Perbedaan Sunscreen Anak dan Dewasa yang Jarang Diketahui Orangtua

Perbedaan Sunscreen Anak dan Dewasa yang Jarang Diketahui Orangtua
Ilustrasi - Sunscreen. (Foto: NET)

JAKARTA – Hingga saat ini, sebagian orangtua masih merasa bingung mengenai boleh tidaknya anak-anak menggunakan produk sunscreen milik orang dewasa ketika sedang bepergian atau berlibur. 

Walaupun pada dasarnya hal itu diperbolehkan, dokter spesialis kulit memberikan peringatan bahwa ada sejumlah faktor krusial yang wajib diperhatikan sebelum membalurkannya pada kulit anak.

Perbedaan mendasar antara produk pelindung matahari untuk anak-anak dan orang dewasa nyatanya bukan cuma terletak pada tulisan di kemasannya saja. 

Berdasarkan penjelasan para dokter kulit, formula di dalam produk tersebut sengaja dirancang sedemikian rupa agar selaras dengan kondisi kulit anak yang tergolong jauh lebih sensitif ketimbang kulit orang dewasa. 

Melansir dari NBC News (9/7/2026), para ahli dermatologi memaparkan bahwa dengan memahami tipe kandungan di dalam sunscreen, orangtua dapat lebih mudah menentukan produk yang aman sekaligus bekerja secara optimal dalam menghalau paparan sinar ultraviolet (UV).

Perbedaan sunscreen anak dan dewasa

Seorang dokter spesialis kulit bersertifikat ganda sekaligus pendiri Prime Dermatology, Dr. Neha Chandan, mengutarakan bahwa letak perbedaan paling signifikan ada pada kandungan bahan aktif yang bertugas memproteksi kulit dari paparan matahari.

"Sunscreen untuk orang dewasa sering menggunakan filter kimia seperti avobenzone dan oxybenzone yang juga membuat hasil akhirnya tampak lebih transparan di kulit. Sementara formula untuk anak dan bayi hampir selalu menggunakan mineral seperti zinc oxide dan titanium dioxide karena lapisan kulit mereka lebih thin dan lebih mudah menyerap bahan kimia," ujar Chandan.

Dia menguraikan lebih lanjut bahwa cara kerja sunscreen kimia adalah dengan menyerap sinar UV terlebih dahulu kemudian mengubahnya menjadi energi panas di dalam lapisan kulit. 

Sistem kerja seperti ini berisiko menimbulkan iritasi pada kulit anak-anak yang masih sangat sensitif. Kebalikannya, sunscreen mineral beroperasi dengan menciptakan lapisan benteng di atas permukaan kulit yang langsung memantulkan radiasi sinar UV tanpa perlu masuk atau diserap ke dalam kulit.

"Sunscreen mineral bekerja seperti cermin mikroskopis yang memantulkan sinar matahari tanpa menghasilkan panas atau diserap kulit," jelas Chandan.

Apakah anak membutuhkan SPF lebih tinggi?

Kendati kulit yang dimiliki anak-anak cenderung lebih sensitif, hal tersebut bukan berarti mereka mewajibkan penggunaan produk dengan tingkat SPF yang jauh lebih tinggi daripada orang dewasa. 

Chandan mengemukakan bahwa rentang SPF 30 sampai dengan SPF 50 sebetulnya sudah sangat memadai dalam memberikan proteksi, baik bagi kalangan anak-anak maupun orang dewasa.

"Saya merekomendasikan minimal SPF 30 hingga 50 untuk semua orang. SPF di atas 50 hanya memberikan tambahan perlindungan yang sangat kecil, tetapi biasanya membuat tekstur sunscreen lebih tebal sehingga orangtua enggan menggunakannya," katanya.

Dia juga menambahkan bahwa poin yang jauh lebih esensial ketimbang sekadar memburu angka SPF yang tinggi adalah dengan mengaplikasikan cairan sunscreen dalam takaran yang pas serta melakukan pengulangan aplikasi setiap dua jam sekali.

Hal yang perlu diperhatikan saat memilih sunscreen anak

Di samping memastikan angka SPF yang tepat, para pakar juga mengimbau kalangan orangtua untuk mencermati beberapa aspek krusial lainnya sebelum memutuskan membeli sebuah produk sunscreen.

 Langkah awal yaitu dengan mengutamakan jenis sunscreen mineral yang mengantongi kandungan titanium dioxide atau zinc oxide, khususnya apabila ditujukan untuk anak-anak dengan kondisi kulit yang sensitif.

Seorang dokter spesialis kulit yang berpraktik di Golden State Dermatology, Dr. William Kwan, turut memberikan wanti-wanti kepada para orangtua agar senantiasa memilih produk yang dipastikan benar-benar tanpa pewangi.

Menurut penuturan Kwan, label berupa fragrance-free mempunyai arti yang berlainan dengan istilah unscented. 

Produk dengan label unscented berpotensi masih menyimpan kandungan bahan pewangi kimia tertentu yang difungsikan untuk menyamarkan bau asli dari bahan baku, sementara label fragrance-free menjadi jaminan bahwa produk tersebut sama sekali tidak menggunakan zat pewangi tambahan apa pun di dalamnya.

Bukan hanya itu, Chandan turut memberikan masukan agar para orangtua sedapat mungkin menghindari pemakaian sunscreen berwujud semprotan (spray) untuk anak-anak yang usianya masih kecil.

"Bukan karena kandungannya, tetapi karena ada risiko terhirup dan kebanyakan orangtua juga mengoleskannya dalam jumlah yang kurang. Lotion dan stik cenderung lebih aman serta lebih mudah memastikan kulit terlindungi dengan baik," ujarnya.

Kendati demikian, para dokter spesialis menegaskan bahwa tabir surya milik orang dewasa pada prinsipnya masih tetap dapat diaplikasikan kepada anak-anak apabila berada dalam situasi mendesak atau tidak ada alternatif produk lain, khususnya jika produk dewasa tersebut mengusung formula mineral yang berkarakter lembut bagi kulit. 

Hal yang paling krusial untuk dipastikan adalah sunscreen tersebut diaplikasikan secara merata sesuai keperluan, serta diaplikasikan kembali secara berkala agar fungsi perlindungan terhadap sengatan matahari tetap berjalan secara maksimal.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index