Listrik PLN Sukses Dorong Modernisasi Pertanian di Sulselrabar

Listrik PLN Sukses Dorong Modernisasi Pertanian di Sulselrabar
General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah. (Foto: NET)

JAKARTA – PT PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) membukukan penambahan sebanyak 369 pelanggan baru di sektor agrikultur untuk wilayah Sulselrabar sepanjang Mei 2026.

Pada Mei 2025 yang lalu, jumlah total pelanggan untuk elektrifikasi agrikultur berada di angka 3.911 pelanggan dengan kapasitas daya terpasang mencapai 194.949 kiloVolt Ampere (kVA). 

Sedangkan pada periode yang sama di tahun 2026 ini, jumlahnya meningkat menjadi 4.280 pelanggan dengan kapasitas daya terpasang sebesar 206.312 kVA.

"Angka ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pemanfaatan energi listrik untuk mendukung kegiatan produktif di sektor agrikultur," ujar General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah di Makassar, Selasa (16/6/2026).

Ketersediaan pasokan listrik yang stabil serta harga yang kompetitif menjadi salah satu langkah nyata PLN dalam mendorong roda perekonomian warga, khususnya pada sektor pertanian, ucapnya mempertegas.

Ia menyampaikan bahwa elektrifikasi agrikultur disediakan demi menyokong peningkatan produktivitas usaha warga di sektor pertanian, perkebunan, sampai dengan perikanan.

"Ini merupakan bentuk dukungan PLN terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Edyansyah.

Ia memaparkan bahwa program elektrifying agriculture sengaja dikonsepkan untuk mempercepat peralihan menuju sistem pertanian modern yang memanfaatkan energi listrik. Penggunaan teknologi tani yang jauh lebih efisien diharapkan bisa memicu produktivitas sekaligus memberikan nilai tambah bagi warga.

Lewat program tersebut, ia menyebutkan PLN berkomitmen membangun Creating Shared Value (CSV) yang mampu menghadirkan dampak positif bersama bagi warga, lingkungan, serta perekonomian di daerah.

"Ketika petani lebih produktif dan biaya produksi semakin efisien, maka daya saing sektor pertanian juga akan semakin kuat,” ujar dia.

Melalui program Electrifying Agriculture, PLN bukan sekadar menyediakan akses terhadap energi, melainkan ikut merintis jalan bagi terciptanya aktivitas pertanian yang modern, hemat, serta berkelanjutan. 

Berkat mekanisme pengairan yang jauh lebih konsisten serta dukungan teknologi yang kian gampang dijangkau, para petani mempunyai kesempatan yang lebih besar dalam mendongkrak hasil panen sekaligus memperkokoh ketahanan pangan di tingkat daerah maupun nasional.

Bagi pihak PLN, tiap-tiap pasokan listrik yang mengaktifkan pompa air di area persawahan bukan hanya sekadar mengalirkan daya. 

Di balik aliran itu, terdapat ekspektasi dari para petani, motivasi untuk menaikkan hasil panen, serta impian besar negara dalam mencapai swasembada pangan.

“Dari kebun-kebun yang kini semakin produktif, listrik menjadi energi yang menggerakkan masa depan. Menghidupkan harapan petani, memperkuat ketahanan pangan, dan menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat,” kata Edyansyah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index