JAKARTA - Ketersediaan pembiayaan menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong akses masyarakat terhadap hunian yang layak.
Dalam ekosistem pembiayaan perumahan nasional, peran lembaga penopang likuiditas sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan penyaluran kredit perumahan oleh berbagai institusi keuangan.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjadi salah satu institusi yang memiliki mandat strategis dalam mendukung pembiayaan sektor perumahan di Indonesia. Melalui berbagai skema pendanaan dan kerja sama dengan lembaga keuangan, perusahaan ini berperan memperkuat sistem pembiayaan rumah agar tetap berjalan stabil.
Sepanjang tahun 2025, SMF mencatatkan peningkatan penyaluran pembiayaan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja ini tidak hanya menunjukkan pertumbuhan bisnis perusahaan, tetapi juga mencerminkan meningkatnya kebutuhan pembiayaan perumahan di masyarakat.
Di tengah dinamika ekonomi global dan domestik, SMF terus mengembangkan berbagai inovasi pembiayaan serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan lembaga keuangan. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan sektor perumahan nasional tetap memiliki dukungan likuiditas yang memadai.
Penyaluran pembiayaan perumahan terus meningkat
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) menyalurkan dana pembiayaan perumahan sebesar Rp20,88 triliun sepanjang 2025. Nilai tersebut meningkat dibandingkan penyaluran pada 2024 yang mencapai Rp17,01 triliun, sekaligus menegaskan peran perseroan sebagai penyedia likuiditas dalam ekosistem pembiayaan perumahan nasional.
Sepanjang 2025, SMF memperoleh pendanaan sebesar Rp10,6 triliun untuk menopang ekspansi penyaluran pembiayaan. Kepercayaan pasar tercermin dari peringkat kredit yang diperoleh perseroan, yakni BBB dari S&P Global, id(AAA) dari Pefindo, serta AAA(idn) dari Fitch Ratings.
Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan, peringkat tersebut menunjukkan kemampuan perseroan dalam memenuhi kewajiban finansial secara tepat waktu sekaligus mencerminkan dukungan pemerintah terhadap peran SMF di sektor pembiayaan perumahan.
“Peringkat tersebut mencerminkan kemauan dan kemampuan SMF dalam memenuhi kewajiban finansial secara tepat waktu, sekaligus menunjukkan dukungan kuat Pemerintah terhadap peran SMF sebagai alat fiskal dalam sektor pembiayaan perumahan,” kata Ananta Wiyogo di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Dukungan terhadap program KPR FLPP pemerintah
Dalam menjalankan mandat sebagai special mission vehicle Kementerian Keuangan, SMF terus mendukung Program Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) yang dikelola Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Sejak 2018, SMF menyediakan 25 persen porsi pendanaan KPR FLPP yang bersumber dari Penyertaan Modal Negara (PMN).
Program ini menjadi salah satu instrumen utama pemerintah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah. Dengan dukungan pendanaan dari SMF, program tersebut dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan hunian.
Hingga Desember 2025, SMF telah menyalurkan Rp34,37 triliun atau setara pembiayaan bagi 904.568 unit rumah melalui skema FLPP. Perseroan juga memanfaatkan blended financing melalui penerbitan surat utang, dengan skema leverage mencapai 1,9 kali dari PMN atau senilai Rp17,94 triliun.
Ananta mengatakan setiap PMN yang diterima dikelola secara prudent dan terukur agar memberikan dampak optimal bagi akses pembiayaan perumahan. Pendekatan leverage yang disiplin dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan sektor perumahan nasional.
Inovasi pembiayaan mikro untuk renovasi rumah
Selain fokus pada pembiayaan kepemilikan rumah, SMF juga mengembangkan berbagai inovasi produk yang mendukung perbaikan kualitas hunian masyarakat. Salah satunya melalui pembiayaan mikro yang ditujukan untuk renovasi rumah.
Dari sisi pendanaan, SMF juga menjadi korporasi pertama yang surat utangnya memenuhi syarat sebagai underlying transaksi repo Bank Indonesia. Perseroan menghadirkan sejumlah inovasi pembiayaan, antara lain program Griya Nusantara dan Griya Tunas yang menyasar pembiayaan mikro perumahan.
Melalui kolaborasi dengan lembaga keuangan, pembiayaan Griya Tunas sepanjang 2025 telah mendukung renovasi 52.142 rumah. Realisasi tersebut melampaui target pemerintah yang sebesar 50.000 unit renovasi rumah.
Direktur Bisnis SMF Heliantopo mengatakan, skema kredit mikro tersebut membantu masyarakat melakukan renovasi rumah agar lebih layak huni sekaligus mendukung aktivitas ekonomi rumah tangga.
“Skema pembiayaan ini memungkinkan masyarakat memperbaiki rumah agar lebih layak huni sekaligus menunjang aktivitas produktif berbasis rumah tangga,” ujar Direktur Bisnis SMF.
Kinerja keuangan perusahaan terus bertumbuh
Kinerja operasional SMF sepanjang 2025 juga tercermin dari pertumbuhan indikator keuangan perusahaan. Peningkatan pembiayaan yang disalurkan turut berdampak pada penguatan aset dan profitabilitas perseroan.
Hingga Desember 2025, total aset perseroan mencapai Rp66,814 triliun atau meningkat 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan laba bersih tumbuh 5 persen menjadi Rp565 miliar.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SMF Bonai Subiakto mengatakan, pertumbuhan tersebut mencerminkan ketahanan model bisnis perseroan yang ditopang tata kelola dan manajemen risiko yang kuat.
“Capaian ini menunjukkan komitmen Perseroan dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, serta pengelolaan risiko yang prudent di tengah dinamika ekonomi,” ujar Bonai.
Strategi SMF memperkuat sektor pembiayaan perumahan
Ke depan, SMF akan terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan sektor pembiayaan perumahan nasional. Berbagai strategi telah disiapkan untuk memastikan likuiditas pasar tetap terjaga serta inovasi produk pembiayaan terus berkembang.
Ke depan, SMF akan memperkuat sosialisasi surat utang sebagai instrumen repo Bank Indonesia untuk mendukung likuiditas pasar. Perseroan juga akan mengoptimalkan peran SMF Research Institute dalam mendukung kebijakan sektor perumahan serta menyiapkan inovasi produk pembiayaan jangka panjang.
Melalui langkah tersebut, SMF diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan sektor perumahan nasional. Dukungan terhadap berbagai program pemerintah juga akan terus diperkuat agar akses masyarakat terhadap hunian layak semakin luas.
“Pada tahun 2026, kami akan terus mengakselerasi peran strategis SMF dalam membangun sektor pembiayaan perumahan yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan, sejalan dengan program Pemerintah untuk memastikan akses hunian yang layak bagi seluruh masyarakat Indonesia,” kata Ananta.