Ramadan 2026

Jumat Terakhir Ramadan 2026 Menurut Muhammadiyah Dan Pemerintah Serta Perkiraan Tanggal Idulfitri

Jumat Terakhir Ramadan 2026 Menurut Muhammadiyah Dan Pemerintah Serta Perkiraan Tanggal Idulfitri
Jumat Terakhir Ramadan 2026 Menurut Muhammadiyah Dan Pemerintah Serta Perkiraan Tanggal Idulfitri

JAKARTA - Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadan, banyak umat Islam mulai memperhatikan waktu-waktu istimewa yang tersisa. 

Salah satu momen yang sering menjadi perhatian adalah hari Jumat terakhir di bulan Ramadan, karena hari tersebut dipercaya memiliki keutamaan tersendiri bagi umat Muslim yang ingin memperbanyak ibadah.

Dalam tradisi Islam, hari Jumat memang memiliki kedudukan istimewa dibandingkan hari-hari lainnya. Ketika hari tersebut bertepatan dengan bulan Ramadan, banyak umat Islam memanfaatkannya untuk meningkatkan ibadah seperti sedekah, membaca Al-Qur’an, hingga memperbanyak doa menjelang akhir bulan suci.

Menjelang Ramadan 2026 berakhir, muncul pertanyaan mengenai kapan tepatnya Jumat terakhir bulan suci tersebut. Hal ini berkaitan dengan perbedaan metode penentuan awal bulan Syawal yang digunakan oleh organisasi keagamaan dan pemerintah.

Perbedaan metode tersebut dapat menimbulkan dua kemungkinan waktu berbeda terkait kapan hari Jumat terakhir Ramadan 2026. Karena itu, sebagian masyarakat mulai mencari kepastian tanggal berdasarkan penetapan dari organisasi Islam maupun pemerintah.

Penetapan tanggal menurut Muhammadiyah

Organisasi Islam Muhammadiyah telah menetapkan secara resmi waktu Hari Raya Idulfitri tahun 2026. Penetapan ini tertuang dalam maklumat resmi yang diterbitkan oleh PP Muhammadiyah terkait hasil perhitungan kalender hijriah.

Dalam maklumat tersebut disebutkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan ini menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal yang selama ini menjadi pedoman Muhammadiyah dalam menentukan awal bulan hijriah.

Metode hisab tersebut dilakukan melalui perhitungan astronomi untuk mengetahui posisi bulan dan matahari. Jika secara perhitungan hilal sudah dianggap wujud atau berada di atas ufuk, maka awal bulan baru dalam kalender hijriah dapat ditetapkan.

Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, Muhammadiyah menetapkan bahwa Ramadan akan berakhir pada Kamis, 19 Maret 2026. Dengan demikian, umat Islam yang mengikuti ketetapan Muhammadiyah akan merayakan Idulfitri pada hari berikutnya.

Perhitungan Jumat terakhir Ramadan

Dengan ditetapkannya 1 Syawal pada 20 Maret 2026 oleh Muhammadiyah, maka Jumat terakhir Ramadan versi organisasi tersebut jatuh pada 13 Maret 2026. Tanggal ini menjadi Jumat terakhir sebelum umat Islam memasuki hari raya Idulfitri.

Bagi sebagian umat Islam, Jumat terakhir Ramadan sering dimanfaatkan sebagai waktu untuk meningkatkan kualitas ibadah. Banyak yang memanfaatkan hari tersebut untuk memperbanyak doa, zikir, dan amal kebaikan.

Selain itu, momen tersebut juga sering digunakan sebagai kesempatan untuk memperbanyak sedekah kepada sesama. Sebab, Ramadan dikenal sebagai bulan yang penuh keberkahan dan pahala ibadah yang berlipat ganda.

Setelah Jumat terakhir tersebut, umat Islam yang mengikuti penetapan Muhammadiyah akan memasuki pekan terakhir Ramadan sebelum akhirnya merayakan Idulfitri pada Jumat berikutnya.

Penentuan tanggal menurut pemerintah

Berbeda dengan Muhammadiyah, pemerintah Indonesia belum menetapkan secara resmi kapan awal Syawal 1447 Hijriah. Penentuan tanggal tersebut akan diputuskan melalui sidang isbat yang digelar menjelang akhir Ramadan.

Sidang isbat biasanya diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk perwakilan organisasi Islam, ahli astronomi, serta lembaga terkait lainnya.

Dalam sidang tersebut, pemerintah menggunakan metode rukyatul hilal yang dikombinasikan dengan perhitungan astronomi. Metode ini dilakukan dengan cara mengamati langsung posisi hilal di berbagai titik pemantauan di Indonesia.

Hasil pengamatan hilal kemudian dipadukan dengan perhitungan ilmiah untuk menentukan apakah bulan baru sudah dapat ditetapkan. Dari proses tersebut, pemerintah akan menetapkan secara resmi awal bulan Syawal.

Kemungkinan tanggal Jumat terakhir Ramadan

Apabila sidang isbat menetapkan bahwa Idulfitri jatuh pada 21 Maret 2026, maka Jumat terakhir Ramadan akan jatuh pada 20 Maret 2026. Dalam skenario ini, Ramadan akan berlangsung satu hari lebih lama dibandingkan perhitungan Muhammadiyah.

Namun jika pemerintah memutuskan bahwa Idulfitri jatuh pada 20 Maret 2026, maka Jumat terakhir Ramadan akan sama seperti yang ditetapkan Muhammadiyah, yaitu pada 13 Maret 2026.

Perbedaan ini terjadi karena metode penentuan awal bulan hijriah yang digunakan oleh masing-masing pihak memang berbeda. Muhammadiyah menggunakan metode hisab, sementara pemerintah menggabungkan hisab dengan rukyat.

Meski demikian, perbedaan tersebut merupakan hal yang sudah lama terjadi dalam penentuan kalender hijriah di Indonesia. Umat Islam biasanya tetap dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk meskipun terdapat perbedaan waktu penetapan.

Makna Jumat di bulan Ramadan

Terlepas dari perbedaan penetapan tanggal, hari Jumat tetap menjadi salah satu hari yang sangat istimewa bagi umat Islam. Banyak hadis menyebutkan bahwa Jumat merupakan hari terbaik dalam sepekan.

Ketika hari tersebut berada di bulan Ramadan, banyak umat Islam berusaha memaksimalkan ibadahnya. Beberapa di antaranya dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an, berdoa, bersedekah, serta meningkatkan amalan sunnah lainnya.

Selain itu, Jumat terakhir Ramadan juga sering menjadi momen refleksi spiritual bagi banyak umat Muslim. Pada waktu tersebut, banyak orang mencoba memperbaiki diri sekaligus mempersiapkan diri menyambut Hari Raya Idulfitri.

Karena itu, meskipun terdapat kemungkinan perbedaan tanggal antara Muhammadiyah dan pemerintah, umat Islam tetap dapat memanfaatkan momen Jumat di bulan Ramadan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index