Prabowo

Prabowo Lawatan Inggris Swiss Bahas Kerja Sama Pidato WEF Davos 2026 Global

Prabowo Lawatan Inggris Swiss Bahas Kerja Sama Pidato WEF Davos 2026 Global
Prabowo Lawatan Inggris Swiss Bahas Kerja Sama Pidato WEF Davos 2026 Global

JAKARTA - Keberangkatan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Eropa pada Minggu menjadi sinyal kuat diplomasi aktif Indonesia di awal tahun. 

Lawatan ke Inggris dan Swiss ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi sarat agenda strategis yang menyentuh isu ekonomi, maritim, lingkungan, hingga dialog global di forum bergengsi dunia. Kunjungan tersebut diproyeksikan memperkuat posisi Indonesia di mata komunitas internasional sekaligus membuka peluang kerja sama konkret lintas sektor.

Informasi perjalanan ini disampaikan Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya melalui akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet. Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo akan menghadiri sejumlah pertemuan penting dengan para pemimpin dunia. Rangkaian agenda tersebut mencerminkan fokus pemerintahan dalam memperluas jejaring global sekaligus memperjuangkan kepentingan nasional di forum internasional.

Persiapan keberangkatan dan pertemuan awal di Halim

Sebelum bertolak ke luar negeri, Presiden Prabowo terlebih dahulu melakukan pertemuan singkat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, ia bertemu dengan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Pertemuan ini membahas laporan perkembangan informasi terkini sebelum kepala negara melanjutkan perjalanan menuju London.

"Di Halim, Presiden Prabowo sempat mengadakan pertemuan dengan Wakil Ketua DPR RI, Prof. Sufmi Dasco Ahmad terkait laporan perkembangan informasi terkini untuk selanjutnya terbang menuju London," ujar Teddy. Pertemuan ini menunjukkan pentingnya koordinasi antara eksekutif dan legislatif dalam agenda strategis luar negeri.

Selain itu, Presiden juga terlihat berbincang dengan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Momen tersebut menandakan bahwa aspek keamanan dan stabilitas nasional tetap menjadi perhatian meski fokus utama lawatan berada di ranah diplomasi internasional.

Agenda strategis di London bersama pemerintah Inggris

Setibanya di London, Presiden Prabowo dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Pertemuan ini diarahkan untuk membahas sejumlah kesepakatan kerja sama strategis, khususnya di bidang ekonomi dan maritim. Inggris dipandang sebagai mitra penting Indonesia dalam memperkuat perdagangan, investasi, dan pengembangan sektor kelautan.

"Di London, Inggris, Presiden Prabowo akan bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer untuk membahas kesepakatan dalam beberapa kerja sama strategis, di antaranya dalam bidang ekonomi dan maritim," kata Teddy. Kerja sama tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat timbal balik, sekaligus memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

Pembahasan ekonomi mencakup peluang investasi dan perdagangan, sementara sektor maritim dinilai strategis mengingat posisi Indonesia sebagai negara kepulauan. Kolaborasi dengan Inggris diharapkan dapat meningkatkan kapasitas teknologi, logistik, dan pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan.

Pertemuan dengan Raja Charles dan isu lingkungan

Selain agenda pemerintahan, Presiden Prabowo juga dijadwalkan bertemu Raja Charles III. Pertemuan ini memiliki fokus khusus pada isu pelestarian alam dan lingkungan. Salah satu topik yang dibahas adalah konservasi gajah, yang menjadi perhatian bersama Indonesia dan komunitas filantropi internasional.

"Selanjutnya, Presiden Prabowo akan mengadakan pertemuan dengan Raja Charles III, dengan salah satu agenda pembahasan terkait pelestarian alam dan lingkungan, serta konservasi gajah, bersama dengan sejumlah tokoh filantropi dunia lainnya," tutur Teddy. Agenda ini menunjukkan komitmen Indonesia terhadap isu lingkungan global.

Keterlibatan tokoh filantropi dunia dalam pertemuan tersebut juga membuka peluang kolaborasi pendanaan dan program konservasi jangka panjang. Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat upaya pelestarian satwa dan lingkungan hidup.

Perjalanan ke Swiss dan peran Indonesia di WEF

Setelah menyelesaikan agenda di Inggris, Presiden Prabowo melanjutkan perjalanan ke Swiss. Di Davos, ia dijadwalkan menyampaikan pidato kunci pada acara World Economic Forum (WEF). Forum ini menjadi ajang penting bagi para pemimpin dunia untuk membahas isu ekonomi global, geopolitik, dan pembangunan berkelanjutan.

"Sementara itu, di Davos, Swiss, Kepala Negara akan menyampaikan pidato kunci di World Economic Forum (WEF) yang rencananya akan dihadiri 61 kepala negara dan pemerintahan, serta lebih dari 1000 peserta," kata Teddy. Kehadiran Presiden Prabowo di forum ini menegaskan posisi Indonesia sebagai aktor penting di panggung global.

Pidato tersebut diharapkan menyuarakan pandangan Indonesia mengenai ekonomi dunia, stabilitas kawasan, serta peluang kerja sama internasional. Selain pidato, Presiden juga akan melakukan dialog strategis dengan para CEO perusahaan terkemuka mancanegara.

Makna diplomasi dan dampak jangka panjang lawatan

Rangkaian kunjungan Presiden Prabowo ke Inggris dan Swiss mencerminkan diplomasi aktif Indonesia dalam menghadapi dinamika global. Pertemuan dengan pemimpin negara, tokoh kerajaan, hingga pelaku ekonomi dunia menjadi kesempatan strategis untuk memperluas jejaring dan memperjuangkan kepentingan nasional.

Dialog dengan para CEO global di WEF membuka peluang investasi baru dan kemitraan strategis. Sementara itu, pembahasan isu lingkungan bersama Raja Charles III menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan.

Secara keseluruhan, lawatan ini diharapkan membawa dampak positif jangka panjang bagi Indonesia. Mulai dari penguatan kerja sama ekonomi, peningkatan peran di forum global, hingga komitmen terhadap pelestarian lingkungan, seluruh agenda tersebut menegaskan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang proaktif dan berorientasi masa depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index