BMKG

BMKG Peringatkan Hujan Merata Jakarta Jumat Dipicu Tiga Bibit Siklon Tropis Aktif

BMKG Peringatkan Hujan Merata Jakarta Jumat Dipicu Tiga Bibit Siklon Tropis Aktif
BMKG Peringatkan Hujan Merata Jakarta Jumat Dipicu Tiga Bibit Siklon Tropis Aktif

JAKARTA - Cuaca di wilayah DKI Jakarta pada Jumat, 6 Maret 2026 diperkirakan akan didominasi hujan yang turun hampir sepanjang hari. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara dinamis.

Prakiraan tersebut muncul seiring dengan perkembangan kondisi atmosfer di sekitar wilayah Indonesia yang cukup kompleks. Pergerakan sejumlah sistem cuaca di perairan sekitar Nusantara memengaruhi pembentukan awan hujan di berbagai daerah, termasuk Jakarta.

BMKG menyebut hujan yang terjadi di Ibu Kota tidak terlepas dari aktivitas beberapa sistem meteorologi yang aktif di wilayah sekitar Indonesia. Keberadaan tiga bibit siklon tropis serta satu pusat tekanan rendah menjadi faktor utama yang memicu peningkatan potensi hujan.

Situasi atmosfer yang cukup aktif tersebut membuat BMKG mengeluarkan imbauan kesiapsiagaan kepada masyarakat. Warga diminta untuk memperhatikan perkembangan informasi cuaca terbaru guna mengantisipasi kemungkinan dampak yang ditimbulkan.

Prakiraan Cuaca Jakarta Sepanjang Hari

Berdasarkan prakiraan resmi BMKG, kondisi cuaca di wilayah Jakarta akan mengalami perubahan sejak pagi hingga dini hari. Pergerakan awan serta intensitas hujan diperkirakan terus berubah mengikuti dinamika atmosfer yang sedang berlangsung.

Pada pagi hari, sebagian besar wilayah Jakarta diperkirakan tertutup awan tebal. Hujan dengan intensitas ringan hanya diprediksi turun di wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu yang berada di bagian utara Jakarta.

Memasuki siang hari, intensitas hujan mulai meningkat di beberapa wilayah. Hujan dengan intensitas sedang diprakirakan mengguyur Jakarta Barat, sementara hujan ringan turun di Jakarta Timur dan Jakarta Utara.

Untuk wilayah Jakarta Pusat, kondisi cuaca diperkirakan didominasi awan tebal dengan potensi hujan ringan. Situasi serupa juga terjadi di wilayah Kepulauan Seribu yang tetap berada dalam pengaruh awan hujan.

Hujan Meluas Saat Sore Hingga Malam

Memasuki sore hari sekitar pukul 16.00 WIB, hujan dengan intensitas ringan diperkirakan mulai meluas. Guyuran hujan tersebut diprediksi turun secara merata di hampir seluruh wilayah DKI Jakarta.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas awan hujan terus berkembang seiring meningkatnya dinamika atmosfer di sekitar wilayah Jawa. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan hujan yang berlangsung secara merata.

Saat malam hari mulai pukul 19.00 WIB, hujan ringan diperkirakan masih terjadi di beberapa wilayah. Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, serta Kepulauan Seribu masih berpotensi diguyur hujan.

Sementara itu, wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur diperkirakan mulai didominasi awan tebal. Kondisi tersebut menandakan berkurangnya intensitas hujan meski langit masih tertutup awan.

Kondisi Cuaca Hingga Dini Hari

Menjelang larut malam hingga Sabtu dini hari sekitar pukul 22.00 WIB, kondisi cuaca kembali berubah. Sebagian besar wilayah DKI Jakarta diperkirakan tertutup awan tebal.

Namun, wilayah Jakarta Selatan diprediksi kembali mengalami hujan dengan intensitas ringan. Hal ini menunjukkan bahwa pergerakan awan hujan masih aktif hingga dini hari.

Selain potensi hujan, BMKG juga memprakirakan suhu udara di Jakarta berada pada kisaran 24 hingga 30 derajat Celcius sepanjang hari. Kondisi tersebut menunjukkan cuaca yang relatif lembap.

Sementara itu, kecepatan angin diperkirakan bertiup antara 12 hingga 37 kilometer per jam. Angin yang cukup kencang ini juga menjadi bagian dari dinamika atmosfer yang memengaruhi pembentukan awan hujan.

Pengaruh Tiga Bibit Siklon Tropis

BMKG menjelaskan bahwa potensi hujan yang meluas di Jakarta tidak terlepas dari pengaruh tiga bibit siklon tropis yang aktif di sekitar wilayah Indonesia. Sistem cuaca tersebut memengaruhi pola pergerakan angin dan pembentukan awan hujan.

Prakirawan BMKG Masayu F. mengatakan bahwa kombinasi dinamika atmosfer saat ini memicu munculnya potensi cuaca signifikan di sejumlah wilayah Indonesia. Hal ini terjadi akibat terbentuknya sistem konvergensi dan konfluensi udara.

Sistem tersebut mendorong pertumbuhan awan hujan dalam skala luas. Awan yang terbentuk kemudian menghasilkan potensi hujan dengan intensitas bervariasi di berbagai daerah.

"Kombinasi dinamika atmosfer tersebut menyebabkan potensi cuaca cukup signifikan di beberapa wilayah Indonesia," tutur Masayu dalam siaran BMKG.

Wilayah Indonesia Berstatus Waspada

BMKG juga memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat. Wilayah tersebut masuk dalam kategori waspada karena dipengaruhi oleh sistem cuaca yang sedang aktif.

Jakarta menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam daftar tersebut. Selain Jakarta, terdapat beberapa provinsi lain yang diperkirakan menghadapi potensi hujan dengan intensitas tinggi.

Wilayah tersebut meliputi Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat (NTB), serta Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sistem cuaca yang memicu kondisi tersebut terdiri atas Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia Barat Daya Selatan Jawa Timur, Bibit Siklon Tropis 93S di perairan barat Australia Barat, serta Bibit Siklon Tropis 92P di Teluk Karpentaria.

Ketiga bibit siklon tersebut memicu munculnya fenomena low level jet atau angin kencang di lapisan bawah atmosfer. Fenomena ini terjadi di perairan selatan hingga wilayah Australia dan memperkuat pembentukan awan hujan.

Kondisi tersebut juga diperkuat oleh adanya sirkulasi siklonik yang berasal dari pusat tekanan rendah di sekitar wilayah perairan Indonesia. Kombinasi sistem meteorologi inilah yang kemudian meningkatkan potensi hujan di berbagai wilayah, termasuk Jakarta.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index