Bandara Husein Siap Diaktifkan Kembali, Sembilan Maskapai Tertarik

Bandara Husein Siap Diaktifkan Kembali, Sembilan Maskapai Tertarik
Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carriers Association (INACA), Bayu Sutanto. (Foto: NET)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah mempercepat seluruh proses persiapan demi mengaktifkan kembali Bandara Husein Sastranegara di Bandung untuk penerbangan komersial bertenaga jet.

Bersamaan dengan langkah akselerasi tersebut, gairah di industri penerbangan tampak mulai bangkit. Hal ini ditandai oleh ketertarikan sejumlah operator penerbangan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, yang mulai menjajaki peluang operasional di sana.

Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carriers Association (INACA), Bayu Sutanto, mengungkapkan bahwa mengacu pada data yang diperoleh dari PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), ada sekitar empat sampai lima maskapai domestik serta tiga hingga empat maskapai asing yang berminat kembali mengudara melalui Bandara Husein.

"Setahu kami ada 4-5 maskapai lokal dan 3-4 maskapai asing yang sudah berminat sesuai informasi dari pihak Angkasa Pura Indonesia. Saat ini baik pihak Angkasa Pura Indonesia maupun maskapai masih dalam tahap persiapan dan penjajakan," ujar Bayu, Rabu (8/7/2026).

Menurut penjelasan Bayu, konsentrasi pengelola bandara saat ini adalah mematangkan fasilitas Bandara Husein agar mampu melayani operasional pesawat jet berbadan sempit (narrow body), contohnya tipe Boeing 737 atau Airbus A320, demi memfasilitasi rute domestik dan internasional.

"Yang sedang dikerjakan pihak Angkasa Pura Indonesia adalah mempersiapkan Bandara Husein agar kembali bisa didarati dan diterbangi pesawat-pesawat jet narrow body seperti B737 atau A320 seperti dahulu, baik untuk penerbangan domestik maupun internasional," katanya.

Bayu mengimbuhkan bahwa operasional kembali Bandara Husein wajib memenuhi segala bentuk prasyarat keselamatan sekaligus keamanan penerbangan yang selaras dengan regulasi baku.

Terlebih, karena infrastruktur udara ini berstatus bandara sipil yang berada di lingkungan pangkalan militer (civil enclave), maka proses koordinasi bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara menjadi salah satu prosedur mutlak yang wajib dilewati.

"Syarat pengoperasian kembali sudah ada aturan dan prosedurnya sesuai regulasi keselamatan dan penerbangan yang berlaku. Selain itu karena Bandara Husein merupakan bandara sipil di dalam pangkalan militer, diperlukan koordinasi dengan pihak TNI," jelasnya.

Di sisi lain, mengenai kondisi Bandara Adi Sutjipto di Yogyakarta, Bayu memaparkan bahwa bandara itu sampai sekarang masih melayani penerbangan komersial berjadwal menggunakan armada pesawat turboprop yang dioperasikan oleh Citilink dan FlyJaya.

Ia menilai, lantaran Yogyakarta International Airport sudah beroperasi penuh, Bandara Adi Sutjipto tampaknya bakal tetap diprioritaskan bagi penerbangan tipe turboprop, charter, serta jet pribadi.

Sementara itu, Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim, menegaskan bahwa kesiapan operasional di Bandara Husein terus dimatangkan lewat pemenuhan segala aspek di bidang keselamatan, keamanan, pelayanan, hingga konektivitas penerbangan.

"InJourney Airports mendukung kebijakan pemerintah terkait optimalisasi Bandara Husein Sastranegara. Kami memastikan optimalisasi turut memperkuat konektivitas penerbangan domestik maupun internasional agar bandara ini dapat berkontribusi maksimal dalam mendukung pertumbuhan perekonomian dan pariwisata di Jawa Barat," kata Arie.

Berdasarkan keterangan Arie, proses diskusi yang dijalin bersama sejumlah maskapai membuahkan sinyal yang positif. 

Terdata ada enam maskapai yang memaparkan ketertarikan untuk membuka rute penerbangan jet reguler dari Bandung ke beberapa kota domestik, seperti Bali, Balikpapan, Pontianak, Padang, Lampung, Pekanbaru, Kualanamu, Makassar, Palembang, dan Surabaya.

Bukan hanya rute lokal, terdapat pula usulan pembukaan rute internasional dengan tujuan Singapura, Kuala Lumpur, serta Johor Bahru.

Demi menyokong kelancaran operasional tersebut, InJourney Airports telah mendatangkan armada kendaraan Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) tambahan, personel Aviation Security (Avsec), sekaligus meningkatkan performa fasilitas penunjang keamanan. 

Fasilitas tersebut meliputi mesin x-ray, walkthrough metal detector, handheld metal detector, jaringan CCTV, hingga instrumen proteksi lainnya yang sesuai dengan standardisasi penerbangan sipil.

Untuk diketahui, Kemenhub sebelumnya menargetkan seluruh kesiapan teknis operasional pesawat jet dapat rampung total pada 17 September 2026. Kendati demikian, skenario percepatan tetap disusun agar proses reaktivasi bandara bisa dimulai lebih awal, yakni pada 17 Agustus 2026.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengutarakan bahwa tahapan reaktivasi ini dijalankan secara bertahap dengan bersandarkan pada hasil kajian operasional serta safety assessment yang mendalam.

"Reaktivasi Bandar Udara Husein Sastranegara akan dilaksanakan secara bertahap dengan mengedepankan prinsip keselamatan, keamanan, dan kepatuhan terhadap seluruh regulasi penerbangan sipil. Kami telah menyetujui kajian operasional dan safety assessment sebagai dasar pelaksanaan reaktivasi, serta memastikan seluruh kebutuhan teknis dan operasional dipenuhi sebelum bandar udara kembali beroperasi secara optimal," ujar Lukman.

Ia menambahkan, demi memfasilitasi operasional armada pesawat sekelas Boeing 737-800 dan Airbus A320, Bandara Husein masih memerlukan pembenahan serta peningkatan infrastruktur. 

Hal itu mencakup overlay pada landas pacu dan taxiway, rekonstruksi area apron, peningkatan level Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) menjadi Kategori 7, penambahan unit kendaraan Aircraft Rescue and Fire Fighting (ARFF), penguatan aspek personel, hingga pembenahan fasilitas di area terminal.

Di samping itu, Kemenhub pun tengah mematangkan skenario penerapan sistem slot management guna memastikan operasional pesawat jet dapat berlangsung secara aman sekaligus efisien begitu bandara resmi dibuka kembali.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index