JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan kembali menjadi sorotan pelaku pasar pada pembukaan perdagangan Rabu, 11 Februari 2026.
Sejak awal sesi, indeks menunjukkan sinyal penguatan yang memberi harapan kelanjutan tren positif. Kondisi ini membuat investor mulai memilah saham saham yang layak dikoleksi hari ini.
Pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu, 11 Februari 2026, IHSG berada di posisi 8.152,785. Angka tersebut menjadi pijakan awal sebelum indeks bergerak lebih tinggi dalam beberapa menit pertama perdagangan.
Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.13 WIB, IHSG langsung melambung sebanyak 49,335 poin setara 0,61 persen ke level 8.181,074. Lonjakan ini memperlihatkan respons positif pasar sejak awal sesi.
Pergerakan tersebut juga diikuti oleh peningkatan aktivitas transaksi yang cukup signifikan dibanding sesi pembukaan sebelumnya.
Pergerakan Saham Dan Aktivitas Transaksi Pagi Ini
Adapun sebanyak 389 saham emiten menguat pada perdagangan pagi ini. Sementara, 153 saham lainnya melemah dan 172 saham stagnan. Komposisi ini menunjukkan dominasi sentimen positif di lantai bursa.
Untuk sementara, total transaksi yang tercatat hingga pukul 09.13 WIB sebanyak Rp2,672 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 5,391 miliar saham. Nilai transaksi ini mencerminkan likuiditas yang tetap terjaga.
Kenaikan yang terjadi pada ratusan saham memperlihatkan minat beli yang cukup merata di berbagai sektor. Hal tersebut menjadi indikator awal potensi kelanjutan penguatan.
Meski demikian, investor tetap mencermati level teknikal penting sebagai acuan pengambilan keputusan selanjutnya.
Potensi Lanjutan Kenaikan IHSG
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman mengungkapkan, IHSG pada perdagangan hari ini berpotensi untuk melanjutkan kenaikan jika berhasil break resistance di level 8.150. "Diperkirakan support IHSG 8.020-8.050 dan resist IHSG 8.150-8.250," ungkap Fanny dalam analisis hariannya.
Pernyataan tersebut menjadi panduan teknikal bagi investor dalam menentukan strategi masuk dan keluar pasar. Level support dan resistance menjadi acuan penting dalam menjaga manajemen risiko.
Adapun pada perdagangan kemarin (10/2), IHSG ditutup naik 1,24 persen, tapi masih disertai dengan net sell asing sebesar Rp917 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BUMI, BBCA, DEWA, BUVA, dan BBRI.
Aksi jual asing tersebut menjadi catatan tersendiri, meski indeks tetap mampu mencatatkan penguatan. Investor domestik terlihat cukup aktif menopang pergerakan pasar.
Sentimen Global Warnai Arah Pasar
Sementara itu, indeks indeks saham utama Wall Street mayoritas melemah pada perdagangan Selasa (10/2), dengan S&P 500 dan Nasdaq terkoreksi setelah data penjualan ritel AS melemah dari perkiraan.
Selain itu, kekhawatiran investor terhadap dampak kecerdasan buatan atau artificial intelligence terhadap sektor keuangan turut membebani pasar. Indeks S&P 500 turun 0,33 persen, Nasdaq Composite melemah 0,59 persen. Sedangkan, Dow Jones Industrial Average justru menguat 0,10 persen.
Di sisi lain, Bursa Asia sebagian besar naik pada perdagangan Selasa (10/2). Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 2,28 persen. Disusul, indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,58 persen, Taiex Taiwan melesat 2,06 persen dan Kospi Korea Selatan naik 0,07 persen.
Sementara itu, indeks ASX 200 Australia melemah 0,03 persen. Di sisi lain, FTSE Straits Times naik 0,07 persen dan FTSE Malay KLCI berkurang 0,21 persen. Dinamika global ini turut membentuk ekspektasi pelaku pasar domestik.
Rekomendasi Saham Untuk Trading Idea
Disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan trading idea hari ini, yaitu BKSL, INET, ADMR, BBCA, CDIA, dan BRPT. Berikut ini rekomendasi trading sahamnya.
BKSL direkomendasikan spec buy dengan area beli di Rp134-Rp136, cutloss di bawah Rp131. Target dekat di Rp140-Rp146. Strategi ini menitikberatkan pada potensi kenaikan jangka pendek.
INET disarankan buy if break Rp354, dengan target dekat di Rp362-Rp370. Cut di bawah Rp342. Pendekatan ini menunggu konfirmasi penembusan level penting sebelum masuk.
ADMR direkomendasikan spec buy dengan area beli di Rp1.880-Rp1.890, cutloss di bawah Rp1.850. Target dekat di Rp1.920-Rp1.960.
BBCA dapat dicermati dengan strategi spec buy di area Rp7.400-Rp7.450, cutloss di bawah Rp7.375. Target dekat di Rp7.550-Rp7.650.
CDIA direkomendasikan spec buy di Rp1.090-Rp1.110, cutloss di bawah Rp1.080. Target dekat di Rp1.150-Rp1.180.
BRPT disarankan buy if break Rp2.050, dengan target dekat di Rp2.100-Rp2.160. Cutloss di bawah Rp2.000.
Dengan kombinasi penguatan indeks, dukungan sentimen regional, serta panduan teknikal dari analis, saham saham tersebut dapat menjadi pertimbangan investor untuk strategi trading hari ini.