JAKARTA - Awal perdagangan Selasa menghadirkan nuansa optimisme di pasar saham domestik.
Indeks Harga Saham Gabungan kembali menunjukkan pergerakan positif sejak bel pembukaan dibunyikan. Kinerja ini menjadi perhatian pelaku pasar yang mencermati arah lanjutan indeks di tengah dinamika global.
Indeks Harga Saham Gabungan IHSG pada pagi ini dibuka ke zona hijau. Pada pembukaan perdagangan Selasa, 24 Februari 2026, IHSG berada di posisi 8.428,050. Level tersebut menandai kelanjutan sentimen positif dari sesi sebelumnya.
Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.25 WIB, IHSG menguat 9,818 poin setara 0,12 persen ke level 8.405,901. IHSG berada di level tertinggi 8.437,089 dan terendah 8.393,636. Pergerakan ini mencerminkan fluktuasi yang masih terkendali pada awal sesi.
Penguatan tipis namun konsisten ini memberi ruang bagi investor untuk memanfaatkan momentum. Kenaikan di awal perdagangan sering menjadi indikator minat beli yang masih terjaga. Meski demikian, arah lanjutan tetap dipengaruhi sentimen eksternal.
Pergerakan Saham Dan Nilai Transaksi Pagi Ini
Adapun sebanyak 227 saham emiten menguat pada perdagangan pagi ini. Sementara, 317 saham lainnya melemah dan 176 saham stagnan. Komposisi ini menunjukkan pergerakan yang cukup berimbang meski indeks berada di zona hijau.
Untuk sementara, total transaksi yang tercatat sebanyak Rp3,719 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 8,135 miliar saham. Aktivitas tersebut mencerminkan partisipasi pelaku pasar yang cukup aktif sejak pagi. Likuiditas tetap terjaga pada awal perdagangan.
Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp15.173,251 triliun. Nilai kapitalisasi ini menegaskan posisi pasar saham Indonesia yang masih berada pada level besar. Stabilitas kapitalisasi turut menjadi perhatian investor institusi.
Meski lebih banyak saham yang melemah dibanding menguat, bobot kapitalisasi saham tertentu mampu menopang indeks. Hal ini membuat IHSG tetap berada di zona positif. Rotasi sektor dan saham unggulan menjadi faktor penentu arah indeks.
Sentimen Global Dan Pengaruh Komoditas
Riset harian Korea Investment dan Sekuritas Indonesia KISI menyebutkan, IHSG ditutup lebih tinggi sebesar 124 poin, didukung oleh pembelian saham saham berkapitalisasi besar dan komoditas di tengah sentimen global yang positif setelah Mahkamah Agung AS membatalkan kebijakan tarif Trump. Faktor global ini memberi dorongan psikologis bagi pelaku pasar.
Dari sektor komoditas, harga minyak turun seiring meredanya ketegangan AS Iran dan berkurangnya risiko gangguan pasokan, sementara kekhawatiran baru terkait tarif membebani prospek permintaan. Penurunan minyak kerap berdampak pada saham berbasis energi.
Harga emas naik didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe haven akibat memanasnya ketegangan perdagangan global dan risiko geopolitik di Timur Tengah. Kenaikan emas sering menjadi sinyal kehati hatian investor global. Aset lindung nilai biasanya diminati saat ketidakpastian meningkat.
Sementara itu, harga tembaga melemah setelah kenaikan tarif baru AS meningkatkan kekhawatiran terhadap pertumbuhan global, sehingga menekan prospek permintaan logam industri. Pelemahan tembaga dapat memengaruhi saham sektor pertambangan. Kombinasi pergerakan komoditas ini memberi warna tersendiri bagi IHSG.
Peluang Penguatan Terbatas IHSG Hari Ini
Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG berpeluang menguat terbatas di rentang 8,270 sampai 8,455 hari ini. Proyeksi ini disampaikan analis KISI dalam risetnya. Rentang tersebut menjadi panduan teknikal bagi pelaku pasar.
Keputusan Bank Indonesia menahan suku bunga serta rilis peningkatan uang beredar M2 menopang optimisme. Faktor domestik ini dinilai memberikan dukungan fundamental terhadap stabilitas pasar. Likuiditas yang terjaga dapat membantu menjaga sentimen positif.
Namun demikian, bayang bayang risiko tarif Trump masih menjadi perhatian. Ketidakpastian kebijakan perdagangan global berpotensi memicu volatilitas sewaktu waktu. Investor diharapkan tetap waspada terhadap perkembangan eksternal.
Dengan mempertimbangkan sentimen global, pergerakan komoditas, dan kebijakan domestik, IHSG memiliki peluang melanjutkan penguatan meski terbatas. Strategi selektif pada saham berkapitalisasi besar dan sektor tertentu menjadi pilihan banyak pelaku pasar. Disiplin terhadap manajemen risiko tetap menjadi kunci di tengah dinamika yang berkembang.