JAKARTA - Menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, mobilitas masyarakat di berbagai daerah mulai menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Salah satu indikatornya terlihat dari penjualan tiket kereta api jarak jauh yang terus bertambah setiap harinya. Banyak masyarakat memilih moda transportasi kereta api karena dinilai lebih nyaman, aman, serta memiliki jadwal perjalanan yang relatif tepat waktu.
Kondisi tersebut juga terlihat di Stasiun Lamongan yang menjadi salah satu titik keberangkatan dan kedatangan penumpang selama masa mudik Lebaran. Seiring semakin dekatnya hari raya, jumlah tiket yang terjual terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini mencerminkan antusiasme masyarakat dalam mempersiapkan perjalanan mudik maupun arus balik.
Data terbaru menunjukkan bahwa penjualan tiket kereta api di stasiun tersebut telah mencapai ribuan lembar. Angka tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk melakukan perjalanan pada masa angkutan Lebaran.
Penjualan Tiket Kereta Api Terus Bertambah
Penjualan tiket kereta api jarak jauh pada masa Angkutan Lebaran 2026 di Stasiun Lamongan terus menunjukkan peningkatan. Kondisi ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri.
Hingga saat ini, total tiket yang telah terjual mencapai 8.041 lembar. Jumlah tersebut menjadi indikasi bahwa minat masyarakat menggunakan kereta api sebagai sarana transportasi masih cukup tinggi.
Jumlah tersebut merupakan akumulasi tiket keberangkatan pada periode 11 Maret 2026 (H-10) hingga 1 April 2026 (H+10) Lebaran. Rentang waktu tersebut merupakan masa angkutan Lebaran yang biasanya mengalami lonjakan penumpang.
Seiring mendekatnya Hari Raya Idulfitri, angka penjualan tiket diperkirakan masih akan terus bertambah. Hal ini karena banyak masyarakat yang baru merencanakan perjalanan mudik dalam waktu yang lebih dekat dengan hari keberangkatan.
Tanggal Dengan Penjualan Tiket Tertinggi
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan tanggal dengan tingkat penjualan tertinggi sementara tercatat pada 27 Maret 2026 (H+5) dengan total 616 tiket terjual.
“Tingginya minat pada tanggal tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat untuk melakukan perjalanan pasca-Lebaran,” ujar Mahendro, Jumat (6/3/2026).
Tingginya penjualan tiket pada tanggal tersebut mengindikasikan bahwa banyak masyarakat yang merencanakan perjalanan arus balik setelah merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman.
Fenomena ini memang kerap terjadi setiap tahun, di mana puncak arus balik biasanya berlangsung beberapa hari setelah hari raya. Oleh karena itu, tiket pada tanggal-tanggal tersebut cenderung lebih cepat terjual dibandingkan hari lainnya.
Tiket Berbagai Relasi Masih Tersedia
Meski demikian, tiket kereta api untuk berbagai tanggal dan relasi perjalanan lainnya masih tersedia dalam jumlah yang cukup. Hal ini memberikan kesempatan bagi masyarakat yang belum membeli tiket untuk segera merencanakan perjalanan.
Ketersediaan tiket tersebut juga menunjukkan bahwa masih terdapat pilihan jadwal keberangkatan yang bisa dimanfaatkan oleh calon penumpang. Masyarakat dapat menyesuaikan waktu perjalanan dengan kebutuhan masing-masing.
Dengan melakukan pemesanan lebih awal, calon penumpang dapat memperoleh tiket sesuai dengan jadwal yang diinginkan. Selain itu, pemesanan lebih cepat juga membantu menghindari risiko kehabisan tiket.
KAI juga terus memantau perkembangan penjualan tiket untuk memastikan ketersediaan layanan transportasi selama masa mudik dan arus balik Lebaran.
Prediksi Jumlah Penumpang Selama Angkutan Lebaran
Selama periode Angkutan Lebaran 2026, Stasiun Lamongan diproyeksikan akan melayani sebanyak 17.038 pelanggan. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama masa libur Lebaran.
Jumlah tersebut terdiri dari 8.041 pelanggan naik dan 8.997 pelanggan turun. Data ini menggambarkan aktivitas perjalanan baik bagi masyarakat yang berangkat maupun yang tiba di Lamongan.
Pergerakan penumpang yang cukup besar ini menjadi salah satu indikator penting bagi pengelola transportasi untuk mempersiapkan layanan secara maksimal. Berbagai fasilitas dan layanan juga disiapkan guna memberikan kenyamanan bagi para penumpang.
Dengan proyeksi tersebut, Stasiun Lamongan diperkirakan akan menjadi salah satu titik mobilitas masyarakat yang cukup padat selama periode Lebaran tahun ini.
Penambahan Perjalanan Kereta Selama Mudik
Untuk mendukung kelancaran layanan selama masa mudik dan arus balik Lebaran, Stasiun Lamongan mengoperasikan sebanyak 17 perjalanan kereta api setiap hari.
Rinciannya, 15 perjalanan kereta api reguler dan 2 perjalanan kereta api tambahan. Penambahan perjalanan ini dilakukan untuk mengakomodasi meningkatnya kebutuhan transportasi masyarakat selama musim mudik.
Total kapasitas yang disediakan mencapai sekitar 9.800 tempat duduk per hari. Kapasitas tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan perjalanan masyarakat selama masa angkutan Lebaran.
Penambahan perjalanan ini dilakukan untuk mengakomodasi peningkatan mobilitas masyarakat selama periode Angkutan Lebaran.
KAI Daop 8 Surabaya juga mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan lebih awal serta melakukan pemesanan tiket melalui kanal penjualan resmi sebelum kuota tiket habis.
Dengan perencanaan yang matang dan pembelian tiket lebih awal, diharapkan perjalanan mudik maupun arus balik Lebaran dapat berlangsung lancar, aman, dan nyaman.