5 Cara BPOM Cegah Keracunan Makanan Anak, Orangtua Wajib Tahu

5 Cara BPOM Cegah Keracunan Makanan Anak, Orangtua Wajib Tahu
Ilustrasi - Seorang anak yang sedang sakit perut karena keracunan. (Foto: NET)

JAKARTA – Kasus keracunan makanan pada anak dapat dipicu oleh konsumsi hidangan yang telah tercemar bakteri, virus, ataupun zat berbahaya lainnya. Efek dari kondisi ini tidak sekadar menimbulkan rasa mual, melainkan juga berisiko mengakibatkan diare hingga muntah secara terus-menerus. 

Oleh sebab itu, para orangtua mempunyai tanggung jawab untuk memastikan keamanan konsumsi sang buah hati, mulai dari tahap memasak hingga hidangan siap disajikan.

Melalui konten yang diunggah di akun Instagram resminya @bpom_ri pada Selasa (7/7/2026), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memaparkan lima tindakan praktis yang bisa diterapkan demi meminimalkan risiko keracunan makanan dalam lingkungan keluarga, khususnya pada anak-anak.

Tips Menghindari Keracunan Makanan pada Anak

Di bawah ini merupakan tindakan-tindakan yang dapat diterapkan untuk meminimalkan risiko keracunan makanan pada anak beserta keluarga.

1. Jaga Kebersihan Tangan Sebelum Mengolah Masakan

BPOM menegaskan bahwa menjaga higiene tangan merupakan langkah awal yang krusial dan tidak boleh dilewatkan ketika hendak menyiapkan hidangan. Proses mencuci tangan sepatutnya dipraktikkan sebelum serta sesudah menyentuh bahan pangan, terutama seusai memegang daging yang masih mentah.

Berdasarkan penjelasan BPOM, mikroba dan bakteri dapat bertransmisi dari tangan menuju ke makanan, sehingga memperbesar peluang terjadinya keracunan. Guna memperoleh kebersihan yang maksimal, basuhlah tangan menggunakan sabun di bawah air yang mengalir sekurangnya selama 20 detik.

"Cuci tangan menjadi langkah utama saat menyiapkan makanan," tulis BPOM.

2. Pastikan Hidangan Dimasak Sampai Benar-Benar Matang

Bukan cuma faktor higiene tangan yang perlu diperhatikan, para orangtua juga wajib memastikan tingkat kematangan hidangan sebelum diberikan kepada sang anak. BPOM memberikan peringatan agar komoditas seperti daging, ayam, dan telur diolah hingga matang secara sempurna demi mematikan bakteri yang merugikan.

Khusus untuk daging ayam, BPOM menganjurkan agar bagian dalam masakan menyentuh temperatur 75 derajat Celsius. Mengolah makanan dengan suhu yang pas dirasa mampu meminimalkan risiko keracunan sekaligus menjamin makanan tersebut layak konsumsi. Maka dari itu, BPOM mengimbau publik untuk senantiasa meneliti tingkat kematangan masakan sebelum dihidangkan.

3. Pisahkan Bahan Mentah dari Masakan Matang

Kekeliruan berikutnya yang patut diantisipasi yaitu mencampur bahan makanan mentah dengan masakan yang telah matang atau siap konsumsi. Menurut BPOM, bahan pangan mentah layaknya daging dan ikan berpotensi mengandung bakteri yang bisa berpindah ke masakan matang lewat mekanisme kontaminasi silang.

Sebagai langkah antisipasi, manfaatkanlah talenan serta wadah yang berbeda untuk mengelompokkan bahan mentah dan makanan matang.

"Memisahkan bahan mentah dan matang penting untuk mencegah kontaminasi silang dan menjaga makanan tetap higienis," tulis BPOM.

4. Hindari Konsumsi Makanan Kedaluwarsa atau yang Mencurigakan

BPOM turut mengingatkan publik agar tidak berspekulasi dengan menyantap produk pangan yang telah melewati batas tanggal kedaluwarsa. Selain memantau tanggal tersebut, publik pun dituntut jeli apabila makanan memperlihatkan perubahan pada aspek warna, tekstur, ataupun memicu aroma yang tidak lazim.

Indikasi perubahan tersebut dapat menjadi petunjuk bahwa produk pangan itu sudah tidak layak lagi untuk dikonsumsi.

"Lebih baik mencegah daripada menyesal, pastikan makanan yang dikonsumsi dalam kondisi baik dan aman," tulis BPOM.

5. Bersihkan Peralatan Dapur Seusai Digunakan

Tindakan pamungkas yang tidak kalah esensial ialah merawat kebersihan perlengkapan memasak. BPOM menyebutkan bahwa pisau, talenan, dan beragam perabot dapur lainnya dapat bertransformasi menjadi sarang perkembangan bakteri jika tidak dibasuh secara benar, terkhusus pasca-penggunaan untuk mengiris bahan mentah.

BPOM merekomendasikan agar seluruh perabot dicuci memakai sabun serta air panas demi hasil yang lebih bersih. Melalui perlengkapan yang higienis, potensi transmisi bakteri menuju ke makanan dapat ditekan.

Lewat publikasi tersebut, BPOM mengajak publik untuk senantiasa mengawal keamanan pangan yang diawali dari dapur rumah tangga masing-masing.

"Bersama, kami bisa cegah keracunan dengan menjaga kebersihan dan keamanan makanan," tulis BPOM dalam unggahan Instagram resminya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index