Ed Sheeran Sebut Pencoretan Macklemore dari US Loop Tour Ulah Promotor

Rabu, 16 September 2026 | 15:34:00 WIB

KEUANGANDIGITAL.COM — Ed Sheeran buka suara soal pencoretan rapper Macklemore dari daftar artis pembuka tur "US Loop Tour" di Amerika Serikat. Lewat pernyataan enam slide di Instagram pribadinya, penyanyi asal Inggris itu menegaskan keputusan tersebut datang dari promotor dan pengelola venue, bukan dari dirinya. Ia mengaku sempat berupaya memediasi kedua pihak sepanjang pekan agar konser tidak dibatalkan.

Penyanyi Ed Sheeran akhirnya memberikan klarifikasi pertama soal keluarnya Macklemore dari jajaran artis pembuka tur "US Loop Tour". Dalam unggahan di akun Instagram @teddysphotos, ia menyatakan keputusan itu bukan berasal darinya, melainkan dari pihak promotor tur. Ia juga menyebut sejumlah pengelola venue mengancam membatalkan pertunjukan mendatang jika tur tetap melibatkan rapper bernama asli Ben Haggerty tersebut.

Ancaman Pembatalan dari Pengelola Venue

Sheeran mengungkapkan, tekanan datang dari pengelola tempat pertunjukan yang mengancam akan membatalkan jadwal konser berikutnya jika Macklemore tetap tampil. Menurut Sheeran, ia tidak tinggal diam menghadapi situasi itu.

"Saya diberitahu bahwa sikap ini didasarkan pada cara Macklemore menyampaikan sebagian dari pesan tersebut selama penampilannya, bukan pada keseluruhan dari apa yang dikatakan," tulis Sheeran.

Ketegangan bermula saat Macklemore tampil bersama Ed Sheeran di MetLife Stadium, New Jersey. Di atas panggung, ia secara terbuka menyuarakan dukungan terhadap Palestina dengan menyerukan pesan "Free Palestine" dan sejumlah pernyataan pro Palestina lainnya. Aksi itu memicu kritik dari sejumlah pihak, termasuk ancaman boikot dari pengelola venue di berbagai kota.

Alasan Sheeran Pilih Diam soal Konflik

Dalam pernyataannya, Sheeran juga menyinggung sikapnya yang jarang bicara terbuka soal konflik Israel-Palestina. Ia menyatakan punya pandangan pribadi dan tetap mendukung aksi kemanusiaan dengan caranya sendiri.

"Saya memiliki pandangan pribadi tentang konflik yang menghancurkan ini. Hanya karena saya memilih untuk tidak berbicara secara terbuka, bukan berarti saya tidak memilikinya, dan bukan berarti saya tidak peduli. Itu juga tidak berarti saya tidak mendukung aksi kemanusiaan dengan cara saya sendiri yang bersifat pribadi," kata Sheeran.

Ia beralasan penonton yang membeli tiket konsernya datang untuk menikmati musik dan melarikan diri sejenak dari penatnya realitas. Menurut Sheeran, penonton tidak berharap mendapatkan forum politik di pertunjukannya.

Sheeran Hormati Sikap Macklemore

Meski memilih jalan berbeda, Sheeran menyatakan hormat kepada Macklemore yang berani menyuarakan keyakinannya tanpa ragu. Ia menilai ada banyak pendekatan untuk mencapai tujuan yang sama, yakni perdamaian.

"Saya menghormati keteguhan tujuan Macklemore untuk berdiri dan menyuarakan apa yang dia yakini. Namun, ada ruang bagi banyak pendekatan untuk mencapai tujuan yang sama yaitu perdamaian. Saya memilih untuk menggunakan ketenaran dan platform saya sebagai tempat yang aman dan perlindungan, untuk menjaga diplomasi dan menjaga percakapan tetap terbuka, bukan tertutup," kata Sheeran.

Sheeran mengaku telah berupaya keras memediasi situasi tersebut agar tidak berujung pada pembatalan. "Saya berbicara panjang lebar dengan pihak pengelola tempat pertunjukan sepanjang pekan untuk mencoba membangun jembatan komunikasi," kata dia.

Tekanan Robert Kraft dan Promotor

Upaya diplomasi Sheeran tidak mampu membendung desakan ekonomi dan politik dari pemilik sarana olahraga serta promotor. Salah satu tekanan terkuat datang dari miliarder Robert Kraft, pemilik klub National Football League (NFL) New England Patriots sekaligus pemilik Gillette Stadium di Massachusetts.

Keputusan mengeluarkan Macklemore dari tur memicu gelombang reaksi hingga aksi solidaritas di kalangan musisi internasional. Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak promotor tur maupun perwakilan Macklemore soal kelanjutan jadwal "US Loop Tour".

Terkini