Istana Buckingham Bantah Klaim Charles Spencer soal Raja Charles III

Sabtu, 19 September 2026 | 11:01:00 WIB

KEUANGANDIGITAL.COM — Istana Buckingham membantah keras klaim Charles Spencer, adik mendiang Putri Diana, yang menyebut Raja Charles III pernah berkata bahwa Diana akan segera dilupakan setelah meninggal. Bantahan itu disampaikan lewat pernyataan resmi yang menyoroti bagaimana duka mendalam bisa mengaburkan ingatan seseorang. Perselisihan ini membuka kembali luka lama antara keluarga Spencer dan Kerajaan Inggris yang membekas hampir tiga dekade.

Pernyataan Istana Buckingham keluar setelah cuplikan buku terbaru Charles Spencer, "Swan Song: Diana, My Sister", beredar di tabloid Inggris Daily Mail menjelang penerbitannya pekan depan. Dalam buku itu, Earl Spencer ke-9 mengenang kembali masa-masa penuh trauma setelah Diana tewas dalam kecelakaan mobil di Paris pada 1997 di usia 36 tahun.

Salah satu klaim yang paling disorot adalah percakapan antara dirinya dan Charles, yang saat itu masih bergelar Pangeran Charles, soal rencana istana agar Pangeran William dan Pangeran Harry berjalan di belakang peti jenazah ibu mereka. William kala itu berusia 15 tahun, sementara Harry baru 12 tahun.

Earl Spencer menyatakan kepada Charles bahwa Diana tidak akan menginginkan kedua putranya melalui pengalaman berat itu. Menurutnya, Charles menjawab, "Tenang saja, kita akan segera melupakannya."

Bantahan Istana dan Nada yang Dianggap Tak Biasa

Istana Buckingham merespons klaim tersebut lewat pernyataan resmi. Meski menegaskan tidak akan mengomentari isi buku, istana menyoroti kondisi batin seseorang yang kehilangan saudara.

"Meski pada prinsipnya kami tidak mengomentari buku, Yang Mulia memahami bahwa duka akibat kehilangan saudara dapat mengaburkan nalar, memengaruhi penilaian, dan memengaruhi ingatan seseorang dengan cara yang mungkin tidak disadari orang lain, bahkan bertahun-tahun setelah kehilangan itu," demikian pernyataan istana.

Pemimpin redaksi Majesty Magazine, Ingrid Seward, menilai pernyataan itu luar biasa keras. Menurutnya, tidak ada pernyataan lain dalam sejarah komunikasi keluarga kerajaan belakangan ini yang setegas itu.

"Jelas sekali ada emosi yang kuat di balik pernyataan tersebut," kata Seward.

Luka yang Tak Pernah Benar-benar Sembuh

Ketegangan antara keluarga Spencer dan keluarga kerajaan bukan hal baru. Hubungan keduanya memburuk setelah kematian Diana, terutama karena Earl Spencer mempersoalkan perlakuan istana terhadap kakaknya. Perselisihan itu bahkan pernah diangkat ke layar lebar lewat film "The Queen" dan serial "The Crown".

Pada masa itu, banyak pihak menilai istana terlalu lambat merespons gelombang duka dunia atas kepergian Diana. Besarnya reaksi publik memaksa keluarga kerajaan mengakui bahwa Diana punya kedekatan khusus dengan masyarakat, sesuatu yang sulit ditiru anggota kerajaan lain.

Dampaknya bertahan lama. Cara Pangeran William dan Pangeran Harry yang lebih terbuka menunjukkan emosi di depan publik dianggap sebagai warisan dari periode tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, pendekatan serupa juga terlihat pada Raja Charles.

Charles dan Diana menikah pada 1981 di Katedral St. Paul, ketika Charles berusia 32 tahun dan Diana 20 tahun. Keduanya berpisah pada 1992 dan resmi bercerai pada 1996.

Ketegangan itu juga terbaca dalam pidato Earl Spencer di pemakaman sang kakak. Dengan nada tajam, ia berjanji bahwa keluarga sedarah Diana akan meneruskan warisannya yang penuh imajinasi dan kasih sayang dalam membesarkan kedua putranya. Pidato itu secara luas dianggap sebagai sindiran terhadap keluarga kerajaan.

Pertanyaan soal Alasan Buku Ini Terbit

Sejarawan kerajaan dari King's College London, George Gross, mempertanyakan mengapa Earl Spencer kembali mengungkit masa menyakitkan dalam sejarah keluarganya di hadapan publik. Menurutnya, publik sudah tahu jawabannya.

"Kita sedang berbicara tentang kematian seseorang. Pada dasarnya ini sangat menyedihkan dan saya harus mempertanyakan mengapa seorang adik sekarang kembali membahas semua itu dalam sebuah buku," kata Gross.

Seward menilai keluarga Spencer dan keluarga kerajaan tidak akan pernah kembali akrab seperti beberapa abad lalu. "Dulu mereka sangat dekat, tetapi saya rasa mereka tidak akan kembali akrab dalam waktu dekat," ujarnya.

Terkini