JAKARTA – Peruri meluncurkan teknologi Peruri RFID Blockchain guna memastikan transparansi, ketertelusuran, dan keaslian bagi produk ekspor para pelaku industri kreatif di Yogyakarta.
CEO PUNDI Group dan INA Trading, Amiranto Adi Wibowo, menyatakan bahwa kebutuhan identitas digital produk kian mendesak karena pembeli internasional saat ini menuntut kepastian asal-usul barang serta keabsahan dokumen ekspor.
"Digital Product Passport wajib dimiliki oleh pelaku usaha karena pembeli membutuhkan kepastian asal usul produk dan keaslian dokumen ekspor," ujar Amiranto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Teknologi ini diperkenalkan dalam Seminar & Kurasi Jaminan Ke-ASLI-an Produk Yogyakarta dengan PERURI RFID Blockchain & Kurasi yang dihadiri oleh Direktur Keuangan & Manajemen Resiko Peruri, Fajar Rizki, serta Ketua YAPETRI, Syahril.
Menurut Amiranto, Yogyakarta memiliki banyak pelaku industri kreatif yang telah diakui dunia, mulai dari furnitur, dekorasi rumah, hingga kerajinan berbasis batik dari berbagai daerah.
Namun, di tengah meningkatnya tuntutan pasar global akan transparansi, keberlanjutan, dan ketertelusuran, para pelaku usaha di Yogyakarta menghadapi tantangan baru dalam membuktikan asal-usul serta keaslian produk secara digital.
Platform ini merupakan kolaborasi antara Peruri Smart Card, Peruri Digital Security, dan PUNDI. Solusi tersebut memberikan setiap produk identitas digital unik dan Digital Product Passport yang bisa diverifikasi di seluruh dunia.
Melalui platform INA Trading, pelaku usaha juga dapat mendata jejak karbon dari proses produksi, seperti konsumsi energi dan transportasi, sehingga pembeli dapat memahami dampak lingkungan produk tersebut.
CEO Peruri Smart Card, Muchrizal, menjelaskan bahwa teknologi RFID berfungsi sebagai identitas digital yang menyimpan riwayat produk dari hulu ke hilir.
"Melalui teknologi ini, sebuah produk kerajinan bambu dari Yogyakarta, dapat memiliki rekam jejak digital lengkap sejak tahap budidaya bahan baku hingga menjadi produk jadi yang siap diekspor," katanya.
Saat produk diterima konsumen, pemindaian RFID akan menampilkan informasi lengkap, mulai dari asal bahan baku, identitas perajin, lokasi produksi, material, jejak karbon, hingga sertifikasi keaslian via blockchain.
Peruri Digital Security mendukung sistem ini dengan tanda tangan digital dan smart contract, sementara PUNDI menyediakan infrastruktur blockchain agar seluruh perjalanan produk tercatat transparan.
Penerapan teknologi ini dinilai sangat relevan dengan regulasi internasional terkait Digital Product Passport, ketertelusuran rantai pasok, serta transparansi perdagangan yang kini diterapkan di Uni Eropa, Amerika Serikat, Australia, Jepang, dan Korea Selatan.