Kripto

Harga Bitcoin Melemah Pasar Kripto Tertekan Sentimen Global Investor Waspada

Harga Bitcoin Melemah Pasar Kripto Tertekan Sentimen Global Investor Waspada
Harga Bitcoin Melemah Pasar Kripto Tertekan Sentimen Global Investor Waspada

JAKARTA - Gelombang kehati hatian kembali menyelimuti pasar aset digital pada awal pekan ini. 

Alih alih melanjutkan reli, mayoritas kripto berkapitalisasi besar justru bergerak di zona merah. Tekanan jual yang muncul merata menandakan sentimen global masih rapuh.

Data dari CoinMarketCap menunjukkan pelemahan terjadi hampir di seluruh lini. Beberapa aset utama mencatat koreksi cukup dalam dalam 24 jam terakhir. Kondisi ini mempertegas dominasi tekanan dibanding minat beli.

Pelaku pasar tampak mengurangi eksposur terhadap aset berisiko. Fluktuasi global serta ketidakpastian kebijakan moneter kembali menjadi faktor utama. Situasi tersebut membuat pasar kripto membuka pekan dengan nuansa muram.

Aset aset digital yang sebelumnya sempat menguat kini terkoreksi. Investor memilih menunggu kejelasan arah pasar berikutnya. Sentimen risk on dan risk off berganti cepat dalam beberapa hari terakhir.

Bitcoin Gagal Pertahankan Momentum

Bitcoin sebagai pemimpin pasar tidak mampu menjaga momentum setelah mendekati level psikologis US$70.000. Pada perdagangan Senin 16 Februari 2026 pukul 10.05 WIB, Bitcoin berada di posisi US$68.758,74. Harga tersebut turun 1,43% dalam sehari dan melemah 2,30% dalam sepekan.

Kapitalisasi pasar Bitcoin ikut menyusut menjadi sekitar US$1,37 triliun atau setara Rp23.126 triliun. Penyusutan ini mencerminkan sikap investor yang kembali waspada terhadap aset berisiko. Posisi tersebut menunjukkan bahwa reli sebelumnya belum sepenuhnya solid.

Penurunan harian dan mingguan memperlihatkan adanya tekanan berlapis. Selain faktor teknikal, sentimen eksternal ikut memengaruhi. Investor jangka pendek terlihat melakukan aksi ambil untung.

Kondisi ini menempatkan Bitcoin pada fase konsolidasi. Pelaku pasar kini memantau apakah level support mampu bertahan. Arah selanjutnya sangat dipengaruhi sentimen global.

Ethereum Dan Dogecoin Terpukul Dalam

Tekanan lebih tajam dialami Ethereum yang ambles 5,61% ke level US$1.966,63 dalam 24 jam terakhir. Secara mingguan, Ethereum juga terkoreksi 5,87%. Koreksi ini menempatkannya sebagai salah satu aset dengan penurunan signifikan.

Sementara itu, Dogecoin menjadi yang paling terpukul secara harian. DOGE turun 7,64% ke US$0,1025 dalam 24 jam terakhir. Meski demikian, koin ini masih mencatat kenaikan 6,10% dalam tujuh hari terakhir.

Pergerakan Dogecoin kembali menegaskan karakter volatilnya yang ekstrem. Fluktuasi tajam kerap terjadi dalam waktu singkat. Investor harus menghadapi risiko tinggi dalam pergerakan harga.

Koreksi pada Ethereum dan Dogecoin memperlihatkan tekanan luas di pasar altcoin. Aksi jual tampak mendominasi sesi perdagangan. Kondisi ini memperbesar ketidakpastian jangka pendek.

Stablecoin Jadi Tempat Berlindung

Di tengah gejolak pasar, aset stablecoin justru menjadi pilihan perlindungan. Tether bertahan di kisaran US$0,9994 tanpa perubahan berarti. Stabilitas ini mencerminkan fungsinya sebagai penyeimbang saat volatilitas meningkat.

Selain itu, USD Coin naik tipis 0,01% ke US$1,00. Pergerakan tersebut menunjukkan kestabilan yang tetap terjaga. Stablecoin kembali berperan sebagai parkiran dana sementara.

Fenomena ini umum terjadi ketika pasar kripto diliputi ketidakpastian. Investor memindahkan dana untuk menghindari fluktuasi tajam. Arus tersebut menahan tekanan likuiditas lebih dalam.

Peralihan dana ke stablecoin menjadi indikator kehati hatian. Pelaku pasar memilih menunggu sinyal yang lebih jelas. Stabilitas menjadi prioritas di tengah tekanan.

Sentimen Global Dan Faktor Politik

Sentimen global masih rapuh meski sebelumnya Bitcoin sempat menguat setelah data inflasi Amerika Serikat lebih rendah dari perkiraan. Harapan penurunan suku bunga sempat menghidupkan selera risiko. Namun aksi ambil untung dengan cepat menahan laju harga.

Pasar kini kembali menunggu arah kebijakan moneter AS berikutnya. Aset kripto berpotensi semakin sensitif terhadap perubahan sentimen risk on dan risk off. Dinamika suku bunga menjadi perhatian utama.

Tekanan tidak hanya datang dari data ekonomi, tetapi juga dari faktor politik. Kekhawatiran mencuat setelah muncul pandangan bahwa kebijakan pemerintah AS dapat memperlakukan kripto sebagai alat dalam menjaga dominasi dolar. Presiden AS Donald Trump dinilai bukan sekutu kripto.

CEO Morgan Creek Capital, Mark Yusko, bahkan memprediksi Bitcoin berpotensi terkoreksi ke kisaran US$58.000 sampai US$63.000 sekitar September mendatang seiring berulangnya siklus pasar. Pernyataan ini menambah daftar faktor yang membuat investor semakin berhati hati menghadapi arah pasar kripto ke depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index