbagai pengalaman yang ditawarkan di destinasi-destinasi seluruh Indonesia," ujar Widiyanti.