Infrastruktur

WSBP Bangun Laboratorium L-SSIT Unud Perkuat Infrastruktur Pendidikan Nasional

WSBP Bangun Laboratorium L-SSIT Unud Perkuat Infrastruktur Pendidikan Nasional
WSBP Bangun Laboratorium L-SSIT Unud Perkuat Infrastruktur Pendidikan Nasional

JAKARTA - Upaya penguatan infrastruktur pendidikan tinggi kembali mendapat dorongan melalui proyek pembangunan laboratorium modern di Bali. 

Fasilitas ini dirancang untuk menunjang riset dan pengembangan teknologi, sekaligus memperluas kapasitas pembelajaran berbasis sistem cerdas di perguruan tinggi.

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) meraih kontrak pembangunan Gedung Laboratorium Smart System and Integrated Technologies (L-SSIT) Universitas Udayana, Bali, dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Proyek ini menjadi bagian penting dalam penguatan sarana akademik berbasis teknologi terintegrasi.

Dalam proyek tersebut, WSBP bertindak sebagai kontraktor pelaksana yang bertanggung jawab atas keseluruhan pekerjaan konstruksi, mulai dari tahap persiapan, pekerjaan galian, struktur, arsitektur, hingga mechanical, electrical, and plumbing (MEP) yang menjadi komponen vital laboratorium modern.

Pembangunan laboratorium ini diharapkan mampu mendukung kebutuhan fasilitas riset berstandar tinggi. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, perguruan tinggi diharapkan semakin kompetitif dalam pengembangan inovasi dan teknologi.

Komitmen terhadap mutu dan ketepatan waktu

Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP, Fandy Dewanto, mengatakan perseroan berkomitmen memastikan setiap tahapan pekerjaan dijalankan tepat waktu dan sesuai standar mutu. Komitmen tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan menjaga reputasi di sektor konstruksi.

“Kami selaku penyedia jasa konstruksi berkomitmen untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan dijalankan tepat waktu dan sesuai standar mutu, sehingga menghasilkan bangunan berkualitas yang dapat mendukung sarana dan prasarana pendidikan secara optimal,” ujar Fandy dalam keterangan resmi.

Pernyataan tersebut menegaskan fokus perusahaan pada kualitas hasil akhir bangunan. Standar mutu yang diterapkan tidak hanya mencakup struktur fisik, tetapi juga sistem penunjang laboratorium yang presisi.

Laboratorium modern membutuhkan dukungan MEP yang terintegrasi agar operasional berjalan optimal. Karena itu, setiap detail teknis menjadi perhatian dalam pelaksanaan proyek ini.

Penandatanganan kontrak dan dukungan institusi

Kontrak pembangunan Gedung Laboratorium L-SSIT Universitas Udayana ditandatangani pada Jumat (20/2) di Gedung Rektorat Universitas Udayana. Penandatanganan ini menandai dimulainya tahap pelaksanaan konstruksi.

WSBP diwakili Direktur Operasional Itung Prasaja dan disaksikan Direktur Utama WSBP Anak Agung Gede Sumadi. Kehadiran jajaran pimpinan menunjukkan keseriusan perseroan dalam proyek tersebut.

Sementara Universitas Udayana diwakili Prof. Dr. Ir. Lie Jasa, MT, IPU, ASEAN Eng selaku Pejabat Pembuat Komitmen Konstruksi. Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antara institusi pendidikan dan sektor konstruksi nasional.

Melalui penandatanganan kontrak tersebut, kedua belah pihak sepakat menjalankan proyek sesuai spesifikasi teknis dan jadwal yang telah ditetapkan. Proses konstruksi akan diawasi secara ketat demi memastikan kualitas bangunan.

Dukungan terhadap riset dan inovasi teknologi

Pembangunan laboratorium tersebut diharapkan mendukung penguatan riset dan pengembangan teknologi di lingkungan Universitas Udayana. Fokus utamanya berada pada bidang sistem cerdas dan teknologi terintegrasi.

Kehadiran fasilitas laboratorium yang representatif dinilai penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan inovasi di perguruan tinggi. Sarana ini memungkinkan mahasiswa dan peneliti melakukan eksperimen dengan dukungan peralatan modern.

Laboratorium L-SSIT juga dirancang untuk menjawab kebutuhan riset yang semakin kompleks. Integrasi sistem cerdas menjadi salah satu aspek yang relevan dengan perkembangan teknologi global.

Dengan infrastruktur yang memadai, diharapkan lahir inovasi baru yang dapat berkontribusi pada pengembangan industri dan teknologi nasional. Proyek ini menjadi bagian dari investasi jangka panjang di sektor pendidikan tinggi.

Penguatan portofolio sektor pendidikan

Sebelumnya, WSBP juga mengerjakan sejumlah proyek konstruksi di sektor pendidikan. Beberapa di antaranya pembangunan Mess Kadet dan Laboratorium Universitas Pertahanan di Sentul.

Selain itu, perusahaan juga membangun UNIPI PERSIS di Bandung serta proyek Politeknik Negeri Madura (Poltera) yang saat ini masih berjalan. Deretan proyek tersebut memperlihatkan pengalaman WSBP dalam menangani fasilitas pendidikan.

Proyek pembangunan Laboratorium L-SSIT menjadi bagian dari upaya WSBP memperkuat portofolio di sektor pendidikan. Perseroan melihat sektor ini memiliki potensi pertumbuhan berkelanjutan.

Perseroan menyatakan akan menjalankan setiap proyek dengan mengedepankan tata kelola perusahaan, efektivitas, efisiensi, serta standar kualitas guna memberikan manfaat berkelanjutan. Melalui proyek ini, WSBP menegaskan perannya dalam mendukung peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index