Amar Bank Andalkan Embedded Banking untuk Akselerasi Bisnis

Amar Bank Andalkan Embedded Banking untuk Akselerasi Bisnis
PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR). (Foto: NET)

JAKARTA — PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) memaparkan rencana perusahaan dalam meningkatkan capaian kinerja sepanjang tahun ini. 

Perusahaan menyatakan bahwa strategi berfokus pada pengembangan teknologi untuk mempercepat laju segmen ritel dan UMKM, menggenjot pertumbuhan ekosistem melalui layanan embedded banking, serta menambah dukungan bagi sektor potensial seperti industri kreatif.

Direktur Informasi Teknologi dan Operasional Amar Bank, Kevin Kane, menuturkan bahwa layanan perbankan digital dengan solusi embedded banking menjadi sarana akuisisi nasabah untuk mendukung strategi pertumbuhan bank. 

“Solusi embedded banking dengan mitra B2B telah mendatangkan hingga 10.000 nasabah baru dengan pengguna aktif sebesar 41,09%,” jelas Kevin dalam keterangannya, dikutip pada Sabtu (20/6/2026).

Memasuki kuartal I/2026, segmen ritel dan UMKM yang didukung oleh platform Tunaiku berhasil menjaga performa positif. Perusahaan mencatat total penyaluran pembiayaan menembus angka lebih dari Rp19 triliun sejak 2014, mencakup lebih dari 500.000 pelaku UMKM di seluruh wilayah Indonesia.

Pertumbuhan basis nasabah baru Amar Bank kini didorong oleh strategi embedded banking inovatif melalui skema kemitraan business to business to consumer (B2B2C). Skema ini memungkinkan platform digital pihak ketiga berfungsi sebagai kanal distribusi langsung produk perbankan secara plug and play.

Ke depan, Kevin menambahkan bahwa Amar Bank akan terus memperluas layanan perbankan digital pada sektor e-commerce, logistik, ride-hailing, fintech, hingga industri kreatif, dengan memanfaatkan infrastruktur digital berbasis cloud dan AI.

Kinerja Kuartal I/2026

Hingga Maret 2026, Amar Bank mencatatkan laba bersih sebesar Rp71,11 miliar, tumbuh 5,37% secara tahunan (year on year/yoy) dari periode serupa tahun lalu yang senilai Rp67,49 miliar. Di sisi intermediasi, kredit yang disalurkan perusahaan mencapai Rp4,16 triliun, melonjak 30,62% yoy dari posisi tahun lalu sebesar Rp3,18 triliun. 

Ekspansi kredit yang kuat ini menjadi penggerak utama pertumbuhan bank, sehingga total aset naik 34,72% yoy menjadi Rp6,93 triliun.

Dari sisi penghimpunan dana, perusahaan membukukan pertumbuhan sebesar 115,52% yoy menjadi Rp2,91 triliun. Pada kuartal I/2025, total dana pihak ketiga (DPK) Amar Bank berada di angka Rp1,35 triliun. 

Seiring dengan hal tersebut, rasio pinjaman terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) membaik signifikan menjadi 142,56%, dari sebelumnya 235,04% pada periode yang sama tahun lalu. Selain itu, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) tercatat turun menjadi 0,86%, jauh lebih baik dibanding posisi Maret 2025 yang sebesar 1,48%.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index