Harga Minyak Goreng dan Pangan Nasional Turun Serentak Awal Pekan Januari

Minggu, 18 Januari 2026 | 11:11:51 WIB
Harga Minyak Goreng dan Pangan Nasional Turun Serentak Awal Pekan Januari

JAKARTA - Pergerakan harga pangan nasional pada awal pekan ini membawa kabar yang cukup menenangkan bagi masyarakat. 

Sejumlah bahan kebutuhan pokok tercatat mengalami penurunan harga secara bersamaan, mulai dari beras, cabai, minyak goreng, hingga berbagai jenis daging. Tren ini mencerminkan kondisi pasokan yang relatif stabil serta distribusi yang berjalan lancar di berbagai wilayah Indonesia, sebagaimana tercermin dalam data resmi Badan Pangan Nasional.

Berdasarkan pantauan panel harga Badan Pangan Nasional pada Minggu, 18 Januari 2025 pukul 07.45 WIB, mayoritas komoditas pangan strategis menunjukkan koreksi harga dibandingkan hari sebelumnya. Penurunan ini terjadi hampir merata, baik pada komoditas sumber karbohidrat, protein hewani, bumbu dapur, hingga minyak goreng. Situasi tersebut memberikan ruang napas bagi konsumen di tengah fluktuasi harga yang kerap terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Pergerakan harga beras dan komoditas serealia

Beras sebagai komoditas utama masyarakat Indonesia mengalami penurunan harga di hampir semua kategori. Harga rata-rata nasional beras premium turun 2,68 persen menjadi Rp15.155 per kilogram dibandingkan hari sebelumnya. Penurunan serupa juga terlihat pada beras medium yang terkoreksi 2,36 persen ke level Rp13.122 per kilogram. Sementara itu, beras SPHP Perum Bulog tercatat turun 1,15 persen menjadi Rp12.336 per kilogram.

Selain kategori tersebut, beras medium non-SPHP juga mengalami penurunan sebesar 2,83 persen ke Rp13.450 per kilogram. Beras khusus lokal bahkan mencatat koreksi yang lebih dalam, yakni turun 4,30 persen menjadi Rp14.932 per kilogram. Di luar beras, harga jagung untuk peternak ikut melemah 2,83 persen ke Rp6.861 per kilogram, sedangkan kedelai biji kering impor turun 2,73 persen menjadi Rp10.621 per kilogram. Penurunan ini mengindikasikan pasokan bahan baku pangan yang cukup terjaga.

Harga bawang dan cabai alami koreksi signifikan

Kelompok bumbu dapur menjadi salah satu komoditas dengan penurunan harga paling mencolok. Harga bawang merah secara nasional turun 6,77 persen ke kisaran Rp39.752 per kilogram. Bawang putih bonggol juga lebih murah dibandingkan hari sebelumnya dengan penurunan 3,53 persen menjadi Rp37.472 per kilogram.

Cabai sebagai komoditas yang kerap bergejolak menunjukkan penurunan tajam. Cabai merah keriting turun 15,36 persen menjadi Rp32.047 per kilogram, sementara cabai merah besar bahkan anjlok 25,59 persen ke Rp27.988 per kilogram. Cabai rawit merah ikut melemah 14,87 persen menjadi Rp42.787 per kilogram. Koreksi harga cabai ini biasanya dipengaruhi oleh peningkatan pasokan dari sentra produksi serta cuaca yang lebih mendukung panen.

Penyesuaian harga daging dan telur ayam

Harga protein hewani juga bergerak turun meskipun dengan persentase yang lebih terbatas. Daging sapi murni tercatat turun 1,25 persen menjadi Rp134.232 per kilogram. Daging ayam ras mengalami penurunan 2,72 persen ke level Rp38.108 per kilogram, sedangkan telur ayam ras turun 2,34 persen menjadi Rp30.272 per kilogram.

Selain itu, daging kerbau beku impor dari luar negeri tercatat turun 4,21 persen menjadi Rp103.938 per kilogram. Untuk daging kerbau segar lokal, penurunan harga tercatat lebih dalam, yakni 13,51 persen ke Rp122.500 per kilogram. Pergerakan ini mencerminkan kondisi pasokan yang cukup serta permintaan yang relatif stabil di pasar domestik.

Minyak goreng dan bahan pokok lain ikut melemah

Minyak goreng menjadi salah satu komoditas yang ikut mengalami penurunan harga cukup konsisten. Harga minyak goreng kemasan turun 3,56 persen menjadi Rp20.174 per liter. Minyak goreng curah tercatat turun lebih dalam, yakni 4,50 persen ke Rp16.898 per liter. Sementara itu, Minyakita sebagai minyak goreng bersubsidi turun 3,59 persen menjadi Rp17.092 per liter.

Selain minyak goreng, sejumlah bahan pokok lain juga mengalami penyesuaian harga. Gula konsumsi turun 1,05 persen menjadi Rp17.918 per kilogram. Garam konsumsi turun 1,25 persen ke Rp11.367 per kilogram. Tepung terigu curah tercatat turun 3,09 persen menjadi Rp9.369 per kilogram, sementara tepung terigu kemasan melemah 3,30 persen ke Rp12.454 per kilogram. Penurunan ini memberikan sinyal positif bagi industri rumah tangga dan pelaku usaha kecil.

Ikan dan komoditas laut bergerak variatif

Komoditas hasil laut juga menunjukkan tren penurunan harga meski tidak sebesar cabai atau beras. Harga ikan kembung turun tipis 0,26 persen menjadi Rp43.735 per kilogram. Ikan tongkol tercatat turun 3,82 persen ke Rp35.198 per kilogram, sedangkan ikan bandeng mengalami koreksi cukup dalam sebesar 11,54 persen menjadi Rp32.145 per kilogram.

Penurunan harga ikan umumnya dipengaruhi oleh faktor musim tangkap serta kelancaran distribusi dari wilayah pesisir ke pasar-pasar utama. Dengan kondisi cuaca yang relatif bersahabat, pasokan ikan ke pasar domestik dinilai mencukupi sehingga harga dapat terkoreksi.

Secara keseluruhan, turunnya harga berbagai komoditas pangan pada hari ini mencerminkan situasi pasar yang relatif kondusif. Stabilitas pasokan, distribusi yang terjaga, serta tidak adanya lonjakan permintaan signifikan menjadi faktor utama di balik tren ini. Meski demikian, dinamika harga pangan tetap perlu dipantau secara berkelanjutan untuk memastikan keterjangkauan bagi masyarakat di berbagai daerah.

Terkini