Penyeberangan

Lonjakan Kendaraan Warnai Ramainya Penyeberangan Uban Batam Saat Arus Balik Libur Panjang

Lonjakan Kendaraan Warnai Ramainya Penyeberangan Uban Batam Saat Arus Balik Libur Panjang
Lonjakan Kendaraan Warnai Ramainya Penyeberangan Uban Batam Saat Arus Balik Libur Panjang

JAKARTA - Arus penyeberangan di lintasan Tanjunguban–Batam kembali menjadi sorotan menjelang berakhirnya libur Isra Mikraj 1447 Hijriah. 

Sejak Sabtu hingga Minggu, 18 Januari, aktivitas penyeberangan terpantau padat, terutama pada sektor kendaraan. Kondisi ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat yang mulai kembali ke Batam setelah memanfaatkan waktu libur di wilayah Bintan dan sekitarnya.

Kepadatan yang terjadi bukanlah situasi mendadak, melainkan lanjutan dari tren arus balik yang lazim muncul pascalibur panjang. Meski terlihat ramai secara kasatmata, pihak pengelola memastikan situasi tetap terkendali dan pelayanan berjalan normal tanpa penumpukan signifikan di pelabuhan.

Dominasi arus balik dari Tanjunguban ke Batam

General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam, Andri Setiawan, menjelaskan bahwa peningkatan arus penyeberangan memang terjadi sejak Sabtu hingga Minggu. Namun, lonjakan tersebut tidak merata di seluruh segmen layanan. Menurutnya, lintasan Uban–Punggur menjadi rute yang paling padat dibandingkan segmen lainnya.

“Secara kasatmata memang ramai. Ada peningkatan, tetapi tidak di semua segmen. Yang paling Uban-Punggur,” ujar Andri, Minggu (18/1). Pernyataan ini menegaskan bahwa arus balik masyarakat lebih terkonsentrasi pada rute tertentu, sejalan dengan pola perjalanan warga yang kembali ke pusat aktivitas di Batam.

Pengaruh cuaca terhadap pilihan moda transportasi

Selain faktor libur panjang, kondisi cuaca juga turut memengaruhi pilihan masyarakat dalam menggunakan moda penyeberangan. Andri mengungkapkan bahwa dalam kondisi cuaca tertentu, masyarakat cenderung memilih kapal roro dibandingkan speed boat. Pilihan ini dinilai lebih aman dan stabil, terutama saat gelombang laut meningkat.

“Dalam kondisi cuaca tertentu, masyarakat cenderung memilih kapal roro dibandingkan speed boat. Itu juga memengaruhi komposisi penumpang dan kendaraan,” jelasnya. Dampaknya terlihat jelas pada meningkatnya jumlah kendaraan yang menyeberang, sementara penumpang pejalan kaki tidak mengalami lonjakan berarti.

Jadwal kapal dan pelayanan tetap terkendali

Di tengah kepadatan arus, ASDP memastikan seluruh penumpang dan kendaraan dapat terangkut dengan baik. Saat ini, jadwal keberangkatan kapal masih diberlakukan setiap 1 jam 15 menit. Penyesuaian ini mengikuti kebijakan KSOP yang mengurangi jumlah trip harian dari kondisi normal 13 trip menjadi 11 trip.

Meski jumlah trip berkurang, Andri menegaskan tidak terjadi penumpukan penumpang maupun kendaraan. “Seluruh kapal terisi dan tidak ada penumpukan. Pelayanan berjalan lancar,” tegasnya. Hal ini menunjukkan koordinasi yang baik antara operator kapal dan otoritas pelabuhan dalam mengantisipasi lonjakan arus balik.

Data produksi menunjukkan lonjakan sektor kendaraan

Berdasarkan data produksi ASDP Cabang Batam H+1 Isra Mikraj 2026 untuk periode 17 Januari 2026 pukul 00.00–23.59 WIB, aktivitas penyeberangan di dua pelabuhan utama menunjukkan peningkatan signifikan, khususnya pada sektor kendaraan. Di Pelabuhan Telaga Punggur, jumlah trip kapal meningkat dari 7 trip pada 2025 menjadi 11 trip pada 2026, atau naik sekitar 57 persen.

Jumlah kapal yang beroperasi tetap empat unit, namun intensitas pemanfaatannya meningkat. Penumpang pejalan kaki tercatat sebanyak 658 orang, mengalami penurunan tipis sekitar 1 persen. Sebaliknya, penumpang dalam kendaraan justru naik 2 persen menjadi 1.150 orang, menandakan pergeseran pola perjalanan masyarakat.

Lonjakan roda dua dan truk paling menonjol

Lonjakan paling signifikan terjadi pada kendaraan roda dua yang mencapai 602 unit, naik 49 persen dibandingkan periode sebelumnya. Angka ini menunjukkan tingginya mobilitas pengguna sepeda motor, baik untuk keperluan kerja maupun aktivitas ekonomi pascalibur.

Kendaraan truk juga mengalami peningkatan drastis, dari 12 unit menjadi 36 unit atau naik hingga 200 persen. Lonjakan ini mengindikasikan mulai aktifnya kembali distribusi logistik setelah libur panjang. Di sisi lain, kendaraan kecil dan bus justru mengalami penurunan, mencerminkan perubahan komposisi arus kendaraan yang menyeberang.

Antisipasi dan evaluasi pascalibur

Andri menambahkan bahwa data produksi penyeberangan untuk Minggu (18/1) masih dalam proses rekapitulasi dan baru akan rampung pada malam hari. Data tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk pengelolaan layanan penyeberangan ke depan, terutama dalam menghadapi momentum libur nasional berikutnya.

Secara umum, lonjakan kendaraan di lintasan Tanjunguban–Batam menjadi gambaran nyata tingginya mobilitas masyarakat Kepulauan Riau. Dengan pengelolaan jadwal yang adaptif dan kesiapan armada, ASDP berharap layanan penyeberangan tetap berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa, meski di tengah kepadatan arus balik libur panjang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index