Kredit Pensiunan BPD DIY Tumbuh Tipis 0,93% hingga Mei 2026

Kredit Pensiunan BPD DIY Tumbuh Tipis 0,93% hingga Mei 2026
Direktur Kepatuhan Bank BPD DIY, Agus Trimurjanto. (Foto: NET)

JAKARTA – Penyaluran kredit kepada pensiunan di PT Bank BPD DIY menunjukkan kinerja positif hingga pertengahan tahun 2026. Per Mei 2026, total outstanding kredit segmen pensiunan di Bank BPD DIY mencapai angka sekitar Rp 836 miliar, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 0,93% dibandingkan periode serupa tahun lalu.

Direktur Kepatuhan Bank BPD DIY, Agus Trimurjanto, menjelaskan bahwa melambatnya pertumbuhan kredit tersebut dipengaruhi oleh kondisi ekonomi yang berdampak pada daya beli masyarakat. 

Banyak pensiunan memilih untuk menunda pengajuan kredit baru guna memprioritaskan kebutuhan pokok di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini.

"Pertumbuhan kredit pensiunan sangat dipengaruhi kondisi daya beli dan prioritas kebutuhan yang diutamakan. Mereka cenderung menahan diri untuk mengambil kredit karena kondisi ekonomi yang masih sulit," jelas Agus.

Walaupun pertumbuhan melambat, kualitas kredit pensiunan Bank BPD DIY tetap terpelihara dengan baik. Hingga Mei 2026, rasio kredit bermasalah (NPL) gross untuk segmen tersebut berada pada level 1,5%. 

"Alhamdulillah, NPL gross kredit pensiunan masih terjaga di kisaran 1,5%," kata dia.

Saat ini, Bank BPD DIY menangani pembayaran gaji untuk sekitar 45.000 pensiunan. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 30% yang menggunakan fasilitas kredit, sehingga perseroan masih melihat potensi pasar yang cukup besar. 

"Kami mengelola gaji pensiunan kurang lebih 45.000 orang. Dari keseluruhan tersebut yang menikmati kredit baru sekitar 30%, sehingga masih terdapat potensi yang dapat digali ke depan," ujar Agus.

Memasuki sisa tahun 2026, Bank BPD DIY memperkirakan tantangan ekonomi masih akan berlanjut. Jika kondisi ekonomi belum membaik secara signifikan, perseroan memproyeksikan pertumbuhan kredit pensiunan hanya akan berada di kisaran 3% secara tahunan hingga akhir tahun. 

"Kami melihat apabila kondisi ekonomi belum membaik, kemungkinan pertumbuhan kredit pensiunan hingga akhir tahun hanya sekitar 3% secara tahunan," ujar Agus.

Meski demikian, Bank BPD DIY tetap optimistis akan adanya ruang pertumbuhan dari basis nasabah pensiunan yang ada. Perseroan akan terus berupaya mengoptimalkan penetrasi kepada nasabah yang sudah ada dengan tetap menjaga kualitas kredit agar tetap sehat di tengah situasi ekonomi yang menantang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index