JAKARTA - Pertandingan leg pertama semifinal Copa del Rey 2025/2026 langsung menghadirkan kejutan besar.
Bermain di kandang sendiri, Atletico Madrid menunjukkan performa yang begitu agresif dan efektif saat menghadapi rival kuatnya, Barcelona. Laga yang digelar di Stadion Metropolitano itu berakhir dengan skor mencolok 4-0, hasil yang membuat peluang Barcelona ke partai final kini berada dalam situasi sangat sulit.
Sejak peluit awal dibunyikan, atmosfer pertandingan sudah terasa berat bagi tim tamu. Atletico tampil penuh intensitas, memanfaatkan dukungan publik tuan rumah dengan tekanan tinggi yang konsisten. Barcelona yang mencoba bermain tenang justru kesulitan keluar dari tekanan, dan kesalahan demi kesalahan mulai muncul di lini pertahanan mereka. Malam tersebut pun berubah menjadi mimpi buruk bagi Blaugrana.
Tekanan Awal Menjadi Kunci Keunggulan
Pendekatan permainan yang diterapkan Atletico Madrid terbukti sangat efektif. Anak asuh Diego Simeone langsung menekan sejak menit-menit awal, memaksa Barcelona bermain terburu-buru. Strategi ini membuahkan hasil cepat ketika laga baru berjalan enam menit. Sebuah backpass yang tidak sempurna di area pertahanan Barcelona menjadi awal petaka.
Dalam situasi genting tersebut, upaya Pau Cubarsi untuk menyapu bola di garis gawang tidak sepenuhnya menyelamatkan keadaan. Bola sudah lebih dulu melewati garis dan akhirnya dicatat sebagai gol bunuh diri Eric Garcia. Gol cepat itu membuat Atletico semakin percaya diri, sementara Barcelona terlihat goyah dan kesulitan mengatur ulang permainan.
Keunggulan satu gol memberi ruang bagi Atletico untuk terus menekan tanpa ragu. Mereka tidak menurunkan tempo, justru semakin berani memainkan garis pertahanan tinggi. Barcelona yang mencoba membangun serangan dari belakang kembali dipaksa melakukan kesalahan-kesalahan kecil yang berdampak besar pada jalannya laga.
Griezmann Dan Serangan Mematikan Atletico
Keunggulan Atletico bertambah pada menit ke-14 melalui aksi individu kelas dunia. Serangan cepat dari sisi kanan diakhiri dengan umpan cerdas Nahuel Molina yang membelah lini belakang Barcelona. Bola kemudian diterima dengan sempurna oleh Antoine Griezmann yang bergerak masuk ke kotak penalti.
Tanpa panik, Griezmann melepaskan tembakan terukur ke pojok bawah gawang. Kiper Barcelona tak mampu menjangkau bola yang meluncur deras dan bersarang mulus di gawang. Gol tersebut disambut sorak sorai publik Metropolitano, sekaligus membuat skor berubah menjadi 2-0 dalam waktu singkat.
Gol kedua ini semakin menegaskan dominasi Atletico Madrid. Mereka tidak hanya unggul secara skor, tetapi juga dalam duel fisik dan intensitas permainan. Barcelona terlihat kesulitan menemukan ritme, sementara Atletico bermain dengan keyakinan penuh dan disiplin tinggi di setiap lini.
Babak Pertama Berakhir Dengan Skor Mencolok
Atletico Madrid benar-benar tampil tanpa ampun sepanjang babak pertama. Pada menit ke-33, kombinasi apik kembali terjadi dari sisi kanan serangan mereka. Umpan matang Julian Alvarez disambut Ademola Lookman dengan sepakan first-time keras ke sudut bawah gawang. Gol ketiga ini semakin menjauhkan Atletico dari kejaran Barcelona.
Belum sempat tim tamu mengatur napas, Atletico kembali menambah penderitaan lawannya. Pada masa injury time babak pertama, tepatnya menit ke-45+2, Julian Alvarez mencatatkan namanya di papan skor. Kali ini Lookman berperan sebagai pemberi assist, mengirim bola matang yang langsung dihantam Alvarez dengan sepakan keras tanpa kompromi.
Babak pertama pun ditutup dengan skor telak 4-0. Barcelona benar-benar terpukul, sementara Atletico Madrid keluar lapangan dengan keunggulan besar dan rasa percaya diri yang semakin tinggi. Skor ini menjadi gambaran betapa efektifnya permainan tuan rumah sepanjang 45 menit pertama.
Upaya Bangkit Barcelona Usai Turun Minum
Memasuki babak kedua, Barcelona mencoba menunjukkan reaksi. Mereka meningkatkan penguasaan bola hingga lebih dari 65 persen dan berusaha mengontrol tempo permainan. Beberapa pergantian posisi dan pergerakan pemain dilakukan untuk membuka ruang di pertahanan Atletico yang tampil sangat rapat.
Usaha tersebut sempat membuahkan harapan ketika Barcelona mencetak gol pada menit ke-51 melalui Cubarsi setelah terjadi kemelut di depan gawang. Para pemain Blaugrana sempat melakukan selebrasi, berharap gol itu menjadi awal kebangkitan. Namun harapan tersebut tidak bertahan lama.
Setelah pengecekan panjang melalui VAR, wasit memutuskan menganulir gol tersebut. Dalam proses terjadinya gol, Robert Lewandowski dinilai berada dalam posisi offside tipis. Keputusan ini membuat keunggulan Atletico tetap bertahan empat gol dan mematahkan momentum Barcelona yang sedang mencoba bangkit.
Peluang Final Kian Menipis
Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada tambahan gol tercipta di babak kedua. Atletico Madrid memilih bermain lebih pragmatis dengan menjaga keunggulan, sementara Barcelona terus mencoba namun kesulitan menembus pertahanan solid tuan rumah. Skor 4-0 pun bertahan hingga akhir laga.
Hasil ini membuat peluang Barcelona untuk melaju ke final Copa del Rey menjadi sangat tipis. Mereka dituntut menang dengan selisih besar pada leg kedua, sebuah misi yang tidak mudah menghadapi Atletico yang dikenal disiplin dan tangguh. Sebaliknya, Atletico Madrid kini berada di posisi sangat menguntungkan, hanya selangkah lagi menuju partai puncak dengan modal keunggulan yang begitu besar.