TNI AL

Seratus Personel TNI AL Dilatih Italia Calon Awak Kapal Induk Garibaldi

Seratus Personel TNI AL Dilatih Italia Calon Awak Kapal Induk Garibaldi
Seratus Personel TNI AL Dilatih Italia Calon Awak Kapal Induk Garibaldi

JAKARTA - Rencana penguatan armada laut Indonesia memasuki babak baru dengan persiapan sumber daya manusia. 

Sebelum kapal induk Giuseppe Garibaldi resmi beroperasi di bawah TNI AL, proses pembinaan awak telah disiapkan lebih awal melalui program pelatihan di luar negeri.

Kementerian Pertahanan memastikan langkah ini menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan operasional. Pelatihan tidak hanya menyasar kemampuan teknis, tetapi juga pengalaman langsung di atas kapal guna membentuk kompetensi khusus sebagai awak kapal induk.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan 100 personel TNI AL akan dikirim ke Italia untuk menjalani pelatihan sebelum menjadi awak kapal induk Giuseppe Garibaldi.

"Sekitar 100 personel direncanakan akan mengikuti pelatihan di Italia, termasuk pelatihan langsung di kapal selama proses pelayaran dari Italia menuju Indonesia," kata Rico saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Jumat.

Pelatihan Langsung Di Italia

Rico menjelaskan, pelatihan tersebut merupakan tahapan awal pembinaan calon awak kapal sebelum kapal induk itu beroperasi di bawah TNI AL. Program ini dirancang agar para prajurit memahami sistem dan karakteristik kapal secara menyeluruh.

Mereka tidak hanya menerima materi di darat, tetapi juga berkesempatan mengikuti pelayaran dari Italia menuju Indonesia. Pengalaman ini dinilai penting untuk membentuk kesiapan mental dan teknis dalam mengoperasikan kapal berukuran besar dengan kompleksitas tinggi.

Namun demikian, Rico tidak menjelaskan kapan pelatihan tersebut akan berlangsung. Dia hanya memastikan para personel yang dipilih merupakan prajurit terbaik TNI AL yang memiliki pengalaman di bidang perkapalan baik secara teknis maupun praktik.

Seleksi ketat menjadi bagian dari proses ini karena kapal induk membutuhkan awak dengan kemampuan khusus. Keahlian di bidang navigasi, teknis mesin, hingga pengoperasian sistem tempur menjadi syarat utama.

Kebutuhan Ratusan Pelaut Profesional

Sebelumnya, Asisten Operasi Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Muda Yayan Sofiyan mengatakan TNI AL harus menyiapkan kurang lebih 500 pelaut untuk menjadi awak calon kapal induk Indonesia Giuseppe Garibaldi.

"Personelnya itu ada sekitar 500 pelaut yang harus mengawaki. Dari mulai sekarang sampai level perwiranya harus memiliki kompetensi kompetensi khusus sebagai pengawak kapal induk," kata Yayan dalam diskusi bertajuk Indonsia's Blue Water Transition: Why High-Value ASW atau AAW Assets Will Decide Its Credibility yang digelar secara daring, Rabu (25/2).

Yayan melanjutkan jumlah kru kapal bahkan diperkirakan bisa lebih dari 500 karena belum mencakup kru tidak inti yakni di luar kru navigasi hingga penerbang. Artinya, kebutuhan personel dapat berkembang sesuai dengan kompleksitas operasional kapal.

Persiapan ini menunjukkan bahwa pengoperasian kapal induk bukan sekadar menghadirkan alutsista baru. Diperlukan kesiapan menyeluruh, mulai dari sumber daya manusia hingga dukungan teknis pendukung lainnya.

Persiapan Infrastruktur Dan Logistik

Selain kru, jajaran TNI AL juga harus mempersiapkan infrastruktur pendukung kapal induk seperti tempat bersandar dan kebutuhan teknis lain yang harus dimiliki kapal. Fasilitas pelabuhan dan sistem perawatan menjadi bagian penting agar operasional berjalan optimal.

Belum lagi kebutuhan logistik untuk para kru yang akan bertugas di kapal dalam waktu lama. Pengaturan suplai makanan, bahan bakar, hingga perbekalan teknis harus dirancang dengan perhitungan matang.

"Bisa kita bayangkan sandar di suatu tempat membutuhkan dukungan logistik kru yang 500. Itu hanya kru inti saja. Kru untuk penerbangan, sistem aviation dan sebagainya," kata Yayan.

Pernyataan tersebut menggambarkan besarnya tanggung jawab yang harus dipersiapkan. Kapal induk membawa konsekuensi operasional yang jauh lebih kompleks dibandingkan kapal perang berukuran lebih kecil.

Menunggu Proses Akuisisi

Walau harus melakukan banyak persiapan, Yayan meyakini TNI AL siap untuk memenuhi kebutuhan tersebut demi pengoperasian kapal induk maksimal. Keyakinan ini didasarkan pada pengalaman dan komitmen penguatan pertahanan laut Indonesia.

Hingga saat ini, TNI AL masih menunggu proses akuisisi yang berjalan di tingkat Kementerian Pertahanan dan pihak Italia serta Fincantieri selaku galangan kapal. Proses tersebut menjadi bagian administratif sebelum kapal resmi bergabung dalam jajaran armada.

Langkah pengiriman 100 personel ke Italia menandai keseriusan pembinaan awal awak kapal. Persiapan sumber daya manusia dinilai sama pentingnya dengan pengadaan kapal itu sendiri.

Dengan tahapan pelatihan, pemenuhan kru hingga penyiapan infrastruktur, proses menuju pengoperasian kapal induk dilakukan secara bertahap. Semua langkah tersebut diarahkan untuk memastikan ketika Giuseppe Garibaldi resmi beroperasi, TNI AL telah memiliki kesiapan personel dan sistem pendukung yang memadai.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index