JAKARTA - Pasar mobil listrik harga terjangkau di Indonesia kini memasuki babak persaingan yang semakin sengit.
Di rentang Rp200 jutaan, konsumen disuguhkan dua pilihan menarik dengan karakter berbeda namun sama-sama menggoda. Pertarungan ini bukan sekadar soal harga, tetapi juga menyangkut fitur, performa, hingga kekuatan merek di pasar nasional.
Perang mobil listrik murah di Indonesia semakin panas. Dua nama yang belakangan ini paling sering dibandingkan adalah BYD Atto 1 dan Geely EX2. Keduanya bermain di segmen small city car listrik dengan harga Rp200 jutaan, namun menawarkan pendekatan berbeda dari sisi fitur, performa, hingga strategi brand di Tanah Air.
Perbandingan ini menjadi sorotan setelah dibahas oleh reviewer otomotif Jason Natanhiel di kanal YouTube-nya. Banyak calon konsumen yang galau menentukan pilihan, mengingat keduanya sama-sama menawarkan value menarik dengan latar belakang brand besar asal China. Lantas, jika harus memilih, mana yang lebih unggul?
Adu Harga Dan Value Yang Ditawarkan
Secara harga OTR Jakarta, BYD Atto 1 varian Dynamic berada di kisaran Rp249 jutaan. Sementara Geely EX2 varian Pro dibanderol sekitar Rp259 jutaan untuk harga promo awal, dan bisa lebih tinggi jika promo berakhir. Selisih sekitar Rp10 jutaan di kelas harga ini tentu cukup terasa bagi pembeli di segmen entry EV.
Namun Geely memberikan wall charger dalam paket pembelian, yang jika dihitung bernilai belasan juta rupiah. Di sisi lain, Atto 1 hanya menyediakan portable charger, meski bagi sebagian pengguna city car, itu sudah lebih dari cukup. Perbedaan paket ini menjadi pertimbangan penting dalam menghitung total value.
Dari sisi biaya operasional, keduanya hampir identik. Konsumsi listrik Geely EX2 berada di kisaran 8,4 km per kWh, sementara Atto 1 sekitar 8,5 km per kWh. Dengan asumsi pemakaian 15.000 km per tahun, biaya listriknya hanya sekitar Rp3 jutaan per tahun, jauh lebih hemat dibanding mobil bensin.
Soal resale value, BYD sedikit lebih diunggulkan karena penjualannya sudah terbukti tinggi di Indonesia. Bahkan dalam tiga bulan pertama distribusi penuh, Atto 1 disebut mampu mencatat lebih dari 22 ribu unit terjual dan menjadi EV terlaris 2025. Faktor jaringan dealer yang sudah mencapai sekitar 80 titik juga memberi rasa aman bagi konsumen.
Kekuatan Brand Dan Strategi Pasar
Baik BYD maupun Geely bukan pemain kecil. Di China, keduanya termasuk raksasa otomotif listrik dengan portofolio global yang kuat. Geely dikenal memiliki berbagai sub brand internasional serta kepemilikan saham di merek premium Eropa.
Sementara BYD berawal sebagai produsen baterai dan kini menjadi salah satu raksasa EV dunia. Blade Battery berbasis LFP yang mereka kembangkan sendiri dikenal aman dan efisien. Bahkan di China, sembilan dari 20 mobil listrik terlaris berasal dari BYD.
Namun di Indonesia, BYD dinilai lebih unggul dalam brand presence. Selain sudah lebih dulu masuk pasar sejak awal 2024, BYD juga tengah membangun pabrik yang direncanakan beroperasi pada 2026. Geely memang agresif, tetapi masih dalam tahap ekspansi awal meski telah merakit lokal melalui kerja sama dengan PT Handal.
Fitur Dan Performa Di Atas Kertas
Jika berbicara spesifikasi, Geely EX2 terlihat lebih superior. EX2 mengusung motor 115 PS dengan torsi 150 Nm dan konfigurasi penggerak roda belakang RWD. Akselerasi 0 sampai 100 km per jam diklaim sekitar 11,5 detik, bahkan bisa tembus di bawah 10 detik dalam beberapa pengujian media.
Baterainya 40,8 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 395 km NEDC. Sementara BYD Atto 1 menggunakan motor 74 PS dengan torsi 135 Nm dan penggerak roda depan FWD. Akselerasi 0 sampai 100 km per jam berada di kisaran 14 detik dengan jarak tempuh maksimal sekitar 380 km NEDC untuk versi tertinggi.
Dari sisi fitur, EX2 menawarkan ADAS Level 2, layar head unit lebih besar dengan sistem operasi Flyme OS, ambient light, serta kabin yang terasa lebih lega dan modern. Bagasinya pun lebih luas, bahkan dilengkapi frunk 70 liter di depan.
Namun Atto 1 bukan tanpa keunggulan. Mobil ini sudah mendukung Apple CarPlay dan Android Auto secara wireless, memiliki TPMS detail yang menampilkan tekanan tiap ban, aplikasi IoV untuk kontrol kendaraan via smartphone, serta meraih rating keselamatan bintang lima dari Australia NCAP dan Euro NCAP.
Pertimbangan Akhir Sebelum Membeli
Di atas kertas EX2 menang tenaga dan di jalan terasa lebih agresif. Mode sport menghadirkan respons instan dengan dorongan torsi kuat, sementara konfigurasi RWD membuat distribusi bobot lebih seimbang dan handling stabil. Suspensinya cenderung lebih empuk dan nyaman untuk berbagai kondisi jalan.
Sebaliknya, Atto 1 menawarkan karakter suspensi lebih firm dan minim ayunan saat melewati gelombang besar. Posisi duduknya dinilai lebih ergonomis bagi postur rata-rata pengemudi Indonesia. Dalam hal kedap kabin, keduanya berada di atas rata-rata untuk harga Rp200 jutaan.
Memilih antara BYD Atto 1 dan Geely EX2 bukan perkara mudah. Jika mengutamakan tenaga besar, fitur lengkap, kabin lega, serta sensasi berkendara modern, Geely EX2 menjadi pilihan rasional. Namun jika mencari jaringan dealer kuat, potensi resale value, serta harga sedikit lebih terjangkau, BYD Atto 1 tetap sangat menarik.