JAKARTA — Tren penurunan masih membayangi aset industri asuransi nonkomersial hingga periode Mei 2026. Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), akumulasi aset di sektor ini berada di angka Rp219,23 triliun, atau terkoreksi sebesar 2,07% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Penurunan ini terjadi di kala penghimpunan premi serta pembayaran klaim sebenarnya masih bergerak positif.
Sebagai informasi, lini asuransi nonkomersial merupakan program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, Taspen, serta Asabri.
Penyusutan nilai aset tersebut juga terlihat apabila disandingkan dengan catatan pada akhir tahun lalu. Nilai total aset asuransi nonkomersial terpangkas Rp1,05 triliun, dari sebelumnya Rp220,28 triliun pada Desember 2025 menjadi Rp219,23 triliun pada Mei 2026.
Di lain sisi, roda operasional pada asuransi nonkomersial justru memperlihatkan pertumbuhan. Angka premi yang berhasil dikumpulkan menyentuh Rp83,52 triliun sampai Mei 2026, atau tumbuh 6,32% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, grafik pembayaran klaim melonjak lebih tinggi, yakni sebesar 8,27% menjadi Rp86,47 triliun.
Secara menyeluruh, jumlah aset pada program perasuransian nasional berada di angka Rp1.197,04 triliun pada Mei 2026, naik 2,87% secara tahunan. Namun, jika diukur dari posisi akhir 2025, total aset industri ini sejatinya merosot Rp4,29 triliun dari nilai sebelumnya yang mencapai Rp1.201,33 triliun.
Untuk sektor asuransi komersial, nominal aset tercatat sebesar Rp977,81 triliun atau mengalami pertumbuhan 4,05% secara tahunan. Kendati demikian, angka tersebut tetap mengalami penurunan sebesar Rp3,24 triliun dari posisi Desember 2025 yang sempat menyentuh Rp981,05 triliun.
Dari aspek bisnis, perolehan premi asuransi komersial hingga Mei 2026 bertengger di angka Rp139,54 triliun, tumbuh tipis 0,67% secara tahunan.
Sektor asuransi jiwa menyokong pertumbuhan ini lewat kenaikan 5,87% menjadi Rp76,79 triliun, sedangkan sektor asuransi umum serta reasuransi masih melemah 5,03% ke angka Rp62,76 triliun. Nilai klaim pada industri asuransi komersial sendiri melompat 8,54% secara tahunan menjadi Rp91,79 triliun.
"Permodalan asuransi jiwa, asuansi umum, dan reasuransi mencatatkan RBC 481,2% dan 319,12%, di atas ketentuan 120%," kata Ogi Prastomiyono menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK dalam Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB Juni 2026, Selasa (7/7/2026).