JAKARTA - Awal tahun 2026 menjadi momentum penting bagi industri otomotif nasional, terutama di segmen kendaraan listrik.
Di tengah pertumbuhan pasar otomotif yang relatif moderat, justru penjualan mobil listrik menunjukkan akselerasi yang sangat tajam. Fenomena ini menandai perubahan preferensi konsumen yang semakin terbuka terhadap teknologi ramah lingkungan.
Penjualan kendaraan listrik EV di Indonesia mengalami lonjakan signifikan pada awal tahun 2026. Data terbaru menunjukkan total penjualan EV mencapai sekitar 8.000 unit, meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sekitar 2.500 unit. Kenaikan drastis ini menjadi indikator kuat meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan berbasis listrik.
Sementara itu, total pasar otomotif nasional hanya bertumbuh tipis sekitar 3 persen, naik dari 62 ribu menjadi 64 ribu unit. Hal ini menunjukkan keberhasilan segmen kendaraan listrik menjadi motor penggerak utama dalam pertumbuhan industri otomotif di Indonesia saat ini.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa kontribusi EV terhadap total penjualan kendaraan semakin besar. Pertumbuhan yang jauh melampaui pasar konvensional menjadi sinyal bahwa transformasi menuju elektrifikasi mulai memasuki fase percepatan.
Dominasi BYD Di Pasar Kendaraan Listrik
Di balik pertumbuhan pesat tersebut, produsen asal Tiongkok, BYD, tampil sebagai pemain paling dominan. Strategi produk yang agresif dan fokus pada segmen yang diminati konsumen menjadi salah satu faktor kunci keberhasilannya.
Penjualan EV BYD mencapai sekitar 5.200 unit pada Januari 2026, melonjak hampir lima kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Pangsa pasar elektrik BYD kini menembus lebih dari 60 persen. Angka tersebut menempatkan BYD sebagai pemimpin pasar kendaraan listrik di Indonesia saat ini.
Mayoritas penjualan BYD berasal dari model SUV yang semakin diminati konsumen Indonesia. SUV menawarkan keunggulan seperti posisi berkendara yang lebih tinggi dan ruang kabin yang luas, cocok untuk keperluan keluarga maupun perjalanan jarak jauh. Karakteristik ini selaras dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia.
Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, menyatakan bahwa peningkatan penjualan menunjukkan semakin kuatnya penerimaan konsumen terhadap teknologi kendaraan listrik. Luther menyebut bahwa kepercayaan ini tercermin dari pertumbuhan pesat penjualan BYD dan pangsa pasar yang besar.
Peluncuran Varian SUV Terbaru
Untuk memperkuat posisinya, BYD memperkenalkan model baru dalam ajang otomotif nasional. Langkah ini dilakukan guna menjawab kebutuhan konsumen yang semakin beragam, terutama di segmen SUV listrik yang sedang naik daun.
Menjawab kebutuhan pasar, BYD meluncurkan dua varian SUV terbaru pada ajang Indonesia International Motor Show 2026, yaitu BYD ATTO 3 Advanced Plus dan BYD Sealion 7 Extended. Peluncuran ini melengkapi jajaran SUV listrik BYD yang sudah dipasarkan di Indonesia.
BYD ATTO 3 Advanced Plus diposisikan sebagai medium SUV dengan fokus pada penggunaan harian. Model ini dirancang untuk konsumen yang mengutamakan efisiensi, kenyamanan, serta kemudahan dalam mobilitas perkotaan maupun perjalanan rutin.
Sementara itu, BYD Sealion 7 Extended hadir sebagai high SUV dengan keunggulan performa tinggi, kenyamanan premium, serta jarak tempuh lebih jauh. Kehadiran dua model ini memperluas pilihan konsumen dari segmen medium hingga high SUV listrik.
Tren Pasar Otomotif Dan Masa Depan Elektrifikasi
Pertumbuhan pesat kendaraan listrik kini menjadi faktor kunci dalam menjaga kinerja industri otomotif nasional di tengah pasar kendaraan yang hanya tumbuh moderat. Lonjakan penjualan EV menunjukkan bahwa preferensi konsumen mulai beralih ke kendaraan ramah lingkungan.
Segmen SUV menjadi salah satu pendorong utama peningkatan permintaan EV berkat kepraktisan dan kenyamanan yang ditawarkannya. Hal ini menegaskan bahwa kendaraan listrik tidak hanya menjadi pilihan alternatif, tetapi juga solusi utama bagi mobilitas masa depan di Indonesia.
Pemerintah dan pelaku industri secara bersama-sama terus mendorong akselerasi adopsi kendaraan listrik melalui berbagai insentif dan pengembangan infrastruktur pendukung. Dukungan tersebut menjadi fondasi penting dalam mempercepat ekosistem kendaraan listrik nasional.
Data penjualan dan strategi produk BYD memberikan gambaran yang jelas bahwa transformasi industri otomotif Indonesia saat ini bergerak cepat menuju elektrifikasi. Dengan dukungan teknologi dan kepercayaan pasar, kendaraan listrik diprediksi akan semakin menguat posisi pasarnya sepanjang 2026 dan seterusnya.