Properti

Asuransi Properti Penting Saat Rumah Ditinggal Mudik Agar Terhindar Risiko Kerugian Besar

Asuransi Properti Penting Saat Rumah Ditinggal Mudik Agar Terhindar Risiko Kerugian Besar
Asuransi Properti Penting Saat Rumah Ditinggal Mudik Agar Terhindar Risiko Kerugian Besar

JAKARTA - Tradisi mudik saat Lebaran menjadi momen yang selalu dinantikan banyak masyarakat Indonesia. 

Namun di balik kebahagiaan berkumpul bersama keluarga di kampung halaman, ada satu hal yang sering luput dari perhatian, yaitu kondisi rumah yang ditinggalkan dalam keadaan kosong selama beberapa hari bahkan berminggu-minggu. Situasi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai risiko yang tidak diinginkan.

Rumah yang tidak berpenghuni biasanya lebih rentan terhadap sejumlah kejadian, mulai dari kebakaran, pencurian, hingga kerusakan akibat bencana alam. Kondisi ini membuat perlindungan terhadap properti menjadi hal yang penting untuk dipertimbangkan sebelum melakukan perjalanan mudik yang cukup lama.

Direktur Utama PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Fankar Umran mengatakan masyarakat perlu mulai memperhatikan perlindungan terhadap rumah yang ditinggalkan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan asuransi properti sebagai perlindungan terhadap berbagai potensi risiko.

Menurut dia, asuransi properti dapat membantu meminimalkan kerugian finansial jika sewaktu-waktu terjadi kejadian yang tidak diharapkan selama pemilik rumah berada di luar kota. Dengan perlindungan tersebut, pemilik rumah tidak perlu menanggung seluruh kerugian secara mandiri.

“Pada masa mudik seperti ini, banyak rumah yang ditinggalkan kosong. Risiko seperti kebakaran atau kejadian lainnya tetap bisa terjadi, sehingga perlindungan asuransi properti menjadi penting,” ujar Fankar, Rabu, 5 Maret 2026.

Risiko Rumah Kosong Saat Musim Mudik Lebaran

Ketika musim mudik tiba, jutaan masyarakat meninggalkan kota tempat tinggal mereka untuk pulang ke kampung halaman. Hal ini membuat banyak rumah di berbagai daerah kosong tanpa penghuni dalam waktu yang cukup lama. Kondisi tersebut meningkatkan potensi terjadinya berbagai peristiwa yang merugikan pemilik rumah.

Risiko yang sering terjadi di antaranya kebakaran akibat korsleting listrik, pencurian karena rumah tidak diawasi, serta kerusakan bangunan akibat cuaca ekstrem atau bencana alam. Tanpa perlindungan yang memadai, kejadian semacam ini dapat menimbulkan kerugian finansial yang cukup besar.

Karena itu, perlindungan asuransi properti menjadi salah satu langkah mitigasi yang dapat dilakukan masyarakat. Dengan adanya perlindungan tersebut, pemilik rumah memiliki jaminan finansial jika terjadi kerusakan atau kehilangan pada aset yang dimiliki.

Perusahaan pelat merah tersebut memiliki sejumlah produk perlindungan properti yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Produk-produk tersebut dirancang untuk memberikan rasa aman bagi pemilik rumah ketika harus meninggalkan hunian mereka dalam waktu yang lama.

Asuransi Mikro Tawarkan Premi Terjangkau

Fankar menjelaskan bahwa asuransi properti pada umumnya memang lebih banyak digunakan untuk bangunan permanen seperti rumah dengan konstruksi kelas satu. Namun, Askrindo juga menghadirkan produk asuransi mikro yang dirancang agar dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Produk asuransi mikro ini memberikan pilihan perlindungan dengan biaya premi yang relatif lebih kecil dibandingkan asuransi konvensional. Dengan demikian, masyarakat dari berbagai lapisan ekonomi tetap dapat memperoleh perlindungan terhadap rumah maupun aset yang dimiliki.

Askrindo memiliki asuransi mikro seperti Asuransi Mikro Rumahku dan Asuransi Mikro Usahaku. Kedua produk tersebut ditujukan untuk memberikan perlindungan bagi rumah maupun tempat usaha dari berbagai risiko, termasuk kebakaran, pencurian, hingga bencana alam.

Melalui produk ini, masyarakat dapat memperoleh perlindungan rumah dengan premi sekitar Rp50.000 per tahun. Dengan biaya yang relatif ringan tersebut, nilai pertanggungan yang diberikan dapat mencapai hingga Rp20 juta.

Perlindungan Hingga Puluhan Juta Rupiah

Perlindungan yang diberikan melalui asuransi mikro tidak hanya terbatas pada satu jenis risiko saja. Berbagai kemungkinan kejadian seperti kebakaran maupun bencana alam seperti gempa bumi juga termasuk dalam cakupan perlindungan yang disediakan.

Dengan adanya perlindungan tersebut, pemilik rumah dapat merasa lebih tenang ketika meninggalkan hunian mereka dalam waktu yang cukup lama. Selain itu, proses klaim yang disediakan juga dirancang agar dapat dilakukan dengan cepat ketika terjadi musibah.

“Dengan premi sekitar Rp50.000 setahun atau kurang lebih Rp4.000 per bulan, masyarakat sudah bisa mendapatkan perlindungan hingga Rp20 juta. Jika terjadi musibah seperti kebakaran atau gempa, santunan bisa diberikan secara tunai dalam waktu sekitar lima hari,” jelas dia.

Selain rumah, produk asuransi mikro juga dapat memberikan perlindungan bagi pelaku usaha kecil. Misalnya kios maupun gerobak yang sering menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Pentingnya Literasi Asuransi bagi Masyarakat

Menurut Fankar, masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa perlindungan asuransi sebenarnya dapat diperoleh dengan biaya yang cukup terjangkau. Minimnya pengetahuan tersebut membuat sebagian orang ragu untuk memanfaatkan produk asuransi.

Padahal, asuransi dapat menjadi salah satu bentuk perlindungan finansial yang penting bagi masyarakat. Terutama bagi mereka yang memiliki aset seperti rumah maupun tempat usaha yang menjadi sumber kehidupan sehari-hari.

“Melalui produk-produk mikro ini, kami ingin masyarakat tahu bahwa perlindungan asuransi tidak selalu mahal. Dengan biaya yang kecil, aset yang dimiliki tetap bisa terlindungi,” kata dia.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk melakukan berbagai persiapan sebelum berangkat mudik. Selain memastikan keamanan rumah dan lingkungan sekitar, mempertimbangkan perlindungan asuransi juga menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kerugian.

Safari Ramadan Askrindo Bersama Anak Yatim

Selain memberikan layanan perlindungan asuransi, Askrindo juga menjalankan berbagai kegiatan sosial dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut dilaksanakan sekaligus memperingati hari ulang tahun perusahaan yang ke-55.

Dalam momentum tersebut, perusahaan menyelenggarakan kegiatan Safari Ramadan sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program ini bertujuan untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan.

“Safari Ramadan menjadi kesempatan bagi kami untuk berbagi kebahagiaan sekaligus mempererat silaturahmi dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini, Askrindo ingin terus hadir memberikan manfaat serta menumbuhkan semangat kepedulian di tengah momentum Ramadan,” ujar dia.

Kegiatan ini diisi dengan acara buka puasa bersama serta pemberian santunan kepada anak yatim di 11 kota wilayah operasional Askrindo di Indonesia.

Safari Ramadan yang mengusung tema “Spirit Al-Qur’an Mewujudkan Kinerja Unggul yang Berkelanjutan” bertujuan mempererat hubungan antarindividu, baik di lingkungan perusahaan maupun masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Askrindo memberikan santunan kepada 550 anak yatim serta menyalurkan bantuan kepada 13 yayasan panti asuhan di berbagai kota di Indonesia.

“Kami berharap santunan yang diberikan tidak hanya menjadi bentuk kepedulian perusahaan, tetapi juga dapat memberikan semangat dan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dalam menjalani bulan Ramadan,” kata Fankar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index